Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Berbelanja


__ADS_3

...~Hapy Reading~...


Sesuai dengan yang di ucapkan Shiena tadi malam, kini siang nya Clayton dengan setia menemani Shiena untuk pergi ke salah satu pusat perbelanjaan yang tak jauh dari rumah nya.


Shiena begitu antusias dengan berbagai macam peralatan untuk baby nya. Dari mulai alat mandi, tempat tidur, bahkan untuk tempat bermain pun Shiena juga sudah membeli nya.


“Clay! Coba lihat,” ucap Shiena memanggil suami nya, ketika melihat satu benda yang begitu menggemaskan.


“Sayang, itu untuk perempuan, jangan aneh aneh deh.”kata Clayton langsung menolak dan menggelengkan kepala nya, ketika melihat sang istri menyentuh sebuah manekin bayi yang memakai dress tutu serta bando berwarna pink.


“Hehehe, tapi lucu ya,” ujar Shiena terkekeh, dan menatap gemas pada suami nya.


“Nanti, setelah baby boy lahir. Kita langsung bikin lagi, biar kamu bisa beli itu,” bisik Clayton dan langsung memeluk Shiena dari belakang.


“Clay, malu di lihatin orang. Lepasin ah!” kata Shiena berusaha melepaskan pelukan Clayton, karena mereka sedang berada di tempat umum.

__ADS_1


“Biarkan saja, mereka yang melihat paling iri,” ucap Clay dengan begitu santai, dan malah semakin mengeratkan pelukan nya, “BUkankah sudah ku katakan. Bahwa aku akan membuat semua wanita merasa iri pada mu, Cup.”


Sungguh, kini rasanya Shiena seperti terbang ke langit angkasa. Sifat Clayton benar-benar jauh dari ekspetasi nya. Bila laki laki itu dulu begitu dingin, cuek dan kaku. Namun sangat berbeda dengan saat ini, bahkan laki laki itu terkesan tak memiliki urat malu lagi. Batin Shiena dalam hati.


“Tapi Clay ... “


“Sssttt ... Sekarang, kamu mau membeli apa lagi?” tanya Clayton mengalihkan pembicaraan, namun tangan nya masih melingkar di perut besar Shiena, serta dagu nya sengaja ia topang kan pada bahu Shiena.


“Sepertinya sudah,” kata Shiena memilih mengakhiri sesi belanja nya, karena sudah merasa risi menjadi bahan tontonan orang orang yang melewati nya.


“Kita makan dulu,” ajak Clayton ketika mereka melewati beberapa restauran di dalam mall.


“Mau makan apa?” tanya Shiena, “Di sana kayaknya enak.” Shiena menunjuk ke salah satu resto yang menjual berbagai menu ramen.


“Kenapa harus mie,” kata Clayton menghela napas berat nya.

__ADS_1


“Hanya sekali, Clay. Plis lah, sekali ini aja, bukan aku kok yang mau,” ucap Shiena dengan memasang wajah senyum lebar nya.


Mau tak mau, akhirnya Clayton menuruti nya dan menggandeng tangan Shiena memasuki resto tersebut. Dengan begitu antusias, Shiena bahkan sampai memesan lebih dari lima menu dengan berbagai macam rasa.


“Kenapa banyak sekali?” keluh Clayton seolah tak suka, ketika melihat makanan yang di pesan Shiena sudah datang dan terhidang di meja nya.


“Aku hanya penasaran dengan rasa rasa nya. Dari penampilan nya sepertinya sangat menarik,” kata Shiena dengan begitu santai.


“Kamu cobain deh,” imbuh Shiena lalu ia menyuapkan satu suapan kepadaClayton.


Dengan berat hati, Clayton akhirnya menerima suapan ramen dari Shiena. Keduanya terus mengobrol hingga tanpa sadar, Clayton sudah menghabiskan tiga mangkuk ramen dari suapan Shiena.


“Katanya gak mau, kamu doyan apa laper sih,” celetuk Shiena terkekeh menahan gemas.


“Terpaksa,” jawab Clayton sedikit cemberut kesal.

__ADS_1


__ADS_2