Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Siapa tukang Rusuh?


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Kamu mau kemana lagi?” tanya Clayton ketika sudah selesai memilih baju yang cocok untuk mereka pakai besok dalam acara pernikahan Edward.


“Mau jalan jalan, keliling kota jakarta. Mau lihat sunset disini juga gak bisa, jadi ya sudah kita keliling saja.” Kata Shiena dengan penuh semangat.


“Kamu yakin? Bagaimana dengan dia?” tanya Clayton sambil mengusap perut Shiena.


“Dia sangaaaat bahagia. Karena pergi sama Papa nya,” ujar Shiena tersenyum dan langsung menggandeng lengan Clayton dengan begitu manja.


Setiap kali, Clayton melihat Shiena yang selalu bersikap manja kepadanya. Hati Clayton begitu tersiksa. Rasa bersalah nya kian mencuat, terlebih karena nya Shiena harus kehilangan orang tua. Meskipun mereka meninggal karena bunuh diri, tapi secara tidak langsung itu semua karenanya. Karena kekejaman nya, membuat Clayton semakin merasa bersalah.


Itulah yang membuatnya semakin sulit untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Clayton sangat membenci dirinya, membenci sikap nya yang dulu dan membenci semua perlakuan nya kepada Shiena dahulu kala. Dan mungkin, seperti ini juga yang di rasakan oleh ayah nya dulu ketika baru insyaf.


“Baiklah, ayo kita jalan!” kata Clayton lalu ia membukakan pintu mobil untuk Shiena. Dan siap mengabulkan permintaan istri tercinta.

__ADS_1


Tak hanya berkeliling kota. Namun, Clayton juga mengajak Shiena untuk melewati tempat dirinya pernah bersekolah dengan para sahabat nya.


“Memangnya kamu pernah pacaran?” tanya Shiena mengerutkan dahi nya menatap ke arah sang suami, “Sama Jesika?” tebak nya.


“Kenapa jadi Jesika?” kata Clayton menghela nafas nya berat, “Aku sudah menganggap dia adik ku. Dan sampai kapan pun perasaan ku ke dia hanya sebatas adik. Dia sama seperti Claudi.”


“Tapi aku penasaran, siapa kira kira cinta pertama kamu,” ucap Shiena lagi.


“Tidak usah penasaran. Sekarang besok dan selamanya, cinta ku hanya ke kamu,” kata Clayton tersenyum seraya menggenggam tangan Shiena.


“Gombal!” cetus Shiena tak percaya.


“Tapi kamu gak pantes jadi romantis. Mungkin karena ini kamu di tolak sama cinta pertama kamu,” celetuk Shiena menahan tawa nya, “Ah atau mungkin cowok nya jauh lebih tampan dari kamu!”


“Tidak ada yang bisa mengalahkan ku! Apalagi tukang rusuh, kaya dia!” cetus Clayton mendengus.

__ADS_1


“Tukang rusuh? Siapa sih?” tanya Shiena semakin penasaran.


“Sudahlah, jangan bahas lagi. Aku tidak mau mengingat masa lalu, karena bagiku masa depan kita jauh lebih indah,” ucap Clayton kembali menggenggam tangan Shiena.


Keduanya pun menikmati malam panjang bersama di jalanan ibu kota. Hingga sekitar pukul sebelas malam, Clayton baru mengantarkan Shiena ke rumah Gerald. Dan ia segera pulang ke rumah nya.


Shiena pun segera membersihkan diri dan mengganti pakaian tidur sebelum istirahat. Tak lupa, ia juga membuka kembali galery ponsel nya, dan membuat beberapa memo untuk mengenang moment kebersamaan nya dengan Clayton.


“Apa kamu bahagia hem?” tanya Shiena sambil mengusap perut besar nya.


Dug!


Seketika itu juga bayinya langsung merespon hingga membuat Shiena terkekeh. Meskipun bayinya masih di dalam perut, namun Shiena sangat yakin dan merasa bahwa anak nya adalah anak yang cukup jenius. Ia begitu peka terhadap hal sekitar, apalagi bila itu menyangkut ayah nya. Setiap kali di ajak mengobrol atau berbicara, maka ia akan menendang seolah mendengarkan apa yang di katakan orang padanya.


“Mama gak sabar untuk bertemu kamu,” gumam Shiena pelan hingga tanpa sadar ia meneteskan air matanya.

__ADS_1


Sungguh, Shiena tidak menyangka bahwa kini Clayton sudah sangat berubah padanya. Ia sangat bahagia, karena pada akhirnya Shiena bisa merasakan apa yang di rasakan wanita wanita di luar sana, dimana ketika hamil selalu di perhatikan oleh sang suami.


...~To be continue .......


__ADS_2