
...~Happy Reading~...
“Sayang ... hehehe,” Shiena langsung menyengir kuda ketika melihat suaminya sudah berada di belakang nya, “Jangan marah, aku susah buat bangun nya. Gak bisa bujuk kamu, sini duduk,” imbuh Shiena sambil menepuk kursi di sebelah nya yang kosong.
Clayton tidak menjawab, ia masih berekspresi datar, mungkin kesal lebih tepat nya. Namun, ia juga menuruti kemauan Siena untuk duduk di sebelah nya.
“Ken, dimana Naura?” tanya Susan menatap ke arah Ken.
“Oh, lagi sama Mama. Raka lagi mode on rewel nya,” jawab Ken begitu santai, lalu ia duduk di samping Clayton, dengan menggeser tempat duduk Susan.
“Iks, dasar kang rusuh. Dateng- dateng ya buat rusuh!” umpat Susan dengan kesal, “Cowok gue juga kemana?”
“Astaga donat bantet! Lo punya HP kan? Telfon kek, dia lagi ke toilet! Ribet banget lo dari tadi,” kata Ken sedikit kesal, ia mengeluarkan ponsel nya untuk mengecek sebentar.
“Sembarangan aja donat bantet! Cewek gue nih!” seru Harry yang tiba tiba datang dan memukul bahu Ken dengan cukup keras
“Anjirr, sialan ini pasangan satu rusuh nya minta ampun!” umpat Ken dengan kesal.
“Astagfirullah, kalian ini bisa anteng sebentar gak sih!” teriak Arsy yang sejak tadi diam akhirnya bersuara.
__ADS_1
Dan ketika semua mendengar suara Arsy yang berteriak, mendadak langsung diam seketika.
“Shiena, Susan aku pamit dulu ya. Mau ada acara lain nih,” ujar Arsy memilih pamit kepada dua teman nya.
“Kok buru-buru?” tanya Shiena.
“Gak kok, aku sudah disini dari tadi. Kamu saja yang baru datang,” kata Arsy tersenyum, ia pun segera pamit dengan Susan dan Shiena dengan ber cipika- cipiki lalu pergi berlalu begitu saja.
“Cie yang di tinggalin sama mantan,” goda Susan terkekeh.
“Memang nya Arsy mantan nya dia?” tanya Shiena dengan polos nya menatap ke arah Susan dan melirik sekilas ke arah Kenzo yang duduk di samping suaminya.
“Donat bantet bisa diem gak!”seru Clayton untuk pertama kalinya memanggil Susan dengan sebutan tersebut.
Sejak dulu, Clayton selalu memanggil nama Susan dan tidak ingin ikut- ikutan seperti yang lain. Namun entah mengapa hari ini tiba tiba saja mulut nya reflek memanggil Susan dengan sebutan donat bantet.
“Woaahh lama gak ketemu, sekalinya ketemu, jahat banget mulut kamu ya Clay!” kata Susan dengan ketus.
“Clayton ih,” Shiena hanya bisa menegur Clayton dan menggelengkan kepala nya, memberi tanda bahwa dirinya tidak suka bila Clayton memanggil orang seperti itu.
__ADS_1
“Kita pulang saja, sepertinya disini terlalu lama, gak baik untuk pikiran kamu,” ucap Clayton berusaha untuk selembut mungkin kepada Shiena.
“Ihh nanti dulu, aku masih mau makan,” kata Shiena memanyunkan bibir nya dengan kesal.
Mau tak mau, Clayton pun menuruti kemauan Shiena. Dan pada akhirnya, Susan berhasil menceritakan masa putih abu- abunya bersama genk perkumpulan tukang, dimana dirinya harus menjadi sad boy demi kebahagiaan para sahabat nya.
Shiena tidak marah apalagi cemburu, ia malah kagum dan terharu dengan perjuangan suaminya. Bahwa memang benar, sahabat adalah nomor satu dan segalanya. Shiena kembali berfikir, mungkin bila dulu Clayton egois dan tetap mempertahankan hubungan nya dengan Naura, mungkin dirinya tidak akan memiliki kesempatan untuk dekat apalagi bersatu dengan Clayton. Begitu juga dengan Kenzo yang mungkin kita tidak tahu bagaimana kehidupan dia tanpa naura, mengingat mereka sahabat sejak kecil dan selalu bersama.
“Meskipun dia lebih tampan dari kamu, tapi bagiku kamulah yang paling spesial di hatiku. Kamu yang terhebat dalam segala hal apapun, dan aku hanya mencintai kamu seorang,” kata Shiena setengah berbisik di telinga Clayton, hingga tanpa sadar membuat laki laki yang memiliki julukan kang kulkas itu, langsung tersenyum merekah menghiasi wajah nya.
“Gila, Shiena kamu bisikin suami kamu apaan? Bisa bisa nya ada bunga merekah di atas kulkas enam belas pintu,” celetuk Susan yang melihat Clayton tersenyum, hingga membuat Kenzo dan Harry pun spontan melirik ke arah Clayton.
“Bisikan cinta,” jawab Shiena tersenyum lalu ia merangkul lengan Clayton dengan begitu manja.
“Cckckck kalian berdua, bisa bisa nya ngumbar kemesraan disini. Sudahlah, aku mau nyari istri dan anak ku,” Kenzo pun memilih bangkit untuk mencari keberadaan anak dan istri nya, “Clay, aku sangat mengharapkan mu,” imbuh Kenzo menatap serius kepada Clayton.
“Akan aku usahakan secepatnya,” jawab Clayton menganggukkan kepala nya.
...~To be continue .......
__ADS_1