Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Kunjungan dari sahabat


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Kakak kenapa?" tanya Claudya ketika membuka pintu rumah, dan melihat kakak ipar nya tengah duduk di lantai bersandar tembok dan sedikit meringis seolah menahan sesuatu.


"Clau," gumam Shiena sedikit tersenyum. Dengan perlahan, ia berusaha untuk bangkit, namun ternyata begitu sulit. Hingga akhirnya Claudya pun membantu nya.


"Kakak sakit? Kakak sudah periksa? mana vitamin kakak? bukankah hari ini jadwal kakak periksa ke dokter Widhi?" tanya Claudya beruntun, membuat Shiena sedikit tersenyum lega karena masih ada yang perduli padanya.


"Tadi dokter Widhi ada acara mendadak. Jadi, di tunda sampai besok, Gapapa kok," jawab Shiena berbohong, "Ah iya, kamu baru pulang sekolah?"


"Huum, capek banget tau. Kita ke kamar yuk kak."

__ADS_1


Shiena pun menganggukkan kepala nya dan menerima ajakan Claudya untuk masuk ke dalam kamar. Beruntung, kedua mertua nya sudah tidak ada di ruang tengah, jadilah Shiena dan Claudya bisa langsung menuju lantai dua.


Sementara itu, di rumah sakit. Clayton masih terdiam mencerna semua cerita yang di katakan para sahabat nya. Ya, saat ini, Naura dan Kenzo tengah mengunjungi nya karena mendapat kabar dari Edward bahwa Clayton sudah sadar.


"Sekarang, terserah sama lo mau percaya atau gak. Gue gak ada maksa apapun," ucap Kenzo menghela nafas nya dengan kasar ketika sejak tadi sudah berpidato panjang lebar, namun tidak ada tanggapan sama sekali dari sahabat nya.


"Clay," Naura menggenggam tangan Clayton, seketika membuat laki laki itu tersadar dari lamunan nya dan langsung menatap Naura dengan intens, "Shiena sedang hamil. Dia butuh kamu, di antara semua dan apapun yang ada di dunia ini. Yang di butuhkan seorang wanita ketika hamil, adalah suami. Jangan sampai kamu kehilangan moment itu," jelas nya panjang lebar.


"Sayang, aku cemburu loh kamu megang megang dia!" kata Kenzo langsung melepaskan genggaman tangan antara Naura dan Clayton.


"Sudahlah, mending kita pulang. Biarkan dia pusing dengan masalah nya sendiri. Tugas kita mengingatkan, bila dia tidak mau ya sudah," kata Kenzo sekali lagi yang kini langsung mendapatkan tendangan kaki dari Naura.

__ADS_1


Dug!


"Aduuhh!" pekik nya kesakitan, "Tuh, lo lihat Clay. Dari dulu istri gue, selalu belain lo! Puas kan!" dengus Kenzo berdecak kesal.


"Ckckck, kalian berdua membuat kepala ku semakin pusing. Lebih baik kalian pulang, kasihan anak kalian, jangan pacaran terus!" usir Clayton dengan senyum getir nya.


Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana dulu dirinya berusaha untuk menyatukan dua anak manusia di depan nya. Dan ia bersyukur, karena usaha dan perjuangan nya tidak sia sia.


"Clay, yang kasihan itu bukan anak ku. Tapi istri dan calon anak kamu. Dia butuh kamu, dan—" belum sempat Naura menyelesaikan kata- kata nya. Clayton lebih dulu memotong begitu saja.


"Akan aku pikirkan lagi, Ra. Makasih. Tapi untuk saat ini, aku memang masih bingung." ujar Clayton dengan menghela nafas sedikit berat.

__ADS_1


"Kamu hanya bingung Clay, tapi pikirkan Shiena. Dia sangat terluka," tutur Naura lagi berusaha untuk membujuk sahabat nya, "Setidaknya, jangan biarkan dia sendiri. Disini, dia hanya punya kamu. Dia tidak memiliki orang tua, dan dia sedang hamil besar. Ingat itu Clay."


"Meskipun kepala kamu tidak mengingat siapa Shiena. Tapi aku yakin, hati kamu masih mengingat siapa pemilik nya." imbuh Naura, lalu ia segera beranjak dan menyusul suami nya yang lebih dulu keluar karena mengangkat telfon.


__ADS_2