
...~Happy Reading~...
Hari ini, Clayton sudah di perbolehkan untuk pulang. Dengan di jemput oleh orang tuanya, kini Clayton sudah sampai di rumah, yang beberapa tahun ini ia tinggalkan. Menuruni mobil, ia berjalan dengan perlahan menggenggam jemari tangan sang bunda. Dan ketika ia membuka pintu, ternyata semua keluarga dan sahabat nya sudah berkumpul di sana untuk menyambut kedatangan nya dari rumah sakit.
Di antara semua orang yang berada di ruangan itu, mata Clayton hanya tertuju pada beberapa wanita yang tengah berdiri di sudut ruangan dan tersenyum ke arah nya.
“Bagaimana Clay? Apakah kamu masih ingat sama kami?” tanya seorang laki- laki paruh baya yang seumuran dengan ayah nya.
Ya, dialah om Jhon. Orang sudah cukup lama tak ia temui. Ia hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu setelah itu ia merasakan pelukan dari istri om Jhon yang tak lain adalah tante Jasmine, adik dari ayah Stive. Mereka kini memnag sudah menetap kembali di Jakarta, karena kesehatan Jesika yang sudah sembuh, terlebih sebentar lagi gadis itu akan menikah.
Clayton melangkah kan kaki nya, menghampiri beberapa wanita yang berada tak jauh dari nya berdiri. Ia langsung menggenggam tangan salah satu wanita di sana hingga membuat semua orang hampir terkejut.
__ADS_1
“Apa kamu yakin sudah baik- baik saja? Tidak ada yang terluka lagi? Apakah—“
“Aku baik- baik saja Clay,” jawab nya tersenyum, gadis itu pun langsung memeluk Clayton dengan cukup erat hingga membuat semua orang semakin menatap tak percaya.
“Jes, lepaskan,” ujar Clayton melepaskan pelukan Jesika, “Dimana calon suami kamu?” tanya nya sedikit berdeham.
“Dia seorang dokter, tentu saja dia bekerja. Dia bukan pengangguran,” jawab Jesika sedikit berdecak, lalu matanya melirik ke arah Shiena sekilas, “Maaf ya Na. Hanya pelukan seorang saudara kok,” imbuh nya yang langsung di balas senyuman tipis oleh Shiena.
Shiena cukup terhibur dengan kedatangan teman teman dari suami nya. Bahkan ia sempat bahagia ketika Clayton berjalan ke arah nya. Namun, kebahagiaan nya langsung redup ketika ternyata yang di hampiri Clayton adalah Jesika, bukan dirinya.
Sementara itu, Clayton hanya menatap datar pada Shiena itupun tidak lama. Lalu ia segera berbalik dan menghampiri dua sahabat nya yang ternyata juga sedang berada di sana.
__ADS_1
“Shiena, are you oke?” tanya Naura sedikit khawatir ketika melihat perubahan raut wajah pada Shiena.
"Hha? A—aku, aku gapapa kok.” Jawab Shiena dengan tersenyum paksa.
Naura tahu, bahwa Shiena sedang tidak baik baik saja. Terlebih sejak tadi, wanita itu terus mengusap perut besar nya. Dan Naura yakin pasti hati Shiena begitu sakit melihat suami nya yang terus mengabaikan nya bahkan tidak mengenali nya.
“Shiena, kamu wanita kuat. Kamu cantik dan aku percaya, kamu akan menjadi ibu yang luar biasa untuk baby kalian kelak. Kamu harus kuat dan banyak bersabar, aku akan membantu kamu sebisa ku,” ujar Naura lagi dan kini ia menggenggam tangan Shiena.
“Tenang Shiena, bukan hanya Naura. Namun aku dan juga Susan juga akan membantu kamu.” Sambung Jesika ikut menimpali perkataan Naura, “Karena aku juga pernah berada di posisi kamu,” imbuh nya begitu lirih, dan melirik ke arah Naura.
“Masa lalu Jes, jangan menatap ku seperti itu!” saut Naura langsung memberikan tatapan tajam pada Jesika, sehingga membuat dua gadis itu yang tak lain Jesika dan Susan langsung tertawa terbahak bahak.
__ADS_1
‘Terimakasih Tuhan, telah menghadirkan orang- orang baik seperti mereka,’ gumam Shiena bersyukur dalam hati nya.