Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Menantang


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“He—hentikan, aahhh!” pekik Shiena ketika perutnya kian terasa sakit.


“Shiena!” Bunda Ella dan Clayton segera berlari dan membantu Shiena, sementara ayah Stive langsung menghampiri tamu yang tak di undang ke rumah nya tersebut.


“Kenapa kau ada disini?” tanya ayah Stive langsung menatap pada Gerald.


“Ah selamat siang tuan Stive. Saya datang kemari hanya ingin menjemput adik saya,” jawab Gerald, yang ternyata dialah rekan bisnis ayah Stive.


“Siapa?” tanya ayah Stive lagi.


“Menantu anda,” jawab Gerald santai, dan seketika membuat ketiga orang yang belum tahu itupun terkejut.


“Dia anak tunggal, bagaimana bisa memiliki kakak seperti mu!” saut Clayton yang langsung menghampiri Gerald dan juga ayah nya setelah mengantarkan Shiena kembali ke kamar bersama bunda Ella.

__ADS_1


Awalnya, Shiena menolak. Ia ingin ikut bersama Gerald, namun Clayton tidak mengizinkan nya dan langsung mengangkat tubuh Shiena masuk ke dalam rumah. Shiena tidak bisa menolak karena saat ini perut nya memang sedang mengalami kontraksi ringan.


“Aku, adalah anak dari—“


“Xeno Abraham!” kata ayah Stive dengan cepat memotong ucapan Gerald.


“Benar, Tuan.” Jawab Gerald tersenyum tipis.


“Apakah kau akan membalas dendam pada istri ku? Karena dia sudah menembak ayah mu hingga tewas?” tanya Clayton dengan raut wajah datar nya. Namun Gerald tahu di balik wajah datar itu menyimpan jutaan ketakutan bila apa yang di katakan benar adanya.


“Brengsekk!”


Bug!


Tanpa menunggu kata kata yang keluar lagi dari mulut Gerald, Clayton pun langsung melayangkan pukulan di wajah itu hingga membuat sudut bibir Gerald terluka.

__ADS_1


“Clayton!” seru ayah Stive langsung menahan tubuh anak nya agar tidak melayangkan pukulan lagi.


“Hahahaha!” bukan marah atau membalas, Gerald justru malah tertawa melihat apa yang di lakukan oleh Clayton padanya, “Apa kau pikir otak ku dan kamu sama?” sindir nya begitu tepat mengena di jantung Clayton.


“Bukankah kamu yang ingin membalas dendam kepada uncle Jefry? Dan kau lampiaskan itu kepada Shiena!” imbuh nya dan kini ia berani menunjuk tepat di wajah Clayton, “Bukankah kekasih mu sudah sembuh dari koma nya? Dan berapa kira- kira hutang keluarga Shiena pada mu? Aku yang akan membayar nya, bahkan beserta bunga nya sekalipun. Setelah itu, lepaskan adikku!”


Deg!


Melepaskan? Empat kata yang mampu membuat Clayton langsung terdiam. Jauh di dalam sudut hatinya terasa begitu nyeri mendengar kata tersebut. Apakah dirinya bisa melepaskan Shiena, pertanyaan yang sangat bodoh. Sampai mati pun dirinya tidak akan melepaskan Shiena. Tentu saja, tidak akan ada yang bisa membuat nya berpisah, bukan kah begitu? Gumam Clayton dalam hati nya.


“Kau tidak akan pernah sanggup membayarnya!” jawab Clayton masih dengan keangkuhan nya. “Jangan pernah membuang waktu mu untuk datang kemari, karena itu akan percuma dan sia sia. Lebih baik kau pergi, dan jangan pernah menemui Shiena lagi!”


Setelah mengatakan itu, Clayton langsung berbalik dan pergi meninggalkan Gerald dan ayah Stive. Ia pun semakin mempercepat langkah nya ketika mengingat kembali perkataan yang di ucapkan oleh Gerald. Setelah sampai di akmar nya, ia bisa melihat bahwa Shiena tengah menangis bersama bunda Ella,di atas tempat tidur.


“Apakah masih sakit?” tanya Clayton langsung duduk di sisi Shiena dan mengusap perut nya.

__ADS_1


Sentuhan Clayton memang lah sangat ajaib, perut Shiena yang sejak tadi mengalami kram, kini langsung hilang ketika di sentuh oleh tangan suaminya.


__ADS_2