Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Pertengkaran II


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Braakkk!


Mendengar suara pintu kamar nya di dobrak. Seketika membuat sepasang manusia paruh baya itu terkejut dan langsung menatap ke arah pintu.


"Clayton!" geram ayah Stive ketika melihat putra nya yang berwajah datar yang membuka pintu dan langsung menghampiri dirinya.


"Ada apa?" tanya Clayton menatap kedua orang tuanya datar.


"Tidak ada apapun!" jawab Stive tak kalah datar, "Kamu sudah lancang masuk kemari Clay!" tekan nya dengan nada tak suka.


"Ayah pun sudah membuat bunda ku menangis!" balas Clayton juga dengan nada tak suka.


Stive langsung menghela nafas nya kasar. Ia mendengus dan berdecak secara bersamaan, lalu melirik sinis pada istri tercinta nya.


"Bunda gapapa?" tanya Clayton langsung menghampiri bunda nya yang tengah menangis sesegukan di lantai dengan memegang beberapa kepingan guci yang sudah pecah.

__ADS_1


"Hiks hiks hiks." Bunda Ella tidak mampu menjawab, karena saat ini hatinya benar benar sangat tidak baik baik saja.


"Kita keluar Bun," ajak Clayton untuk keluar dari kamar. Namun bunda Ella justru menggelengkan kepala nya dengan kuat.


"Kenapa ayah bisa sekejam ini sama Bunda!" seru Clayton mengepalkan tangan dengan kuat.


"Bunda mu yang kejam.. Mengapa aku yang kau salah kan Son!" kata ayah Stive tak kalah seru.


"Ayah terlalu banyak drama! Clayton tidak menyangka ada seorang suami yang tega melakukan seperti ini kepada istrinya!" sindir Clayton berdecak.


Deg!


Mendengar sindiran balasan dari ayah nya, seketika membuat Clayton terdiam. Memang benar, dirinya tidak pernah memperlakukan Sheina dengan cukup baik. Ia malah selalu memperbudak Shiena dan mengabaikan nya. Bahkan, ketika wanita itu marah, ia merasakan begitu gengsi untuk mengatakan maaf atau sekedar membujuk nya.


"Sudah cukup! kenapa kalian berdua malah bertengkar!" bentak bunda Ella yang sudah menghentikan tangis nya.


"Kamu Mas!" tunjuk nya ke arah sang suami, "Pokoknya harus mengganti vas ini!" tekan nya memberikan tatapan tajam pada suami nya.

__ADS_1


"Sayang, kenapa aku? kamu yang sudah memecahkan nya?" kata ayah Stive menatap tak percaya.


"Aku tidak sengaja!" jawab bunda Ella dengan cepat.


"Ada yang bisa jelaskan. Sebenarnya kalian berdua kenapa?" tanya Clayton mulai frustasi melihat tingkah orang tuanya.


"Bunda kamu yang melemparkan vas itu kepada ayah! tapi dia juga yang gak Terima dan nangis histeris karena vas nya pecah!" jelas Ayah Stive seketika membuat Clayton melongo tak percaya.


Ya, bunda Ella menangis bukan karena bertengkar dengan suami nya. Dan pecah nya vas besar di kamar nya itu pun tak luput dari kesalahan nya sendiri. Namun, ia juga langsung menyalahkan Stive serta meminta ganti.


"Tapi kan bunda hanya minta, agar ayah kamu mau mengakui kesalahan nya Clay. Bunda cuma gak suka dengan sikap ayah kamu yang terus seperti ini. Hanya mengatakan maaf apa susah nya!" dengus bunda Ella menghela nafas panjang.


"Meminta maaf untuk apa?" tanya Clayton lagi.


"Tentu saja meminta maaf karena sudah membuat kamu seperti ini!" ketus Bunda Ella melirik sinis pada suami nya.


Ketika tiga manusia berbeda umur ktu tengah berdebat di kamar utama. Tiba tiba ketiga nya terkejut ketika mendengar suara teriakan dari arah luar. Dengan cepat mereka segera berlari untuk melihat nya. Dan berapa terkejut nya mereka ketika melihat....

__ADS_1


__ADS_2