Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Bahagia


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Kakak!" seru Claudia ketika melihat kakak dan kakak ipar nya baru turun dari mobil.


Ya, pada akhirnya Clayton berhasil membujuk Shiena untuk pulang ke rumah nya. Meskipun awalnya berat, namun setelah tadi juga sempat mampir ke rumah Gerald. Dan tante Amber juga memberikan nasehat kepada Shiena. Akhirnya Shiena mau kembali pulang dengan Clayton.


"Halo, Claudi," sapa balik Shiena ketika Claudia sudah berdiri di depan nya dan memeluk perut besar nya.


"Claudi kangen banget sama kakak loh, sama adik bayi juga. Kakak perginya lama banget. Besok besok kalau kak Clayton jahatin kakak lagi, bilang aja sama Clau ya, biar Clau bantu pukulin kak Clayton nya. Biar kakak gak pergi lagi dari sini," oceh Claudi panjang lebar hingga membuat Shiena terkekeh.


"Memang nya, kakak jahat hem?" tanya Clayton yang begitu gemas dengan adik nya, lalu ia langsung menggendong Claudi di bahu nya dan membawa nya masuk ke dalam rumah.


"Kakak turunin Claudi!" pekik Claudia yang terus meronta dan memukul mukul punggung Clayton.


"Awas kamu, gak bakal kakak beliin lolipop lagi!" ancam Clayton dan langsung melemparkan adik nya ke sofa.


"Dih, memang nya Clau masih bocah!" seru Claudia dengan kesal, "Gak mempan sekarang kalau sogokan nya lolipop doang!" cetus nya.


"Terus kamu mau apalagi hem?" tanya Clayton dan duduk di samping Claudia.


"Sini Clau bisikin," ucap Clau sambil sesekali melirik ke arah sekitar.

__ADS_1


"Apa?" tanya Clayton mengerutkan dahi nya, ketika ia melihat sang adik yang terlihat serius.


Dengan pelan dan lembut, juga nada yang di buat semuanya mungkin. Claudia membisikkan kata kata yang begitu indah di telinga Clayton, hingga membuat laki laki itu langsung mendengus dsn berdecak.


"Ya kak ya, plisss," pinta Claudia seraya mengantupkan dua tangan nya di dagu, "Ayah sama Bunda tuh gak bakal ngizinin!"


"Kamu itu minta sama orang yang salah!" kata Clayton langsung menggelengkan kepala, "Tuh, minta sama kakak ipar kamu."


Sementara itu, Shiena yang baru saja datang bersama bunda Ella langsung mengerutkan dahi melihat Claudia yang langsung menatap ke arah nya.


Tadi, ketika Shiena hendak masuk ke dalam rumah. Ternyata bertepatan dengan bunda Ella yang baru saja tiba di rumah. Akhirnya, Shiena memilih menunggu dan masuk bersama.


"Itu, anak gadis bunda, dia emmttt—"


"Kakak jangan ember!" pekik Claudia tiba tiba dan langsung membekap mulut kakak nya dengan tangan.


"Claudi!" seru Clayton dan langsung melepaskan tangan Claudia dari mulut nya.


"Kakak udah janji ya sama Clau!" ancam Claudia menatap tajam pada sang kakak.


"Tapi kakak gak pernah setuju sama syarat kamu," kata Clayton dengan senyuman miring di wajah nya.

__ADS_1


"Kakakkkk!" rengek Claudia dengan kesal dan memukul bahu sang kakak, hingga membuat Clayton tertawa begitu lepas.


Sementara itu, Shiena yang melihat Clayton begitu bahagia dan bisa tertawa begitu lepas, merasa begitu bahagia dan bersyukur.


"Terimakasih ya Nak, karena kamu sudah mau kembali pulang kesini." ujar bunda Ella begitu tulus menggenggam tangan Shiena.


"Maafin Shiena bunda. Shiena—"


"Sssttt, Ayah dan Bunda yang seharusnya meminta maaf sama kamu, karena kami—"


"Enggak Bun, jangan meminta maaf pada Shiena. Ayah dan bunda tidak bersalah apapun sama Shiena. Dan terimakasih karena sudah mau menerima Shiena di rumah ini, Shiena sangat bahagia karena memiliki keluarga seperti ayah dan Bunda," ujar Shiena dengan tulus.


"Claudia gak di sebut juga!" sahut Claudia yang tiba tiba sudah mendekat dan duduk di antara Shiena dan Bunda Ella, "Clau gak mau temenan sama kak Clayton. Dia sekarang ember, Clau sama kak Shiena aja! kita jadi satu circle ya," celoteh Clau begitu manja kepada sang kakak ipar dan Bunda nya.


"Sembarangan aja!" cetus Clayton tak Terima, "Ini istri kakak. Jadi gak boleh!" imbuh nya, lalu ia dengan tiba tiba mengangkat tubuh Shiena dsn menggendong nya ala brydal stile.


"Clay!" pekik Shiena terkejut.


"Kakak! kak Shiena mau di bawa kemana!" seru Claudia seolah tak Terima.


"Ngamar!" jawab Ckayton dengan jelas dan singkat juga padat. Hingga membuat Shiena membulatkan matanya dengan sempurna dan spontan langsung memukul bahu sang suami.

__ADS_1


__ADS_2