Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Sibuk nabur


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Clau!” seru Ella dan segera menarik tangan putri nya agar menjauh dari dokter tersebut.


Sontak saja, teriakan Ella membuat beberapa orang yang di sana begitu terkejut, termasuk Shiena yang baru saja membuka mata nya.


“Bunda apa apaan sih, ah!” kata Claudia dengan kesal dan menghempaskan tangan sang bunda.


“Kamu ini masih kecil, kenapa sudah pacaran? Inget Clau, kamu ini masih sekolah. SMP saja kamu belum masuk, ini sudah mau mengenal pria. Bunda tidak setuju, apalagi kamu lihat dia sudah sangat dewasa, kamu jangan gila, Clau!” ucap Ella begitu menggebu tanpa mau mendengarkan penjelasan Claudya.


“Bunda bisa diem dulu gak sih? Clau mau jelasin!” seru Clau jengah dengan bunda nya karena ketika bunda nya marah, ia tidak akan mengenal tempat dan waktu.


“Apa yang mau kamu jelasin, lebih baik sekarang kita pulang. Ayo!” Ella hendak menarik tangan Claudya dan membawa nya pergi, namun suara bariton laki laki yang berada di ambang pintu itu seketika menghentikan niat nya.

__ADS_1


“El, kenapa kamu begitu kasar sih dengan putri mu?” tanya laki laki itu yang tak lain adalah Jhon.


Padahal tadi, niatnya ingin menemui sang istri di kamar putranya. Namun ternyata ia urungkan lantaran penasaran dengan drama berikutnya yang akan di perankan oleh Ella.


“Kamu ini sengaja mau balas dendam pada ku, iya? Kamu mau menjodohkan anak ku dengan dokter tua itu?” cetus Ella menatap tajam pada Jhon.


“Menjodohkan bagaimana?” tanya Jhon semakin tak mengerti.


“Tadi kamu bilang aku harus menemui mereka. Sementara menantu ku Cuma satu, kamu sengaja mau menjodohkan Claudya dengan dokter itu? Kamu gila Jhon, anak ku masih kecil dia masih—“


“Selamat sore Mrs. Ella. Perkenalkan nama saya Lucas, saya yang tadi memeriksa keadaan menantu mrs. Dan saya juga yang merawat Jesika selama ini,” ujar nya membuat Ella langsung terdiam dan menatap pada dokter Lucas.


“Jangan bertele tele, cepat katakan siapa yang aku maksud mereka!” kata Jhon sedikit kesal kepada laki laki muda tersebut.

__ADS_1


Lucas yang melihat Jhon begitu geram dan menahan kesal malah semakin terkekeh, “Selamat Mrs, anda akan segera menjadi grandma. Menantu anda tengah mengandung, maka dari itu, Papa Jhon mengatakan mereka.” Jelas Lucas dengan senyum tipis menyeringai melirik ke arah Jhon, hingga membuat laki laki itu mendelik tak percaya.


“Dan juga kak Lucas katakan sama Bunda ku yang cerewet ini. Apa hubungan kakak dengan kaka Jesika, cepat katakan!”celetuk Claudia tak sabaran karena ia sudah sangat jengah dengan bunda nya.


“Tunggu, aku akan menjadi nenek? Kamu memanggil Jhon papa? Apakah kamu dan Jesika—“


“Benar sekali, saya dan Jesika akan segera menikah ketika dia sadar nanti,” jawab Lucas begitu santai.


“Ella, sebenarnya operasi Jesika sudah di lakukan beberapa minggu yang lalu. Aku sengaja tidak memberitahu kalian, karena aku tidak mau membuat kalian kemari lagi. Dan seperti nya anak kamu tidak pernah lagi mengecek kondisi Jesika, aku memaklumi nya karena dia sangat fokus untuk menabur benih pada istri nya,” ucap Jhon panjang lebar, seketika membuat mata Ella membola dengan sempurna.


Bug!


Dengan sekuat tenaga, Ella memukul punggung Jhon dengan menggunakan tas nya. Hingga membuat laki laki paruh baya itu terkejut dan mengaduh kesakitan.

__ADS_1


"Mulut kamu sama saja seperti Jasmine. Astaga, aku tidak menyangka kalau semakin tua, sifat mu bisa berubah se drastis ini!" ucap Ella dengan ketus, "Kamu pikir anak ku apaan, kabur Tabur benih!"


“Kenapa kau itu tidak pernah berubah!” seru Jhon begitu kesal. Memang sejak dulu, sikap datar dan dingin seorang Stive dan Jhon akan langsung luruh runtuh bila sudah berhadapan dengan Ella, si gadis polos yang ternyata memiliki daya pikat luar biasa.


__ADS_2