Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Tugas dan kewajiban


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Shiena menatap keadaan sekeliling dengan perasaan yang entah tak menentu. Sejak tadi, setelah selesai makan malam, dirinya begitu bingung akan melakukan apa. Ia tidak membawa satu pakaian pun untuk berganti. Sementara dirinya juga belum mandi sejak tadi, membuat nya di landa kebingungan. Terlebih Clayton sejak tadi begitu fokus berbicara dengan ayah nya di ruang kerja.


Kalau saja tadi bunda Ella tak mengantarkan nya ke kamar Clayton. Mungkin saja kini dirinya masih menunggu Clayton di ruang televisi seorang diri. Sementara Claudya yang sejak tadi mengajak nya mengobrol memutuskan untuk tidur lantaran besok harus sekolah. Dan sejak awal memang ayah serta bunda nya sudah menerapkan bahwa sehabis makan malam, Claudya harus masuk ke kamar untuk belajar dan istirahat, kecuali libur sekolah.


Tok ... Tok ... Tok ...


Shiena langsung melangkahkan kaki untuk membuka pintu. Dan ia bisa melihat bahwa bunda mertua nya datang dengan membawa sebuah paper bag yang ia sendiri tidak tahu apa isinya.


“Sayang, ini ada pakaian bunda yang belum bunda pakai. Kamu bisa memakai nya, karena bunda lihat kamu tadi tidak membawa tas atau apapun itu,” ujar bunda Ella membuat Shiena tersenyum kikuk.


Clayton sudah menyiapkan segala keperluan Shiena, namun itu berada di dalam pesawat Pribadi nya. Sementara mereka tadi tidak berniat untuk menginap jadi ia tidak membawa apapun ketika dari bandara menuju rumah utama.

__ADS_1


“Terimakasih Bunda,”kata Shiena tersenyum lembut.


“Kamu sangat cantik, Shiena. Bunda berharap—“


“Bunda!” panggil Clayton segera menghampiri bunda dan istri nya yang sedang berbincang di ambang pintu.


“Kalian istirahat lah, bunda juga akan istirahat,” kata bunda Ella mengusap wajah Shiena dengan pelan, lalu ia segera memilih pergi.


“Apa yang di katakan oleh bunda ku?” tanya Clayton langsung mencengkram tangan Shiena dan membawa nya masuk ke dalam kamar.


“Clayton, lepasin! Sakiitt!” pekik Shiena berusaha melepaskan cengkraman tangan Clayton.


Brug!

__ADS_1


Clayton langsung menghempaskan tubuh Shiena ke atas tempat tidur dengan cukup kasar. Sehingga, membuat paper bag yang sejak tadi Shiena pegang terjatuh ke lantai.


“Kamu tidak perlu dekat apalagi akrab dengan keluarga ku! Karena kamu bukan bagian dari keluarga ini!” ujar Clayton dingin dan begitu menusuk relung hati Shiena.


Entah apa yang ada di pikiran Clayton saat ini. Entah bagaimana pula sikap serta sifat laki laki yang sudah menjadi suami bagi Sheina tersebut. Terkadang, Clayton begitu lembut padanya walau jarang, namun setidaknya ia bersikap baik meski datar. Namun terkadang juga sikap nya sangat kasar bahkan kata kata nya begitu menusuk relung batin nya.


“Bukan kah aku istri kamu? Aku menantu dan ipar mereka,” jawab Shiena mencoba memberanikan diri menatap wajah Clayton yang kini tengah mengukung nya.


“Kau mengakui bahwa kau istri ku?” tanya Clayton dengan senyum smirk di wajah nya. Yang entah mengapa, kini malah terlihat begitu menyeramkan bagi Shiena.


“Ma—maksud ku, i—itu ... A—aku, aaahhhh!” Pekik Shiena ketika merasakan tangan Clayton mulai menjamah tubuh nya.


“Akan ku perlihatkan tugas dan kewajiban seorang istri yang sesungguh nya,” bisik Clayton tepat di telinga Shiena, hingga membuat tubuh wanita itu semakin menegang dan melengking.

__ADS_1


__ADS_2