Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Mengemas barang


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Hari berganti hari dengan begitu cepat. Shiena dan Clayton pun sudah meresmikan pernikahan walau hanya sebatas akad tanpa adanya pesta


Namun, hingga saat ini keberadaan mami Sarah masih menjadi pertanyaan besar bagi Shiena. Ia ingin mencari namun juga tidak bisa melawan perkataan Clayton. Terlebih ketika Shiena tahu bahwa Clayton memiliki banyak senjata, tentu saja hal itu membuatnya takut.


"Kemasi pakaian mu! Kita pulang!" ujar Clayton begitu dingin sembari melepaskan pakaian nya.


"Pu—pulang? pulang kemana? bukankah kita sudah di rumah?" tanya Shiena sedikit bingung dan kurang mengerti dengan apa yang di katakan oleh Clayton, laki laki yang sudah resmi menjadi suami nya sejak satu minggu terakhir.


"Italia," jawab Clayton tanpa menatap Shiena.


"Aku gak mau! itu bukan rumah ku! aku akan tinggal disini, kalau kau mau ke sana, silahkan. Tapi aku akan tetap berada disini!" ucap Shiena dengan tegas dan yakin.

__ADS_1


Clayton yang tengah membuka kancing kemeja nya pun seketika langsung menghentikan tangan nya. Ia membalikkan badan dan melihat ke arah Shiena.


"Aku tidak memberikan mu penawaran! Sekarang kemasi barang mu!" ucap Clayton sedikit menunduk dan tepat berada di depan wajah Shiena.


Bohong kalau Shiena tidak takut ketika melihat raut wajah Clayton. Namun sebisa mungkin ia berusaha untuk menutupi nya.


"A—aku gak mau Clay! aku aaaahhhh!" pekik Shiena ketika tubuh nya kembali di dorong oleh Clayton hingga membuat wanita itu terjatuh ke atas tempat tidur.


Clayton pun langsung mengukung Shiena di bawah nya dan mencengkram dagu nya dengan lembut namun penuh penekanan.


Sementara itu, Clayton yang melihat wanita nya menangis ketakutan, akhirnya langsung bangkit dan menghela nafas nya dengan kasar.


"Waktu kita hanya satu jam. Kalau kau tidak juga selesai, maka tidak perlu membawa apapun!" ucap Clayton lalu ia segera pegi meninggalkan kamar nya.

__ADS_1


Tangis Shiena langsung pecah, ia bingung apakah dirinya harus mengikuti Clayton kembali ke Italia. Lantas bagaimana dengan mami nya. Bagaimana dengan ayah nya juga yang sangat melarang dirinya kembali ke negara itu.


Hingga waktu yang di berikan Clayton untuk bersiap telah usai. Shiena sama sekali tidak mengemasi barang nya. Tentu saja hal itu membuat Clayton marah, hanya saja kini dirinya tidak melakukan nya.


"Tidak membawa pakaian? bagus! aku lebih suka kau tanpa pakaian!" ujar Clayton dengan senyum menyeringai di wajah nya, ia pun langsung mengajak Shiena agar segera keluar dan menuju mobil.


Kali ini, dirinya pergi dengan menggunakan pesawat pribadi. Namun sebelum itu, Clayton dan Shiena akan menuju bandar adegan menggunakan helikopter yang sudah menunggu mereka di rooftop. Ia harus buru buru lantaran apa yang ia takut kan terjadi.


Dorrrr!


Dan benar saja, baru dirinya hendak menaiki pesawat, ia sudah mendengar suara tembakan dari arah belakang. Membuat nya harus menghela nafas dengan sangat kasar.


"Clayton, jangan mendekat. Aku takut! dia bawa senjata!" pekik Shiena begitu khawatir dan langsung mencengkram lengan kekar milik Clayton.

__ADS_1


Dengan perlahan namun n pasti, sosok laki laki yang berada di kejauhan itu mendekat dengan masih memainkan pistol di tangan nya begitu santai.


"Clay!" teriak Shiena namun tidak di dengar oleh sang empu nya karena suara berisik dari helikopter.


__ADS_2