
...~Happy Reading~...
Begitu sampai di dalam kamar, Clayton segera merebahkan tubuh Shiena di atas tempat tidur dengan perlahan dan hati- hati. Lalu ia pun segera turut berbaring di samping Shiena dan mengusap perut besar sang istri.
“Hay boy, sedang apa kamu?” tanya Clayton yang mulai mengajak bayi nya berbicara.
Inilah hobi baru seorang Clayton, yakni sering mengajak anak nya untuk berbicara dan mengobrol. Bahkan, setiap kali Clay mengusap serta mengajaknya berbicara, maka anak itu akan menjadi double aktif dari biasanya. Hingga membuat Shiena sering meringis karena ngilu.
Entah mengapa, setiap kali Clayton mengajak anak nya berbicara. Walaupun masih di dalam perut, namun dia selalu merespon nya, hingga membuat Clayton merasa sangat bahagia.
“Sshhtt, Clay, sakit,” rengek Shiena menyuruh Clay agar berhenti, karena kini perut nya semakin terasa nyeri terutama di bagian pinggul.
“Iya iya maaf ya, Cup!” ujar Cayton dengan lembut dan mengecup kening Shiena.
“Oh ya, Clay,” panggil Shiena, kini Clayton sudah berbaring tepat di samping Shiena, dengan Shiena yang berbantal lengan nya.
__ADS_1
“Ada apa, Sayang?” tanya Clayton.
“Aku bahagia banget, karena pada akhirnya aku bisa menjadi pemenang nya,” ucap Shiena mendongak dan tersenyum menatap wajah suami nya.
“Meskipun perkenalan dan pernikahan kita tidak di awali dengan sesuatu yang baik. Tapi aku bahagia dan bersyukur, karena pada akhirnya kamu benar menjadi milik ku, dan begitupun sebalik nya. Kamu sudah begitu banyak berubah, dan aku harap kamu akan selalu menjadi seperti sekarang. Dengan atau tanpa aku,” imbuh nya panjang lebar, yang membuat Clayton seketika langsung menatap aneh pada Shiena.
“Apa maksud kamu hem? Aku tidak menyukai kata kata terakhir kamu!” kata Clayton datar.
“Kamu percaya gak, sama yang namanya garis takdir? Dimana kamu tidak bisa mengubah atau menghindari garis tersebut. Sebisa apapun kamu berusaha menghindar atau menolak, bila Tuhan sudah menggariskan takdir mu di sana, maka kamu juga akan ke sana,” ucap Shiena sambil tersenyum, yang membuat Clayton semakin merasa kesal.
“Heemm,” jawab Clayton dengan singkat dan datar.
“Aku sayang kamu, i love you,” bisik Shiena, lalu ia pun segera mencium bibir Clayton dengan tiba tiba, hingga membuat sang empu nya sedikit terkejut.
Tak hanya mencium, namun Shiena juga melumaat dan memberikan gigitan- gigitan kecil pada bibir Clayton. Sementara sang empu nya yang awalnya terkejut, kini pun semakin lama ia semakin hanyut dan membalas ciuman Shiena dengan tak talah ganas.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Shiena pun sudah melepaskan ciuman nya, ia segera bangkit dan beralih menduduki tubuh Clayton, dengan senyuman yang begitu manis.
“Kamu mau apa hem?” tanya Clayton sedikit menyeringai, sambil mengusap bibir nya dengan ibu jari nya.
“Menurut kamu, aku mau apa?” kata Shiena malah balik bertanya, namun nada bicaranya terlihat begitu sensual dan menggoda.
“Sayang, jangan memancing ku. Kamu tahu kalau aku tidak bisa di pancing!” ucap Clayton memberikan peringatan mode on.
“Aku tidak akan memancing kok, hanya ingin bermain,” jawab Shiena seraya mengedipkan sebelah mata nya untuk menggoda Clayton.
“Sayang!” Clayton menggeram ketika Shiena dengan lihai mempermainkan dirinya.
“Tadi kamu ngajakin aku ke kamar mau ngapain, hem?” tanya Shiena lagi dan kini Clayton pun sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi. Ia segera menarik tangan Shiena dan memindah posisi agar wanita itu berada di bawah kungkungan nya.
“Aku turuti kemauan kamu, Sayang,” bisik Clayton di telinga Shiena dengan begitu sexxi hingga membuat Shiena langsung tergelak karena menahan geli.
__ADS_1
...~To be continue .......