
...~Happy Reading~...
“Aku ke Toilet dulu,” ucap Clayton pamit karena perut nya terasa sangat penuh akibat ulah Shiena yang tak berhenti menyuapinya makan.
“Baiklah, aku tunggu disini,” jawab Shiena masih sambil menikmati kuah ramen nya.
Setelah Clayton pergi, Shiena membuka ponsel nya untuk mengecek kalau ada pesan masuk. Dan benar saja, ada beberapa pesan yang masuk, terutama dari tante Amber dan juga Gerald yang begitu banyak mengirimkan nya spam P.
“Gerald, kenapa harus spam begini sih. Astaga sampai sembilan ratus chat. Ketahuan banget kalau kamu itu jomblo akut, makanya spam ke aku,” gumam Shiena terkekeh sendiri ketika membuka pesan chat dari Gerald.
Namun, ketika ia balas dengan menanyakan ada apa, Gerald dengan santai nya hanya menjawab salah sambung. Iseng, dan kurang kerjaan. Bukankah itu memnag sepupu kurang ajar, dan tak ada akhlak. Batin Shiena ingin mengumpat kasar.
__ADS_1
Shiena begitu asik membalas pesan Chat hingga tiba tiba ia memekik kesakitan saat merasakan ada sesuatu yang begitu panas menimpa bahu hingga ke tangan nya. Membuat tangan nya reflek melempar ponsel ke meja karena merasa begitu panas.
"Auwhhh!"
“Oops, sorry,” ucap seseorang yang entah sengaja atau tidak menyiram kuah ramen panas kepada Shiena.
Dengan cepat, Shiena segera mendongak untuk melihat siapa orang tersebut. Dan betapa terkejut nya Shiena ketika melihat seorang wanita yang sejak dulu sangat membenci nya meskipun dirinya tak melakukan kesalahan apapun.
“Laras!” gumam Siena menahan perih di lengan nya.
Plaakkk!
__ADS_1
Shiena langsung berdiri dan menampar Laras dengan sekuat tenaga nya. Ia tidak pernah tahu mengapa sejak awal bertemu, Laras begitu membenci nya. Dan juga, ia tidak mempermasalahkan bila dirinya yang di hina oleh Laras. Namun kini ia sudah membawa anak nya, tentu saja dirinya langsung merasa tak terima dan marah.
“Kurang ajar kamu ya!” pekik Laras begitu marah, kini perdebatan keduanya menjadi pusat perhatian para pengunjung yang hadir. Bukan hanya pengunjung restoran,namun juga pengunjung Mall, karena dinding resto itu terbuat dari kaca yang mana orang di luar pun bisa melihat nya.
Laras yang begitu marah dan kesal, lantaran Shiena sudah menampar nya, kini ia langsung mendorong tubuh Shiena hingga terjungkal ke belakang. Namun, beruntung karena ada beberapa orang baik yang menolong Shiena sebelum terjatuh ke lantai.
“Maaf mba, apakah mata anda buta? Apakah anda tidak melihat dia sedang hamil besar?” pekik salah satu pengunjung yang ikut geram dengan sikap Laras.
“Heh Mas, gak usah ikut campur ya. Asal kalian tahu, dia ini wanita ja lang. Dan dia sudah merebut suami saya! Gara gara dia, suami saya pergi ninggalin saya, dia ini pelakor!” pekik nya begitu histeris, seketika itu juga membuat orang yang tadinya bersimpati kepada Shiena mendadak menjauh.
Namun, Shiena tidak memperdulikan nya. Ia tidak perduli dengan pandangan orang pada nya, karena ia tidak merasa menjadi pelakor sama sekali.
__ADS_1
“Oh, apakah kamu sudah di campakkan sama Bayu? Syukurlah, akhirnya mata hati dia terbuka, meskipun dia menjadi duda, sepertinya itu lebih baik daripada memiliki istri iblis seperti kamu!” balas Shiena dengan mengepalkan tangan nya kuat.
“Dasar ja lang murahan kamu!” pekik Laras dan hendak menyerang Shiena kembali.