
...~Happy Reading~...
"Tu— tuan... " Mendengar suara bariton dari sang atasan, membuat beberapa karyawan yang mengerubungi pertikaian Shiena dan scurity seketika menunduk takut.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Clayton dengan tatapan tajam nya.
"Aku?" gumam Shiena mengerutkan dahi sambil menunjuk dada nya sendiri.
"Tuan, saya sudah mencegah nya untuk masuk. Tapi dia nekat dan—"
"Aku tanya sekali lagi, apa yang kau lakukan!" bentak Clayton semakin berkilat amarah.
Brug!
Clayton segera menarik tangan Shiena yang masih berada di dekat resepsionis, hingga membuat Shiena langsung menabrak kasar dada bidang Clayton.
__ADS_1
"Davis, kau urus mereka yang sudah berani melukai, istriku!" tekan Clayton dingin, seketika membuat begitu banyak pasang mata membola dengan sempurna.
"I—istri?" gumam resepsionis itu dengan bergetar, ia tidak menyangka bahwa orang yang sudah ia perlakukan kasar adalah istri dari bos nya.
"Dan kamu, jangan harap bisa lolos karena sudah membuat onar di kantor ku!" bisik Clayton di telinga Shiena, dan tanpa permisi ia langsung mengangkat tubuh Shiena dan menggendong nya ala bridal memasuki lift pribadi nya.
"Yaaaakkkk!" pekik Shiena begitu terkejut ketika merasakan tubuh nya melayang. Terlebih ketika ia mendengar bisikan Clayton yang begitu menyesatkan.
Clayton membawa Shiena menuju ruang kerja nya. Untuk pertama kali dalam seumur hidup, Clayton membawa seorang wanita ke ruangan nya. Bahkan, untuk sekertaris nya saja tidak pernah ia biarkan memasuki ruangan. Dan bila ada hal yang akan di sampaikan, maka Clayton akan menyuruh sekertaris nya untuk menemui Davis selaku asisten pribadi nya yang ruangan nya tepat di samping ruangan Clayton.
"Clayton, sakittt!" pekik Shiena sekali lagi, ketika Clayton melemparkan tubuh nya pada sebuah sofa.
"Aku menyuruh mu mengantarkan dokumen, kenapa kamu malah membuat kekacauan?"
"Aku tidak membuat nya. Jelas jelas, dia yang— emmmmttthh." Ucapan Shiena terhenti ketika bibir nya dengan cepat di bungkam oleh bibir Clayton.
__ADS_1
"Clay..." Desa han lolos begitu saja ketika tangan Clayton mulai menjelajahi setiap lekuk tubuh Shiena. Tangan Clayton begitu terampil untuk memanjakan setiap titik sensitif di seluruh tubuh istri nya.
"Aku sedang ingin marah," bisik Clayton seraya mengecup leher jenjang Shiena, perlahan namun pasti, Clayton semakin mendorong tubuh nya hingga kini ia menindih Shiena di atas sofa.
"Kau bukan ingin marah. Tapi ingin, ahhhhh—" pekik Shiena ingin protes dan meralat ucapan suami nya, namun Clayton begitu pandai mengubah pekikan itu menjadi sebuah desahann.
"Ya, aku memang menginginkan nya. Karena cuma kamu yang bisa meredam kan amarah ku, " bisik Clayton yang tanpa sadar membuat hati Shiena sedikit bergetar.
Apakah dirinya jatuh cinta dengan Clayton?
apakah salah bila memang ia mencintai suami nya? setelah apa yang mereka lakukan beberapa bulan terakhir, yang hampir setiap. malam nya selalu mereka habiskan untuk berperang di atas ranjang.
Pada awalnya, memang berat untuk Shiena harus menghadapi sikap arogan dan kasar Clayton. Namun, perlahan dirinya mulai terbiasa, terlebih ketika Clayton selalu bersikap manis terhadap nya bila ketika berdua. Tanpa sadar, membuat benih benih itu tumbuh dan berkembang. Dan kini, Shiena mulai menikmati peran nya. Bahkan, ia tidak perduli bila memang Clayton hanya menganggap nya sebagai ****** penebus hutang orang tua nya.
Menyakitkan, sangat menyakitkan. Tapi Shiena lega karena biar bagaimana pun, ia menjadi ****** untuk suami nya sendiri. Meski awal percintaan mereka tidak di dasari oleh pernikahan, namun ia menerima saat Clayton bertanggung jawab dan memutuskan untuk menikahi nya setelah tahu bahwa mahkota nya sudah direnggut.
__ADS_1
"Kita pindah ke dalam," bisik Clayton dan ia langsung menggendong kembali tubuh Shiena tanpa melepas penyatuan nya, menuju kamar. Sehingga membuat Shiena semakin mengeluarkan suara yang begitu merdu di telinga Clayton.
Membuat laki laki itu semakin bergairah dan tidak sabar melanjutkan permainan nya. Bahkan ia tidak memperdulikan bila nanti Davis masuk ke ruangan nya dan melihat bagaimana berantakan nya ruangan itu dengan pakaian nya dan Shiena yang bercecer di lantai.