
...~Happy Reading~...
Dorrr!
Clayton terpaksa menarik pelatuk nya, ketika ada yang berani mendekati mobil nya. Bukan ia kalah, hanya saja kini dirinya sibuk menghajar dua preman,. sementara ada dua lagi yang mendekati mobil hendak menakuti Shiena. Padahal tiga di antara nya sudah tidak berdaya, atau mungkin bahkan tidak bernyawa.
Bug!
Bug!
Bug!
"Auuuwhhhhhhhh!" pekik salah satu preman yang menghajar Ckayton, namun berhasil Clayton patahkan tangan nya.
Setelah memutar tangan itu, Clayton langsung membanting kan ke tanah hingga membuat kepala itu berciuman dengan aspal. Bahkan, Clayton tidak segan segan untuk menginjak kepala manusia yang sudah berani melawan nya.
Tidak puas di situ, Clayton juga menghajar habis habisan tiga orang yang masih tersisa. Salah satu di antara nya sudah terkena luka tembak pada tangan nya. Namun tetap saja, ia masih berani melawan Clayton.
Dor!
Dor!
__ADS_1
"Dor!
Dan pada akhirnya, Clayton mengambil jalan pintas nya. Ia membunuh tiga preman itu hanya dengan satu kali tembakan. Sementara beberapa yang terkapar di jalan, Clayton langsung menarik nya ke pinggiran dan membiarkan nya begitu saja.
Brug!
Clayton masuk kembali ke dalam mobil dengan nafas memburu. Keringat bercampur darah yang menghiasi wajah nya, kini semakin n terlihat mengerikan, membuat Shiena yang berada di dalam mobil itu semakin merasa ketakutan.
'Bereskan mereka!" ucap Clayton saat menelfon seseorang, "Aku akan mengirimkan lokasinya sekarang!" imbuh nya, lalu ia segera mematikan sambungan telfon nya begitu saja tanpa mendengarkan jawaban dari kawan bicara nya.
"C—Clayton, ka—kamu gapapa? " tanya Shiena sedikit takut menatap wajah Clayton.
"Apa aku terlihat selemah itu?" kata Clayton balik bertanya.
"Kau juga kuat, meski berdarah kau masih tetap bernyanyi merdu," kata Clayton menyindir di iringi dengan senyum sinis.
Seketika itu juga, Shiena merutuki kebodohan nya. Tidak seharusnya dirinya menghawatirkan keadaan Clayton. Karena laki laki itu selain memiliki hati batu, namun juga memiliki fisik seperti batu yang tidak akan mudah goyah apalagi terkalahkan.
Shiena mendengus, lalu ia segera memalingkan wajah nya ke arah jendela mobil. Ia memilih untuk menikmati pemandangan dari luar kaca jendela, daripada harus menatap wajah Clayton yang lebam namun tak ingin di perhatikan itu.
"Apa kau ingin bernyanyi lagi?" ujar Clayton kini mulai mengusap wajah Shiena. Mobil nya sudah berhenti tepat di halaman rumah Clayton.
__ADS_1
"Tidak!" jawab Shiena dengan cepat, ia pun segera melepaskan seatbelt nya dan hendak pergi.
Baru saja dirinya hendak membuka pintu mobil, namun dengan cepat Clayton menahan tangan Shiena dan kembali mengunci pintu mobil nya.
"Clay, aku mau keluar!" seru Shiena memberontak ingin membuka pintu mobil.
"Aku menginginkan suara mu lagi," bisik Clayton kini langsung mengendus leher jenjang Shiena dengan begitu lembut dan sensual.
"Clay, lepasin!"
"Haruskah aku lepaskan?" bisik Clayton lagi, dan kini, Clayton segera mengangkat tubuh Shiena dan meletakkan nya di atas pangkuan.
Tentu saja Shiena memberontak, namun sayang tenaga nya tidak sebanding dengan tenaga lelaki batu tersebut.
"Kalau saja tadi aku kalah. Maka tubuh ini akan di jamah oleh merek?" kata Clayton masih dengan suara berbisik, namun kini tangan nya sudah tidak tinggal diam. Ia. mengajak tangan nya untuk berjalan jalan dan menjelajahi pegunungan yang begitu indah dan kenyal.
Eughhh
"Cu—cukup Clay!" desah Shiena dengan kepala yang mengadah ke atas, sehingga memudahkan wajah Clayton untuk berjelajah di area leher nya.
"Cukup? tapi tubuh kamu menginginkan lebih!" kata Clayton tersenyum sinis.
__ADS_1
"Clay... eughh!"
"Teruslah bernyanyi, agar aku bisa menikmati suara indah mu." bisik Clayton yang semakin membuat tubuh Shiena bergetar hebat.