Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Ayahku


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Ada apa?" tanya Clayton dengan raut wajah datar nya, "Aku sudah akan pergi dari sini. Dan ku pastikan tidak akan kemari lagi!" imbuh nya sebelum mendapat jawaban dari lawan bicara nya.


"Pulang!" ujar nya singkat dan tak kalah dingin dari Clayton.


"Ckck aku juga mau pulang, ke rumah ku, Italia!" balas Clayton lagi dengan senyum sinis di wajah nya.


"Pulang ke rumah, Clayton! Jakarta bukan Italia!" tekan laki laki paruh baya itu yang sudah lelah mencari dan mencoba membujuk putra nya.


Ya, dia adalah Steven Arthajaya. Laki laki paruh baya yang sering di panggil dengan nama Stive, ayah kandung dari Clayton Arthajaya. Meskipun ia marah dan kecewa dengan perbuatan Clayton, namun tetap saja Clayton putra nya. Dan juga, sang istri kini semakin sering sakit ketika merindukan sosok Clayton.


Selama ini, Stive selalu berusaha mencari keberadaan Clayton. Bahkan, Stive juga tahu bahwa anak nya sudah mendirikan klan sendiri. Dan tidak bisa ia pungkiri bahwa kekuatan klan yang di miliki oleh Clayton jauh lebih unggul di banding klan milik nya sendiri, yang sudah lama ia tinggalkan.

__ADS_1


Tentu saja, sejak Stive menikahi Ella, ia tidak akan pernah masuk lagi dalam dunia gelap itu. ia selalu menikmati waktu nya bersama istri dan keluarga. Dan sangat tidak ia bayangkan sebelum nya bahwa ternyata putra sulung nya mampu membuat klan sendiri dan bersikap sejauh itu.


"Ckckck, aku anak buangan! aku tidak akan pulang!" tolak Clayton dan hendak pergi.


"Bunda kamu sakit! dan om Jhon sudah tidak ada di Jakarta!" ujar Stive datar membuat langkah kaki Clayton terhenti.


Ia seolah menimbang apakah ia akan mampir terlebih dulu ke rumah utama yang di Jakarta. Atau langsung pergi menuju bandara agar bisa segera terbang ke Italia.


Tidak, Clayton tidak bisa pulang ke rumah utama. Ia masih memiliki misi yang belum ia selesaikan. Ia tidak mungkin datang sebelum membawa kabar baik, pikirnya.


"Tidak ada yang lebih baik untuk hal itu. Lebih baik anda pulang lebih dulu, karena percuma—"


"Anda?" beo Stive begitu geram lantaran anak nya sendiri menyebut dirinya sebagai Anda.

__ADS_1


"Bukankah dulu, Anda yang meminta nya?" balas Clayton seolah mengingatkan kembali kenangan masa beberapa tahun silam. dimana peperangan itu di mulai.


Sementara Stive yang baru mengingat akan kata kata yang ia lontarkan dulu, hanya bisa mengepalkan tangan dengan kuat. Ternyata, ketika anak kandung nya sendiri menyebut dirinya sebagai Anda, bukan ayah lagi, terasa begitu sesak. Sangat sesak, sampai rasanya ia lupa untuk bernafas.


Lantas bagaimana bila Ella yang di sebut seperti itu okeh Clayton, pikir Stive menghela napas dengan kasar.


"Aku akan pulang saat apa yang ku lakukan, sudah bisa ku selesaikan!" ujar Clayton lagi lagi hendak meninggalkan sang ayah seorang diri di sana.


"Baiklah, aku akan membantu mu! Tapi setidaknya pulang walah sebentar. Bunda mu sakit, dan dia sangat menginginkan bertemu dengan mu!" ucap Stive dengan berat hati.


Iya, berat hati, saat harus mengatakan bahwa sang istri sangat menginginkan kedatangan putra nya. Jangan tanya mengapa, itu karena Stive sangat mencintai istri nya sehingga begitu sulit untuk merelakan bahwa istri nya menginginkan bertemu laki laki lain, meskipun laki laki itu adalah putra nya sendiri.


Sementara itu, Shiena yang masih berada di depan pintu helikopter hanya bisa terdiam dan mencoba menerka apa yang di bicarakan oleh dua laki laki yang memiliki paras hampir sama tersebut. Karena suara berisik dari baling baling helikopter membuat Shiena tidak bisa mendengar pembicaraan keduanya.

__ADS_1


'Wajah mereka hampir mirip, semoga dia bukan orang jahat atau preman lagi.' gumam Shiena berdoa dalam hati.


__ADS_2