Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Jangan panik


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Pyaarrr!


Langkah kaki Clayton dan Shiena langsung terhenti. Keduanya saling menatap dan ...


“Sa—sayang ... “ panggil Clayton menatap bingung pada istri nya.


“A—air ketuban ku pecah,” gumam Shiena menahan napas nya karena terkejut.


Butuh beberapa detik untuk Clayton sadar dari keterkejutan nya, hingga tiba tiba suara Shiena menyadarkan nya.


“A—ayo ke rumah sakit,” ajak Shiena berusaha untuk tenang.


Tanpa banyak bicara lagi, Claytn langsung menggendong tubuh istri nya dan membawa nya berlari menuju lift. Namun naas, ketika pintu lift terbuka ternyata penuh.

__ADS_1


“Keluar kalian semua!” usir Clayton dengan wajah datar nya, “Ku bilang keluar!” bentak nya lagi hingga membuat semua orang takut dan memilih untuk keluar.


Clayton segera menekan tombol paling bawah, yaitu basemen. Setelah sampai, dia segera mengendarai mobil nya dengan kecepatan cukup tinggi.


“Clay, hati hati, jangan ngebut ah. Jangan panik,” Kata Shiena mengusap lengan suami nya.


“A—aku tidak panik!” jawab Clayton dengan cepat, hingga membuat Shiena tersenyum.


Karena apa yang di katakan oleh Clayton, serta yang di rasakan laki laki itu sangat berbanding terbalik. Meskipun mulut nya mengatakan tidak panik, namun Shiena bisa merasakan nya dari gerak gerik tubuh Clayton yang terlihat begitu kaku. Bahkan, keringat dingin sudah mengucur deras di pelipis nya, serta tangan yang sejak tadi mencengkram kemudi dengan begitu erat.


“Sayang ... tarik napas deh, terus keluarin pelan pelan. Aku beneran gapapa, baby juga masih aktif, jangan buru buru. Kamu bisa membahayakan orang lain,” ujar Shiena dengan begitu lembut dan akhirnya Clayton merasa sedikit tenang, walaupun masih begitu tegang.


Setelah beberapa saat, kini Clayton sudah sampai di rumah sakit tempat dimana biasa Shiena memeriksakan kandungan nya. Rupanya, Shiena juga sudah mengabari dokter Widhi, hingga ketika dirinya sampai, dokter Widhi sudah bersiap menunggu di depan.


“Bagaimana keadaan kamu Shiena?” tanya dokter Widhi sedikit panik.

__ADS_1


“Apa dokter tidak melihat, ketuban istri saya sudah pecah!” seru Clayton ketika turun dan segera membantu Shiena untuk menaiki kursi roda.


“Clayyy!” tegur Shiena untuk ke sekian kali nya, “Saya gapapa dok, tadi mungkin terlalu aktif jadi pecah ketuban.” Jawab Sheina menatap dokter Widhi.


“Apa kamu sudah merasakan mules?” tanya dokter Widhi sambil berjalan cepat menuju ruang persalinan.


“Sedikit Dok, tapi tidak terlalu,” kata Shiena sambil mengusap perut besar nya.


Setelah sampai di ruang persalinan, Shiena pun segera di tangani oleh dokter Widhi. Dan ketika melakukan pengecekan ternyata pembukaan Shiena baru lima, dan masih beberapa waktu lagi untuk mencapai pembukaan sempurna.


Dokter Widhi pun pamit undur diri sejenak. Setidaknya untuk mewaraskan diri terlebih dulu, karena orang yang akan ia bantu saat ini bukan sembarang orang kaya biasanya. Orang ini adalah teman, sahabat dari cucu rumah sakit, yaitu Kenzo. Jadi dokter Widhi ingin menyetok rasa sabar nya, mengingat ketika dulu waktu dia menangani kelahiran anak kembar Kenzo ia di buat pusing selama beberapa hari.


Tapi sepertinya Shiena berbeda dengan Naura. Sehingga dokter Widhi sangat berharap dia tidak akan melihat ke abstruk’an pasangan konyol untuk kedua kalinya.


...~To be continue......

__ADS_1


__ADS_2