
...~Happy Reading~...
Setelah semua keluarga memberikan ucapan selamat, kini suasana ruang rawat itu semakin riuh ketika baby Claire sudah di antarkan oleh seorang perawat. Semua orang sudah tak sabar untuk berkenalan dengan baby Claire yang sudah di tunggu- tunggu.
“Woaah ini dia bintang utama kita,”seru Claudia ketika melihat seorang suster masuk dengan menggendong seorang bayi.
“Alhamdulilah,” gumam tante Amber dan langsung ikut mendekat ke arah brankar Shiena.
“Shiena, kenapa hidung nya nyungsep?” celetuk Gerald tiba tiba ketika melihat baby nya memang memiliki hidung sedikit pesek.
“Gerald, jangan bikin aku teriak!” seru Shiena langsung menatap tajam pada Gerald.
“Aku hanya bertanya,” kata Gerald tersenyum kecil, “Makanya jangan keseringan di tengokin, jadi kebentur kali itu, makanya sedikit—“
Bug!
“Aduhhh!” pekik Gerald ketika dengan tiba tiba Clayton memukul bahu nya.
__ADS_1
“Bercanda, astaga,” keluh Gerald langsung memilih untuk berpindah ke sisi kiri agar menjauh dari Clayton. Setelah melihat bahwa Shiena sudah baik baik saja dengan baby nya, akhirnya gerald dan tante Amber memilih untuk pamit dan akan kembali esok hari. Karena Gerald yang baru saja datang dari luar kota, membuat nya masih begitu lelah, jadinya ia pamit untuk istirahat. Selain itu, tante Amber juga ada urusan lain di luar, dan semua keluarga Clayton memaklumi hal itu.
“Ayah, Ayah. Lihat deh, dia mirip Claudi, kan?” kata Claudia yang sejak tadi berdiri di samping ayah nya dan melihat ke arah baby di gendongan Shiena.
“Mana ada mirip Claudi, dia mirip kakak lah,” ucap Clay menggoda sang adik.
“Ihh, wajah kakak kan mirip sama waja Claudi. Jadi sama aja, jadinya adik bayi nya juga mirip sama Clau!” cetus Claudi langsung memanyunkan bibir nya sebal.
“Heh, mana ada kakak mirip kamu. Yang ada, kamu mirip kakak!” ralat Clayton menggelengkan kepala nya.
“Sudah, sudah! Cukup!”kata bunda Ella menghela napas nya panjang, “Kalian berdua mirip ayah sama bunda. Udah selesai!” imbuh nya berdecak.
“Mana ada mirip kamu Sayang, mereka mirip aku.” Sambung ayah Stive tiba seketika membuat mata bunda Ella langsung melotot tajam.
Bagaimana kedua anak nya tidak berdebat, bila sang penanam bibit ikut ikutan bersikeras seperti itu? batin bunda Ella begitu kesal.
“Iya, mereka mirip kamu!” sambung ayah Stive tersenyum dan langsung memeluk istri nya dari samping.
__ADS_1
“Oh ya, kak Shiena. Siapa nama baby nya? Udah di kasih nama belum? Bagaimana kalau Clau—“
“Tidak perlu, karena dia sudah punya nama!” saut Clayton dengan cepat memotong ucapan Claudia.
“Belum juga usul udah di tolak,” cetus gadis remaja itu dengan begitu kesal.
Sementara Shiena hanya tersenyum dan merasa bahagia melihat perdebatan antara suami dan adik ipar nya tersebut.
“Namanya Claire,” jawab Shiena tersenyum dan mengusap lembut wajah putri nya.
“Claire Arthajaya,” sambung ayah Stive tiba tiba, hingga membuat Clayton langsung menatap ke arah ayah nya.
“Seharusnya yang mengatakan hal itu Clayton, Ayah. Kenapa jadi ayah!” ucap nya seolah tak terima.
“Sama saja, dia memang harus memakai nama belakang keluarga besar kita!” kata ayah Stive begitu santai.
“Hello baby Claire, welcome to the Arthajaya Family. Siapkan telinga kamu ya cantik, biar bisa tabah kaya kakak Claudi menghadapi pertengkaran dan perdebatan antara ayah dan Opa kamu,” ucap Claudi setengah berbisik namun masih mampu di dengar oleh semua orang.
__ADS_1