Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Sesak


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Euuggghh!


Clayton mulai membuka matanya setelah sekian lama tertidur. Tentu saja hal itu yang paling di nantikan oleh seluruh keluarga nya, terlebih Shiena, istrinya. Beberapa hari yang lalu, ketika Clayton memberikan sebuah sinyal pergerakan di tangan, membuat Shiena segera memberikan kabar bahagia itu kepada bunda Ella. Dan kini, setelah tiga hari, Clayton benar benar membuka mata nya. Membuat semua yang di sana menangis haru.


“Kakak, akhirnya kakak bangun hiks hiks hiks,” ucap Claudya yang langsung menghambur memeluk kakak nya, ia sejak tadi sudah menangis dan tidak kuasa ingin memeluk sang kakak.


Clayton tidak mengeluarkan suara nya, namun ia tersenyum melihat adik nya yang begitu cengeng. Di saat sang adik memeluk nya, Clayton mengarahkan pandangan nya ke sembarang arah. Setelah beberapa saat, Claudya segera melepaskan pelukan nya, dan di gantikan oleh bunda Ella, ia juga tak kalah terharu dari Claudya. Bunda juga menangis karena lega kini putra nya sudah bangun. Sementara itu, ayah Stive masih seperti biasa, datar dan dingin.


Namun, kini wajah datar nya bukan terlihat angkuh atau tidak perduli. Kini yang ia rasakan hanya kecemasan, ia takut bila nanti apa yang ia takutkan akan benar terjadi.


“Sayang, bunda sangat senang karena akhirnya kamu bangun, hiks hiks hiks. Terimakasih Nak, terimakasih karena sudah kembali,” ucap bunda Ella masih terisak, namun ia juga sudah melepaskan pelukan nya.


“Clay ... “ panggil Shiena dengan senyuman di wajah nya yang begitu manis meskipun wajahnya merah akibat menangis bahagia. Namun wanita itu masih terlihat sangat cantik.


“Siapa kamu?” tanya Clayton untuk pertama kalinya mengeluarkan suara.

__ADS_1


Deg!


Seketika langkah kaki Shiena terhenti. Senyuman di wajah nya menghilang, ketika matanya dan Clayton saling menatap. Shiena mengepalkan tangan dengan cukup erat dan menggigit bibir bawah nya untuk menahan rasa sesak yang ia rasakan.


“A—aku ... “


“Aku tidak perduli siapa kamu. Tinggalkan ruangan ini, aku tidak bisa menerima tamu orang luar!” ucap Clayton begitu dingin, lalu ia segera memalingkan wajah ke samping.


Jeduarrr!


Bagai tersambar petir di siang bolong. Hati Shiena semakin terasa sesak ketika Clayton menganggap dirinya orang luar. Apakah dia tidak melihat bahwa di perut nya ada hasil buah cinta mereka. Mengapa Clayton begitu tega berbicara seperti itu, batin Shiena.


“Sayang, kenapa kamu bicara seperti itu? Dia Shiena, istri kamu!” ucap bunda Ella mencoba menyadarkan putra sulung nya.


“Bunda jangan bercanda. Mana mungkin Clay sudah menikah, ckck!” kata Clayton berdecak dan menatap bunda nya dengan tatapan tak suka.


“Tapi kak, dia memang—“

__ADS_1


“Diamlah Clau, kamu masih kecil, jangan ikut campur. Nanti gak akan kakak belikan lolipop lagi, kamu,” ancam Clayton mendengus melirik adik nya dengan sinis.


“Claudy bukan anak kecil lagi, kenapa harus lolipop!” seru gadis ABG itu spontan dan memukul pelan lengan sang kakak.


“Aduhh, sakit Clau!” ringis Clayton berpura pura dan menahan senyum nya ketika berhasil menggoda adik nya.


“Clay, kamu benar benar tidak ingat siapa Shiena?” tanya bunda Ella kembali mengalihkan topik.


“Astaga Bunda, berhenti mengajak u bercanda. Clayton baru sadar loh, kepala ku masih sangat pusing,” keluh Clayton sedikit memijit kepala nya yang memang masih terasa sangat pusing.


Stive pun memberikan kode kepada istri nya agar berhenti memaksa Clayton untuk mengingat siapa Shiena. Ia juga menatap menantu nya dengan perasaan sangat bersalah. Ia merutuki dirinya sendiri mengapa dulu dirinya begitu gegabah dalam bertindak, dan kini ia merasa sangat kasihan kepada menantunya, terlebih calon cucu nya.


.


.


.

__ADS_1


...Holaaa, mommy mau kasih rekomendasi novel seru nih. Sembari nunggu mommy update, boleh yuk mampir kesini 🥰...



__ADS_2