Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Tertembak


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Dorr!


Arrrkhhhh


Satu tembakan berhasil bersarang di dada sang ketua Golden Man. Membuat semua mata langsung menatap ke arah berlawanan dimana tembakan itu berasal. Dan ketika melihat siapa yang sudah menembak, tentu saja membuat semua orang kembali terkejut. Terlebih Clayton yang langsung membulatkan mata nya dengan sempurna ketika melihat bagaimana istri nya sudah berdiri di teras mansion dan masih menodong pistol ke arah nya dengan tangan yang masih sedikit bergetar.


“Sa—Sayang ... “ gumam Clayton tanpa sadar memanggil Shiena dengan sebutan sayang. Namun beruntung karena situasi begitu banyak orang hingga membuat Shiena tidak akan mendengar panggilan dari Clayton.


Sementara itu, Shiena yang masih tremor karena sudah menembak seseorang kini tubuh nya semakin lemas. Bahkan ia tidak menyadari bahwa ada bahaya yang mengancam nya. Salah satu pengawal Golden Man yang tidak terima ketua nya tertembak langsung mengarahkan pistol nya kepada Shiena dan siap untuk menembak.


“Shiena awasss!” teriak Clayton seketika ia langsung berlari menghampiri istri nya dan memeluk nya dengan sangat erat hingga ...


Dorrr!

__ADS_1


Byurr


Sebuah darah segar berhasil menyembur dari mulut Clayton, yang membuat pakaian yang di kenakan Shiena berlumur darah.


“Brengsekk!” pekik Davis yang berada tak jauh dari keduanya, seketika ia langsung membalas tembakan itu dan kembali terjadi adu tembak.


Beberapa dari Golden Man berhasil melarikan diri dengan membawa ketuanya yang ternyata masih bernafas. Ia segara membawa nya menuju rumah sakit pribadi nya agar nyawa ketua nya segera tertolong. Sementara itu, Clayton yang masih memeluk Shiena kini sudah mulai hilang kesadaran.


Shiena segera merebahkan kepala Clayton dalam pangkuan nya, air matanya terus menangis karena rasa bersalah nya.


“Hiks hiks hiks maafin aku. Maafin aku hiks hiks. Davis cepatttt!” teriak Shiena ketika melihat Davis menghampiri nya.


“Aku bilang jangan keluar, kenapa—“


“Clay, diam lah dulu hiks hiks jangan banyak bicara. Aku takut hiks hiks,” ucap Shiena terisak, “Maafin aku hiks hiks. Maafin aku.”

__ADS_1


Davis segera menyuruh beberapa pengawal nya untuk membantu nya membawa Clayton ke rumah sakit pribadi nya. Tak lupa beberapa pengawal yang mengalami luka juga akan di bawa ke sana.


Ya, rumah sakit pribadi. Clayton dan beberapa mafia lain nya memiliki rumah sakit pribadi yang akan siap kapan pun mengobati luka mereka ketika kalah dalam berperang.


Selama dalam perjalanan, Shiena tak henti henti nya menangis dan berdoa agar Clayton bisa melewati masa kritis nya. Meskipun Shiena bukan seorang dokter, apalagi dukun. Namun ia sangat tahu bahwa luka yang di alami Clayton cukup parah. Terlebih ketika ia melihat bagaimana Clayton menyemburkan darah berkali kali.


Setelah sampai di rumah sakit tujuan nya, Davis dan Shiena segera memanggil dokter dan perawat yang bertugas. Mereka segera membawa Clayton menuju ruang UGD.


“Jangan sampai dia kenapa napa!” ancam Shiena ketika dokter hendak menutup pintu uang UGD.


“Kami akan berusaha,” jawab dokter itu menatap tak suka pada sosok Shiena yang berani memberikan nya ancaman.


“Shiena, kamu membunuh nya,” ucap Davis datar membuat langkah kaki Shiena yang sejak tadi mondar mandir kini terhenti seketika. Ia pun juga langsung menatap ke arah Davis.


“Dia tidak akan mati,” jawab Shiena tak kalah datar.

__ADS_1


__ADS_2