Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Sintya


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Kamu menyesal?” tanya Davis sekali lagi, kini keduanya masih duduk di depan ruangan dimana Clayton tengah di operasi, akibat luka tembakan yang ia dapatkan.


“Tidak!” jawab Shiena dengan cepat namun terkesan datar, “Sejak awal, aku tidak mengenal nya. Untuk apa aku menyesal,” imbuh nya menahan kesal dan air mata.


Bagaimana tidak, ia sangat kecewa dan kesal, karena kini dirinya sudah benar benar kehilangan orang tua. Ia yang awal nya mengira bahwa papi nya begitu jahat padanya karena sudah tega berselingkuh, nyatanya karena ingin melindungi dirinya. Dan ia juga sangat kesal kepada mami nya karena tidak bisa bertahan. Entah sebesar apa cinta sang mami kepada papi nya sehingga ia memilih untuk mengakhiri hidup dan menyusul papi nya. Meninggalkan nya hidup seorang diri di dunia yang begitu kejam.


“Andai kalau bisa, aku ingin menembak kepala nya lagi. Ya, harusnya tadi aku menembak kepala nya, atau mata nya atau, ahhhh!” pekik Shiena tiba tiba saat merasakan perut nya terasa begitu kram, hingga membuat tubuh nya hampir terjatuh ke lantai kalau saja Davis tidak menahan nya.

__ADS_1


“Kamu kenapa?” tanya Davis sedikit khawatir.


“Tidak apa, mungkin magh ku kambuh. Karena seharian aku belum makan,” jawab Shiena sedikit menahan sakit di perut nya.


Dengan perlahan, Davis menuntun Shiena agar duduk di kursi, setelah tadi ia berdiri dan mondar mandir menunggu Clayton selesai operasi dan sibuk mencurahkan amarah nya kepada sang paman.


Setelah beberapa saat menunggu, kini akhirnya ruangan itu terbuka. Seorang dokter wanita yang tadi menangani Clayton kini sudah keluar dan berbicara kepada Davis.


“Peluru itu sudah di buat dengan sengaja. Aku menemukan ada kandungan racun ketika mengangkat peluru itu. Beruntung, dia segera di bawa kemari, hingga aku bisa mencegah racun itu agar tidak menyebar luas. Tapi, saat ini dia masih koma, dan aku tidak tahu kapan dia akan bangun,” ujar dokter itu seraya menghela nafas nya dengan berat.

__ADS_1


“Gak mungkin,” gumam Shiena begitu lirih, air matanya kembali mengalir membasahi pipi mulus nya. Dan tanpa berkata apapun lagi, Shiena segera berlari masuk ke dalam ruangan Clayton. Tentu saja dokter itu langsung mencegah nya, karena ia tidak suka dengan keberadaan Shiena.


“Lepasin!” pekik Shiena memberontak dan memaksa untuk masuk.


“Dia belum sadar dan—“


“Aku tidak perduli!” sentak Shiena dan langsung menghempaskan tangan dokter itu, tentu saja hal itu membuat sang dokter semakin marah. Namun dengan cepat, Davis ikut mencekal tangan dokter itu dan menggelengkan kepala.


“Biarkan, dia istri Clayton!” ujar Davis datar dan memberikan kode kepada Sheina agar masuk.

__ADS_1


Sementara itu, dokter yang bernama Sintya itu langsung membulatkan matanya dengan sempurna ketika tahu bahwa ternyata Clayton sudah menikah. Tidak, bagaimana bisa Clayton menikah dengan wanita lain tanpa sepengetahuan dirinya. Padahal selama ini ia sudah menanti Clayton membukakan pintu hati untuk nya.


Ya, Sintya memang menyukai Clayton. Bahkan dengan sabar ia selama ini menunggu dan terus bersikap semanis mungkin di depan Clayton. Sintya selalu berusaha menarik perhatian Clayton, hanya saja laki laki itu tidak pernah merespon nya. Namun, meski begitu tidak membuat Sintya mengurungkan niat nya untuk terus mendekati Clayton. Dan kini, ketika sudah lama ia menanti, ternyata Clayton sudah memiliki istri, ini sungguh menyakitkan bagi nya, batin Sintya mengepalkan tangan dengan kuat.


__ADS_2