
...~Happy Reading~...
Setelah pulang dari acara pernikahan Edward, Clayton segera mengantarkan Shiena untuk pulang ke rumah Gerald kembali. Dan di sepanjang perjalanan, Shiena terus mengoceh dan bercerita tentang keseruan nya tadi ketika berkumpul dengan para sahabat Clayton
“Seandainya aku dulu tinggal di Indonesia, dan bisa satu sekolah dengan kalian. Mungkin seru kali ya?” gumam Shiena tersenyum membayangkan masa sekolah.
Bila di bandingkan masa sekolah nya dulu, tentu saja sekolah Clayton dan teman teman nya begitu menyenangkan. Karena sejak dulu Shiena tidak pernah memiliki teman dekat.
“Kalau kamu di Indonesia, pertemuan kita akan berbeda. Dan aku tidak yakin kita bisa bersama seperti sekarang,” jawab Clayton menghela nafas nya dengan berat.
Memang benar, kalau memang dari awal Clayton kenal bahkan dekat dengan Shiena sejak sekolah, mungkin akan sulit bagi Clayton menyukai Shiena. Karena dia adalah typekal laki laki yang sulit dan risi ketika di dekati. Apalagi, Shiena adalah type wanita yang hampir mirip seperti Jesika. Manja, sedikit arogan dan mau menang sendiri.
Berbeda dengan Naura yang mandiri, dan dewasa hingga membuat Clayton tertarik.
“Hemm, ya kamu benar.” Kata Shiena seraya menghela nafas nya kasar, “Oh ya, tadi Kenzo kenapa? Dia mengharapkan mu, mengharapkan untuk apa? DIa gak mungkin minta kamu jadi suami kedua Naura kan?” tanya Shiena seketika membuat Clayton langsung menginjak rem nya secara mendadak.
__ADS_1
Clayton pun langsung menatap tajam pada Shiena, “Kata mengharapkan mu, itu rasanya kaya ambigu banget gak sih?” ucap Shiena lagi seolah berfikir, dan ia enggan menatap ke arah wajah suami nya karena saat ini ia tahu suaminya sedang menatap nya tajam.
Karena tatapan nya tak di gubris oleh Shiena, Clayton akhirnya menarik napas nya dalam agar bisa menjelaskan dengan lembut, mengingat saat ini istrinya sedang hamil besar dan tidak bisa di kasarin sedikit.
“Dia meminta ku untuk mencari seseorang,” kata Clayton menjelaskan.
“Seseorang? Siapa? Perempuan atau laki- laki?” tanya Shiena penasaran.
“Perempuan,” jawab Clayton lagi seketika membuat Shiena mendengus kesal.
“Kamu cemburu?” tanya Clayton dengan senyuman miring di wajah nya.
“Pakai tanya lagi!” seru Shiena lagi dengan kesal, “Istri mana yang gak cemburu kalau suaminya mau mencari perempuan lagi hah!”
“Iya iya iya aku akan menyuruh Davis nanti. Tapi kamu pulang ya, aku gak mau kita lama lama begini, ya plis,” pinta Clayton memohon.
__ADS_1
Shiena terdiam untuk sesaat, apakah dirinya benar harus pulang. Shiena berfikir, sebenarnya ia juga kasihan dengan Clayton yang harus bolak balik setiap hari. Tapi, Siena juga masih bingung.
“Ayah sekarang tinggal di kantor. Karena Bunda memberi hukuman sejak kamu pergi dari rumah. Aku tahu, ayah sudah jahat dan salah sama kita, tapi aku mohon, maafin ayah ya.” Ucap Clayton kini menggenggam tangan Shiena.
“Clay aku—“
“Kamu masih gak bisa maafin ayah?” tanya Clayton seraya mengerutkan dahi nya.
“Clay, aku tidak pernah marah sama Ayah. Aku juga tahu, aya melakukan itu hanya untuk kamu, putra nya. Dan mungkin, bila kita di posisi ayah kita juga bisa melakukan lebih dari itu. Tapi—“
“Tapi kenapa? Aku sudah berubah Sayang. Aku janji akan berusaha semakin lebih baik lagi. Ya, kita pulang,” pinta Clayton lagi, “Hanya sampai kamu melahirkan. Setelah itu, kita pindah ke rumah baru kita.”
“Rumah baru?” Shiena langsung mengerutkan dahi nya, dan Clayton dengan cepat menganggukkan kepala.
Karena tanpa sepengetahuan Shiena, Clayton sedang merenovasi rumah nya dan akan ia jadikan tempat tinggal bila nanti mereka sudah memiliki anak. Tentu saja itu tidak akan lama lagi, bahkan Clayton menargetkan proses renovasi itu tidak boleh lebih dari satu bulan. Sehingga ia mempekerjakan begitu banyak orang agar segera selesai.
__ADS_1
...~To be continue .......