
...~Happy Reading~...
“Sayang, kamu kenapa sih? Kayaknya gelisah terus dari tadi hem?” gumam Shiena sambil mengusap perut nya.
Sejak makan malam, hingga kini jam sudah menunjuk pada angka hampir satu dini hari. Namun, Shiena masih belum bisa memejamkan matanya, untuk istirahat. Sejak tadi, bayi di dalam kandungan nya terus bergerak dan menendang seolah sedang ada yang di rasakan. Shiena sudah mencoba mengajak nya berbicara, mengusap nya dan menenangkan nya, namun tetap saja bayi nya tidak mau diam hingga membuat pinggang nya kian terasa sakit dan perutnya kram.
“SSshhttt... Sayang. Apa kamu merindukan papa kamu?”
Dug!
Bayi nya kembali menendang, dan bahkan kini terasa semakin menyakitkan untuk Shiena. Sampai ia harus menahan nafas nya dalam dan menggigit bibir nya untuk menahan rasa nikmat tersebut.
Shiena segera mengambil ponsel nya yang berada di nakas. Ia ingin sekali menelfon suaminya, namun sejak dua hari dirinya berada di rumah Gerald. Clayton bahkan sama sekali tidka menghubungi nya. Jangankan menelfon, hanya sekedar mengirimkan pesan saja tidak ada.
__ADS_1
‘Sepertinya, Cuma kita yang merindukan papa kamu, Nak. Tapi—‘
Dug!
‘Astaga, Sayang. Besok saja ya, besok kita jalan jalan. Sekarang istirahat, plis. Mama mohon,” gumam Shiena yang terus merasakan sakit setiap kali bayi di dalam kandungan nya bergerak dan menendang.
Jduaarrr!
Suara petir mulai terdengar, memang sejak sore tadi, langit sudah mulai gelap seolah akan turun hujan. Dan benar saja, kini mulai ada suara petir. Shiena pun memutuskan untuk memejamkan mata nya berharap bisa segera tidur karena di luar juga sudah mulai hujan. Namun ternyata bayi nya masih ingin mengajak nya bermain.
‘Baiklah kita buat minuman hangat. Oke, setelah itu, mama mohon tidur ya Sayang?’ bujuk Shiena yang langsung mendapatkan respon dari bayi nya, Shiena hanya terkekeh geli, lalu ia segera beranjak dari tempat tidur nya dan keluar kamar menuju dapur.
Ketika sudah sampai di dapur, Shiena sempat mengerutkan dahi nya ketika melihat beberapa pembantu di rumah tante Amber masih belum tidur. Ada dua yang sedang sibuk di dapur yang sepertinya tengah membuat sesuatu.
__ADS_1
“Mba, kok belum tidur?” tegur Shiena dengan pelan.
“Non, Shiena. Itu Non, di suruh sama Ibu buat bikin sup.” Jawab nya.
“Jam segini? Tante nyuruh buat masak sup? Tante mau puasa kah?”
“Tidak Non, ini mau buat tamu nya Ibu.”
“Jam segini tante masih menerima tamu? Ini sudah malam banget loh Mba?” kata Shiena terkejut.
“Gak tau Non, mana kasihan itu Non tamu nya, basah kehujanan. Tadinya gak mau di ajak masuk. Tapi karena di paksa sama Ibu akhirnya mau, eh pas sampai di teras malah pingsan.”
“Pingsan?” Shiena langsung terdiam karena tidak tahu harus berkomentar apa, Ia tidka menyangka ada orang yang nekat bertamu malam malam begini, di saat hujan deras lagi. “sekarang orang nya dimana mbak?”
__ADS_1
“Itu Non, masih di ruang tamu sama den Gerald sama Ibu juga.”
Shiena menganggukkan kepala nya. Dan entah mengapa ia menjadi sangat penasaran dengan tamu dari tante Amber. Karena penasaran, dan ingin tahu, akhirnya Shiena memutuskan untuk pergi ke depan agar bisa melihat siapa tamu tersebut.