
...~Happy Reading~...
Sementara itu, Shiena yang tidak mengerti dan mengenal orang orang di dalam ruangan nya kecuali mertua dan adik ipar nya. Hanya bisa diam dan menghela nafas nya berat. Pikiran nya kembali kacau, memikirkan bagaimana keadaan suami nya di sana. Ia bahkan tidak tahu saat ini berada di mana, yang ia tahu dirinya akan segera melakukan operasi donor jantung untuk gadis yang sama sekali tak ia kenal. Ia mengakui kesalahan nya dan dia sudah ikhlas bila harus mati.
“Kakak,” sapa Claudya yang melihat kakak ipar nya sudah bangun segera menghampiri daripada ikut bergelut dalam debat panas para orang dewasa. Jangan tanya dimana ayah Stive. Ia memilih menghindar dari istri nya, ia pergi untuk melihat keadaan Jesika yang ada di ruangan khusus.
“Clau,” balas Shiena dengan suara yang begitu serak dan lirih.
Mendengar suara Shiena yang begitu serak, sontak membuat bunda Ella segera menghentikan perdebatan nya dan menghampiri menantu dan anak nya.
“Sayang, kamu tidak apa apa? Apa yang kamu rasakan hem? Bilang sama bunda,” ucap bunda Ella begitu khawatir melihat keadaan menantu nya yang semakin terlihat begitu kurus dengan wajah pucat.
Tes...
Satu tetes air mata turun membasahi wajah Shiena ketika ia menatap wajah bunda Ella.
__ADS_1
“Clay—“
“Ssstt, jangan takut Sayang. Clayton akan baik baik saja. Dia anak yang kuat, kamu jangan khawatir. Kita pulang ya,” ajak bunda Ella membuat Shiena menatap bunda nya dengan begitu sedih.
Ia masih teringat aura dingin yang di pancarkan ayah mertua nya. Bukankah dirinya di bawa ke sana untuk di buat pendonor, mengapa bunda nya mengajak untuk pulang? Batin nya.
“Jangan pikirkan apapun. Bunda pastikan kamu dan Clayton akan bahagia dan bersama selama nya. Bunda akan selalu berusaha yang terbaik untuk kalian berdua,” tutur Ella membuat tangis Shiena semakin pecah.
“Sekarang, kamu fokus dengan kehamilan kamu. Clayton pasti akan sangat bahagia saat tahu kamu mengandung buah hati kalian,” imbuh Ella membuat Shiena semakin tak kuasa menahan tangis nya.
“Kakak benar benar sudah gila! Bagaimana bisa kakak berlaku sekejam itu!” seru Jasmine menggelengkan kepala, ia tak habis pikir bila kakak nya masih bisa memiliki pola pikir sekejam itu, batin nya.
“Ada apa, Sayang?” tanya Jhon langsung memeluk pinggang istri nya dari samping.
“Tidak apa, Mas. Oh ya, bagaimana keadaan siapa tadi nama nya aku lupa?” kata Jasmine balik bertanya.
__ADS_1
“Shiena, kamu bisa menanyakan nama nya pada mertua nya, dia ada di depan kamu, Sayang,” sindir Jhon melirik sinis pada Stive.
“Sudah lah, kalian berdua jangan seperti ini. Ingat, kalian besar bersama dan tumbuh bersama, jangan saling—“ ucap Jasmine jengah dengan perdebatan suami dan kakak nya.
Padahal, dulu Jhon begitu patuh dan menghormati Stive sebagai atasan nya. Namun, entah mengapa, semakin tua, sikap keduanya malah semakin terlihat seperti anak-anak. Terlebih, saat ketika Jhon tau putrinya terluka karena ulah putra Stive atau mantan bos nya itu. Bukan marah, hanya kesal dan kecewa, maka dari itu kini Jhon sudah sulit untuk menganggap Stive sebagai atasan lagi. Bahkan kini dirinya berkata seperti istri nya yang suka ceplas ceplos. Entah apa yang merasuki nya, namun baik Jasmine atau Ella sampai bingung melihat perubahan suami suami mereka.
“Hey, kau pikir kami anak kembar!” cetus Stive langsung mendelik ketika mendengar ucapan adik nya.
“Kalian memang kembar tapi beda pabrik produksi.” Jawab Jasmine berdecak.
“Sudahlah, lebih baik aku pulang. Jangan lupa berikan aku kabar tentang perkembangan Jesika. Jangan menyembunyikan nya lagi,” ucap Stive dan langsung pergi meninggalkan ruang perawatan Jesika begitu saja.
“Ma, Pa, bukankah kalian beruntung karena Jesika tidak jadi memiliki mertua seperti dia?” celetuk Lucas begitu saja seketika membuat Jhon dan Jasmine langsung menatap laki laki itu dengan tatapan horor.
“Eits, aku hanya bicara fakta.” Seru Lucas menyengir kuda dan langsung mengangkat kedua tangan nya ke udara.
__ADS_1