
...~Happy Reading~...
“Kamu anak yang cantik. Bunda berharap, kamu bisa mengubah sifat putra Bunda, ya Sayang. Apapun yang terjadi ke depan nya. Tolong, jangan tinggalkan Clayton, bunda tahu bagaimana sifat dan sikap dia. Sekali dia berkomitmen, dia akan melakukan apapun untuk melindungi nya. Bunda berharap, kamu dan Clayton akan selalu bersama, sampai maut memisahkan.” Ujar bunda Ella seraya menggenggam jemari tangan anak menantu nya.
Awalnya, bunda Ella kurang setuju ketika tahu bahwa putra nya ternyata sudah menikah dengan wanita yang sama sekali tidak ia kenal. Namun, setelah beberapa jam ia mengenal Shiena, entah mengapa bunda Ella merasa seperti melihat dirinya dahulu kala. Dan bunda merasa bahwa ada yang di sembunyikan oleh putra nya, hanya saja saat ini dirinya belum tahu. Ella hanya berharap, bahwa nanti putra nya benar benar melindungi dan menjaga Shiena. Seperti suami nya yang dulu begitu keras kepala namun setelah bertemu dengan nya bisa berubah menjadi sangat lembut dan penuh cinta.
“Terimakasih Bunda,”ucap Shiena dan langsung memeluk bunda Ella. Ia sangat merindukan mami Sarah, hanya saja kini dirinya tidak tahu kemana dan dimana sang mami berada. Dan kini, ketika ia merasakan pelukan dari bunda Ella, ia merasa seperti sedang di peluk oleh sang mami.
“Kemana pun kalian akan pergi dan tinggal. Doa bunda akan selalu menyertai kalian, pergilah Nak,” ujar bunda Ella sekali lagi mengusap kepala Shiena dengan begitu lembut.
Sementara itu, tak jauh dari keberadaan bunda Ella dan Shiena. Clayton yang berada di dekat mobil tengah mencoba untuk membujuk sang adik agar merelakan nya pergi. Dulu, ketika ia meninggalkan rumah, Claudya tidak tahu jadilah anak itu merajuk dan marah padanya. Namun semarah marah nya Claudya, tetap saja bila bertemu ia selalu nempel kepada sang kakak. Dan kini, ia baru saja bertemu setelah bertahun tahun lama nya berpisah, tentu saja ia tidak akan melepaskan nya lagi.
__ADS_1
“Hiks hiks hiks, Clau gak mau di tinggal terus. Kakak kan bisa kerja disini sama Ayah. Kenapa harus jauh jauh sih, Clau gak punya temen disini hiks hiks.” Isak tangis Claudya begitu nyaring terdengar, bahkan gadis itu tak tanggung tanggung untuk berjongkok di depan kakak nya sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan.
“Kamu sudah besar, Clau. Teman kamu di sekolah banyak, jangan cengeng dong,” ucap Clayton begitu frustasi karena sulit membujuk adik nya.
Ia memang keras dan egois, namun itu hanya untuk orang luar. Bila untuk bunda dan adik nya, ia akan sulit untuk bersikap kasar dan tidak perduli.
“Itu kan di sekolah. Beda sama kalau di rumah, kakak baru saja menikah kan? Kakak baru kasih Clau kakak ipar, kenapa harus langsung di ajak pergi. Harusnya kakak tinggal dulu disini, satu minggu saja. Atau satu bulan gapapa deh, Clau ikhlas. CLau mohon kak, jangan pergi sekarang hiks hiks. Clau masih kangen sama kakak,” ujar Claudya seraya mengadahkan kepala nya ke atas menatap sang kakak yang berdiri di depan nya.
Sementara itu, Clayton yang melihat sang bunda ikut memohon membujuk nya hanya bisa menghela nafas nya dengan kasar dan berat hati.
“Jangan membuat ku marah Clayton. Kau membuat istri ku memohon pada mu!” saut sang ayah mengepalkan tangan dengan kuat.
__ADS_1
Clayton tahu bahwa kelemahan sang ayah ada pada bunda nya. Dan melihat sang bunda sampai seperti itu, tentu saja ayah nya tidak akan terima. Dengan berat hati, akhirnya Clayton mengiyakan untuk menetap sementara di rumah utama.
“Baiklah, tiga hari!” ucap Clayton mengalah.
“Dua minggu!” tawar Claudi langsung berdiri.
“Tiga hari Clau. Atau—“
“Satu minggu, ya Sayang,” ujar bunda Ella tersenyum lega menatap wajah putra nya.
“Astaga, oke oke satu minggu!” geram Clayton pasrah.
__ADS_1