
...~Happy Reading~...
Setelah mengantarkan Claudi ke sekolah nya. Kini Clayton mengajak Shiena untuk singgah mencari sesuatu di supermarket. Namun, saat tengah fokus melihat lihat beberapa rak, tiba tiba saja dirinya menabrak seorang anak kecil yang tengah membawa begitu banyak belanjaan.
Brug!
"Om hati hati dong. Jajan aku jatuh kan!" seru anak itu dengan wajah kesal nya.
"Maaf ya Sayang, kamu gapapa?" ujar Shiena yang langsung duduk berjongkok dan membantu anak itu untuk membereskan jajanan nya.
"Terimakasih Tante. Gapapa kok, cuma om nya aja yang ngeselin! Gak pernah di ajarin minta maaf pasti sama mama dan papa nya, huh!" celetuk anak itu hingga membuat mata Clayton membola dengan sempurna.
"Sekali lagi, maafin om nya ya. Om nya gak sengaja," tutur Shiena sekali lagi tersenyum dan mengusap lembut kepala anak tersebut.
__ADS_1
Dengan wajah kesal nya, anak itu sempat melirik sinis ke arah Clayton, lalu pergi begitu saja meninggalkan tempat itu dan menuju kasir.
"Kemana orang tua nya kenapa membiarkan anak sekecil itu berkeliaran di tempat seperti ini!" geram Clayton mengepalkan tangan nya kesal.
"Clay, kamu yang salah. Jangan menyalahkan orang lain, apalagi anak itu malah kecil," ujar Shiena menghela nafas berat, lalu ia segera pergi meninggalkan Clayton.
Clayton hanya mampu menghela nafas nya kasar lalu ia segera ikut pergi menyusul Shiena. Namun, ketika dirinya hendak mendekat, mata nya menatap seseorang yang sangat ia kenal. Membuat nya urung untuk mendekat dan memilih bersembunyi di balik rak.
"Karena tante sudah baik, ini hadiah buat tante. Terimakasih," ujar anak kecil yang tadi di tabrak oleh Clayton, kini memberikan sebuah chiki kepada Shiena.
"Sama sama, bye bye Tante. Ayo ma, kita pulang! Aya gak mau ketemu om itu lagi," ucap anak itu seraya menggandeng tangan sang mama keluar supermarket.
Shiena hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya melihat interaksi ibu dan anak tersebut. Dalam hati nya, ia juga sangat ingin memiliki anak seperti anak tadi. Yang mana bisa ia ajak kemana pun dan menjadi teman bermain nya. Pasti akan sangat menyenangkan, batin Shiena yang tanpa sadar mengusap perut nya yang begitu datar.
__ADS_1
Tidka ingin berlarut lama, akhirnya Shiena segera memanggil Clayton agar segera membayar barang belanjaan nya. Setelah itu, Clayton pun segera mengajak Shiena untuk pulang, berharap agar tidak bertemu dengan orang yang sejak tadi ia hindari.
Nasib buruk menimpa nya. Niat hati ingin menghindar. Nyatanya tidak bisa, karena kini orang itu tengah berada di samping mobil nya. Membuat Clayton kembali mengurungkan niat untuk masuk mobil.
"Kamu kenapa sih? ada yang salah?" tanya Shiena yang tidak mengerti dengan sikap suami nya.
"Tidak ada, kamu ambil mobil itu dan segera bawa kemari. Aku akan menunggu mu disini," ujar Clayton seraya memberikan kunci mobil kepada Shiena..
"Kenapa harus aku? memang nya kenapa? kamu kenal sama mereka? harus nya kamu meminta maaf, bukan menghindar. Dia anak kecil yang—"
"Sekarang, a Shiena!" tekan Clayton langsung memberikan tatapan yang begitu tajam pada Shiena.
Shiena hanya menghela nafas nya dengan berat dan kasar. Ia segera merampas kunci di tangan Clayton dengan cukup kasar karena masih merasa kesal dan bingung.
__ADS_1
'Padahal bunda sangat lembut dan penyayang. Bahkan bunda juga sangat sopan santun, mengapa Clayton jauh berbalik. Bahkan meminta maaf pada anak kecil pun tidak mau. Astaga, apakah ayah Stive dulu orang yang seperti Clayton?' gumam Shiena dalam hati.