Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Penjelasan Davis


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Gak boleh nangis, gak! Gak boleh nangis, gak boleh sedih, hiks hiks hiks."


"Kenapa sakit banget hiks hiks. Padahal dulu aku sering di perlakukan seperti ini, kenapa—"


Shiena berusaha untuk meredam tangis nya. Berulang kali, ia terus memukul mukul dada nya berharap bisa mengurangi rasa sesak yang ia rasakan. Kini, dirinya tengah berada di luar ruangan Clayton. Ia begitu sakit hati ketika suaminya sendiri, sama sekali tidak mengenalnya, bahkan untuk melirik ke arah nya pun tidak.


"Nona, anda tidak apa?" tanya salah seorang pengawal yang selama ini berjaga di depan pintu ruangan Clayton.


Shiena hanya menggelengkan kepala nya. Ia berusaha menghentikan tangis nya. Namun, ternyata itu sangat sulit.

__ADS_1


Ya, selama Clayton di rawat di rumah sakit itu. Stive sampai menyewa satu lantai khusus dan memerintahkan beberapa pengawal untuk berjaga.


"Saya tidak apa," jawab Shiena segera menghaous air mata nya.


"Tuan Stive, menyuruh saya untuk mengantarkan Nona pulang ke Rumah." ujar pengawal itu lagi dan segera di balas anggukan kepala oleh Shiena.


Mungkin untuk saat ini, dirinya memang harus pulang. Mengingat bahwa Clayton tidak lagi mengenalinya, mungkin ketika laki laki itu pulang nanti, dia juga tidak akan mau berada satu kamar dengan Shiena, pikirnya.


Sementara itu, di dalam ruangan. Clayton terus berbincang dengan Davis dan Edward mengenai pekerjaan kembali. Ya, walaupun kesehatan nya belum pulih sempurna, namun ia sudah sangat penasaran dengan semua pekerjaan yang sudah ia tinggalkan selama berbulan bulan lama nya.


"Apakah kau benar benar tidak mengingat Shiena?" tanya Davis memastikan sekali lagi, ia sungguh bingung mengapa ingatan Clayton bisa hilang.

__ADS_1


"Jangan bahas nama itu, kepala ku tambah sakit!" keluh Clayton memijit pangkal hidung nya.


"Kau disini karena tertembak," ucap Davis mencoba menjelaskan, "Beberapa waktu lalu, Golden Mana menyerang mansion yang di Italia."


"Golden Man?" gumam Clayton begitu lirih sambil berusaha mengingat, "Golden Man, bukankah itu saudara nya Jefry? Jefry Abraham, apakah kalian sudah menemukan nya?" tanya Clayton ketika sudah mengingat satu nama.


Ya, Clayton masih bisa mengingat kenangan dia tahun yang lalu. Dan dua tahun terakhir ini, ia tidak bisa mengingat apapun. Karena itu, ia tidak mengenal siapa Shiena, atau bahkan mengingat kematian Abraham karena semua kejadian itu terjadi dalam kurun waktu dua tahun terakhir.


"Abraham sudah tewas, dia memilih bunuh diri dengan istrinya. Maka dari itu Golden Man tidak rela dan menyerang kita," jawab Davis lagi, membuat Clayton semakin mengerutkan dahi nya dengan sedikit mendesis.


"Sudahlah, kau itu baru saja sadar. Kenapa harus membahas hal seperti ini. Jangan di paksakan, cepat atau lambat, kau juga akan mengingat semuanya!" saut Edward yang sejak tadi terdiam karena asik dengan layar ponsel nya, kini akhirnya ikut bersuara.

__ADS_1


"Clayton, beberapa waktu yang lalu. Kenzo dan istri nya datang kemari. Dan juga, Jesika datang bersama Lucas, dia memberikan mu undangan pernikahan mereka bulan depan. Lebih baik, kau memikirkan bagaimana agar fisik dan mental mu cepat pulih. Jangan terburu buru membahas pekerjaan apalagi musuh bebuyutan!" imbuh nya seraya menghela nafas kasar.


"Jesika menikah? Siapa Lucas?" tanya Clayton begitu terkejut, "Bukankah dia masih koma? kapan dia sadar dan auuwhhhhh—" pekik nya ketika merasakan kepala nya seperti tertusuk benda tajam yang membuatnya semakin kesakitan.


__ADS_2