Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Kedatangan Stive


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Dengan sangat terpaksa. Shiena memberitahukan kepada orang tua Clayton bahwa saat ini suaminya sedang koma. Shiena tidak memiliki pilihan lain, karena saat ini kondisi Clayton memang masih dalam keadaan kritis akibat racun dari peluru tersebut.


Sementara itu, Stive yang mengetahui anak nya terluka dan cukup parah, segera terbang ke Italia untuk melihat keadaan nya. Tentu saja ia menyembunyikan hal itu dari istri dan putri nya. Karena Stive tidak mau membuat kedua wanita itu cemas dan khawatir.


Bug!


“Kenapa kau membiarkan anak ku terluka, hah!” bentak Stive begitu murka ketika sudah memberikan pukulan di wajah Davis.


“Maafkan saya, Tuan,” ucap Davis sedikit meringis menahan perih di ujung bibir nya.


“Apakah maaf mu bisa mengembalikan putra ku? Bagaimana tanggung jawab mu, hah! Kau sendiri yang berani menjamin keselamatan nya. Dan sekarang kamu lihat bagaimana keadaan nya sekarang! Brengsekk!” pekik Stive langsung mengusap wajah nya dengan begitu frustasi.


Davis tidak berani menjawab perkataan Stive lagi, karena ia merasa memang dirinya yang bersalah. Davis hanya bisa menunduk dan menyesali keteledoran nya.

__ADS_1


Cklek!


Davis dan Stive mengangkat wajah nya, dna melihat siapa yang baru saja membuka pintu. Shiena dengan wajah pucat nya, dengan perlahan menghampiri Stive untuk meminta maaf.


“A—ayah ... maafin Shiena. Karena Shiena, Clayton seperti ini, maafin hiks hiks hiks.” Tubuh Shiena langsung luruh dan berlutut di depan mertua nya. Karena ia sejak tadi mendengar bagaimana kemarahan ayah Stive kepada Davis. Padahal, bila ada yang di salahkan, maka disini dirinya lah yang salah. Karena untuk menyelamatkan nya, Clayton terluka dan koma.


Sementara itu, Stive hanya memandang menantu nya dengan wajah datar nya. Ia pun juga tidka tahu harus berbuat bagaimana terhadap wanita yangs sudah menjadi menantu nya tersebut.


“Ya, karena menyelamatkan mu, anak ku sampai seperti ini,” ujar Stive datar dann dingin.


Jantung Shiena berdetak dengan begitu cepat ketika mendengar penuturan kata sang ayah mertua. Meskipun benar adanya, namun entah mengapa hatinya begitu sakit melihat sikap dingin yang di keluarkan ayah mertua untuk dirinya.


“Ma—maaf ayah, aku—“


“Kamu harus membayar semuanya,” ucap ayah Stive lagi, yang mana membuat Shien alangsung mendongakkan kepala menatap sang ayah mertua.

__ADS_1


Tak hanya Shiena, namun Davis juga langsung menatap pada tuan Stive yang seolah akan berbuat sesuatu kepada Shiena.


“Ba—bagaimana aku akan membayar nya? A—aku ... “


“Tuan, jangan Shiena,” ujar Davis menyela pembicaraan Shiena dan menggelengkan kepala nya dengan cepat.


“Bukankah sejak awal, memang gadis ini yang akan kalian—“


“Tuan, semua tidak seperti rencana awal. Clayton juga sudah—“


“Ckckck sudah apa? Apapun alasan mu. Sejak awal aku sudah tahu akan rencana kalian. Dan sebentar lagi jadwal operasi akan segera di mulai dalam beberapa hari ke depan. Kalau bukan dia, apakah kau sudah mendapatkan pengganti nya?” tanya Stive dengan memberikan tatapan tajam yang begitu menusuk kepada Davis.


“Sa—saya ... “ Davis tidak mampu meneruskan perkataan nya. Ia tidak tahu harus berbuat bagaimana, karena memang hingga kini dirinya belum menemukan organ yang cocok yang sesuai dengan DNA orang tersebut.


Dan sejak awal, memang hanya Shiena kandidat yang cocok dan sesuai, namun karena Clayton mengubah rencana nya hingga beberapa bulan ini, mereka belum menemukan pengganti yang sesuai seperti Shiena.

__ADS_1


__ADS_2