
...~Happy Reading~...
Clayton yang baru saja keluar dari toilet, di buat bingung lantaran pengunjung semakin ramai dan ia juga mendengar suara keributan yang berasal tak jauh dari meja nya tadi. Dengan langkah cepat, Clayton segera menerobos dari kerumunan itu, dan betapa terkejut nya dia ketika melihat istrinya lah yangs edang bertengkar dengan seseorang.
Seketika jiwa iblis Clayton pun muncul, ia mengepalkan tangan nya dengan begitu erat, dengan rahang yang mengeras serta tatapan mata yang menyorot tajam pada wanita di depan Shiena. Terlebih ketika dia mendengar bahwa Shiena adalah wanita ja lang murahan yang sudah merebut suami dari wanita tersebut.
Dan ketika Clayton melihat wanita itu hendak menyerang Shiena kembali, dengan cepat ia menghampiri nya dan memelintir tangan wanita itu hingga membuat nya memekik kesakitan.
“Auuuwhhh!! Lepasin, aduhh sakit!” jerit Laras yang merasakan tulang tangan nya seperti hampir patah, “Lepasin, sialan. Tangan ku bisa patah nanti!” pekik Laras lagi sambil berusaha menahan nyeri di tangan nya yang kini sudah di angkat ke atas oleh Clayton.
“Berani sekali kamu menghina istri ku,” kata Clayton begitu dingin dan sangat marah.
__ADS_1
Hanya mendengar suara dan merasakan cekalan tangan saja, sudah berhasil membuat tubuh Laras dan beberapa orang yang di sana merinding.
“Kau bilang apa? Istri ku merebut suami kamu? Memang nya suami mu punya apa? Apakah dia lebih tampan dari ku? Cih, di lihat dari penampilan kamu, sepertinya hanya kaum rendahan. Lantas untuk apa istri ku harus menjadi seorang pelakor, kalau dia sudah memiliki suami yang jauh lebih sempurna, tampan dan juga kaya raya.” Kata Clayton datar, namun begitu penuh makna sindiran, dan tak lupa kesombongan.
“Sayang, sudah .. lepaskan dia,” pinta Shiena mendekati Clayton dan mencoba untuk menenangkan suami nya.
Awalnya, Clayton sudah cukup tenang dan senang karena Shiena kembali memanggil nya dengan sebutan sayang. Terlebih di depan banyak orang, dia sangat bahagia. Namun, bahagia itu seketika lenyap saat dia melihat baju Shiena yang basah, serta lengan kanan nya terlihat memerah akibat kuah ramen.
Seketika itu juga, ia semakin mencengkram kuat tangan Laras hingga membekas cap kuku di sana.
Bruukk!
__ADS_1
Clayton langsung melemparkan tubuh Laras hingga terjerembab ke lantai dan membentur meja. Ia pun segera menghampiri Shiena dan menggenggam tangan nya dengan begitu lembut.
“Kenapa bisa sampai begini?” tanya nya.
“Gapapa, hanya luka kecil,” jawab Shiena tak ingin membuat Clayton semakin khawatir.
“Luka kecil dari mana!”seru Clayton semakin marah, “Baju kamu basah, tangan kamu sampai merah begini, bisa bisa nya kamu bilang luka kecil! Jangan gila kamu!”
“Clay, ayo pulang,” ajak Shiena seraya menggigit bibir bawah nya.
“Baiklah kita pulang, dan untuk kalian semua. Berdoalah semoga istri dan anak ku tidak kenapa kenapa. Karena kalau sampai itu terjadi, maka hidup kalian akan menjadi taruhan nya!” ancam Clayton memberikan tatapan tajam pada setiap orang yang di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
Pyaarrr!
Langkah kaki Clayton dan Shiena langsung terhenti. Keduanya saling menatap dan ..