
...~Happy Reading~...
Setelah puas menggempur Shiena selama beberapa hari. Kini, waktunya Clayton harus memulai aktivitas nya seperti biasa. Ia mulai kembali melanjutkan pekerjaan nya di kantor, sementara Shiena, ia sedikit tersenyum lega setiap kali melihat Clayton pergi ke kantor setiap pagi.
Tentu saja ia bahagia, karena untuk beberapa saat, dirinya bisa terbebas dari pekerjaan yang sangat melelahkan. Walaupun nikmat, tetap saja tubuh nya merasa lelah.
"Sebenernya, kamu begitu tampan bila tersenyum begini. Tapi kenapa untuk melihat senyum kamu, begitu sulit. Bahkan beberapa bulan kita menikah, aku baru melihat kamu tertawa lepas satu kali.' gumam Shiena dalam hati nya ketika ia menatap sebuah foto yang berada di ruang kerja Clayton.
Ya, hubungan Shiena dan Clayton semakin membaik. Bahkan, laki laki itu tidak kasar seperti saat saat pertama dulu. Meskipun, tidak lembut juga. Namun, Shiena cukup merasa nyaman selama tinggal di Italia bersama suami nya.
Siang ini, Clayton menelfon nya untuk meminta tolong agar Shiena mengantarkan sebuah dokumen penting yang tertinggal di ruang kerja nya. Awal nya, Clayton ingin menyuruh Davis, hanya saja laki laki itu masih begitu sibuk dengan klien lain nya. Sehingga mau tak mau Clayton menghubungi Shiena.
__ADS_1
Tentu saja Shiena dengan senang hati akan mengantarkan nya. Selain ingin melihat kantor suami nya, Shiena juga ingin berjalan jalan keluar mansion.
Meskipun mansion Clayton begitu besar, bahkan dua sampai tiga kali lipat dari mansion papi nya. Namun tetap saja Shiena merasa seperti burung dalam sangkar. Karena selama ini, Clayton selalu melarang nya untuk pergi keluar. Bahkan, untuk keluar dari gerbang saja tak di izinkan oleh Clayton.
Sehari hari, Shiena hanya menghabiskan waktu nya di dalam mansion.
"Terimakasih, Pak," ujar Shiena begitu lembut dan sopan, meskipun kepada supir nya. Ia segera turun dan berjalan memasuki gedung perkantoran milik suami nya.
"Permisi, saya ingin mengantarkan berkas untuk tuan Clayton," ujar Shiena kepada bagian resepsionis.
"Belum, tapi saya—"
__ADS_1
"Maaf Nona, bila anda belum membuat janji. Maka anda tidak bisa bertemu dengan tuan Clayton. Anda bisa membuat janji terlebih dulu," ucap resepsionis itu memotong ucapan Shiena begitu saja.
"Tapi ini penting," ujar Shiena lagi namun tetap saja di abaikan oleh resepsionis tersebut.
"Kalau begitu, anda bisa meletakkan berkas itu di sini. Dan biar kami yang mengantarkan nya nanti," balas resepsionis itu acuh kepada Shiena.
"Tidak bisa, ini berkas penting dan tidak bisa di serahkan sembarang orang!" kata Shiena kekeuh, karena tadi ia sempat membuka isi berkas itu karena penasaran.
Dan isi berkas itu adalah sebuah kontrak kerjasama yang begitu penting, dengan nilai yang sangat tidak sedikit. Terlebih, Clayton tadi sudah mengatakan bahwa ia sangat membutuhkan berkas itu dengan cepat. Jadi, mana bisa nanti nanti, pikir Shiena.
Merasa di abaikan, akhirnya Shiena memilih untuk nekat dan menerobos masuk. Namun, ketika dirinya hendak memasuki lift, ia terhenti lantaran tidak memiliki kartu. Bertepatan dengan itu, salah satu resepsionis tadi sudah berhasil mengejar nya dengan membawa dia scurity sekaligus.
__ADS_1
Shiena yang di landa panik, baru saja mengeluarkan ponsel dan hendak menelfon Clayton. Namun, tiba tiba saja tangan nya di tarik paksa oleh resepsionis hingga membuat ponsel nya hancur dan berserakan di lantai.
"Lepaskan dia!"