
...~Happy Reading~...
"Claire! jangan yang itu!" kata Claudia yang siang itu tengah berkunjung ke rumah kakak nya dan bermain dengan sang adik keponakan.
Umur baby Claire kini sudah menginjak dua tahun dan sedang dalam masa aktif aktifnya berjalan. Karena cuaca tidak terlalu panas, dan terkesan mendung teduh, jadilah Claudia mengajak baby Claire untuk bermain di halaman yang ada rumput nya. Keduanya begitu asik bermain masak- masakan.
"Onty gak bica macak! nati halus belajal cama mami oke!' ucap Claire dengan mulut yang di manyun kan kesal.
"Yang gak bisa masak itu kamu!" kata Claudi menggelengkan kepala nya, "Ini itu kucing Claire, mana bisa di buat sup. Harusnya kamu masukkan yang ini, wortel." imbuh nya seraya mengganti seekor hewan mainan yang berada di panci masakan Claire.
"Kan Clai mau macak buat Sesen, dia gak cuka cama sayul!"
"Allahuakbar! yakali Sesen mau kamu kasih kucing!" kata Claudia menggelengkan kepala nya.
Sheshen adalah nama kucing besar milik Clayton yang sudah berganti nama. Karena nama nya mirip dan sama dengan nama sang istri, akhirnya Clayton mengganti nama itu menjadi Sheshen. Dan tentu saja yang mengusulkan nama itu adalah Shiena sendiri ketika Sheshen datang ke Indonesia tepat satu tahun yang lalu.
"Telus apa? capi? capi nya sudah hilang. Adanya kucing cama udang. udang na kecil kakak, jadi nati Sesen gak kenyang!" ucap Claire dengan wajah bingung nya.
__ADS_1
Saat keduanya sedang berdebat perihal makanan untuk sang kucing peliharaan, suara deru mobil yang baru saja tiba mampu membuat perdebatan antar keduanya terhenti.
"Papiii!" pekik Claire yang langsung beranjak dan berlari menghampiri sang ayah yang baru saja pulang dari kantor.
Hap!
Dengan cepat, Clayton menangkap tubuh mungil putrinya ketika sudah berada di depan nya.
"Kenapa harus lari sih, hem?" tanya Clayton dengan gemas nya langsung mencubit hidung mancung sang putri.
"Papi, Sesen makan na apa?" tanya Claire langsung menatap wajah ayah nya.
Clayton tidak langsung menjawab. Laki laki itu terlihat mengerutkan dahi, karena bingung.
"Tadi, Clai macak cama Oty Lody. Sesen makan daging halus na kan. Jadi na, Clai macak daging kucing, eh cama Oty Lody gak boleh, kucing na di suluh ganti cama woltel. Oty Lody gak pintal ya Pi, macak Sesen suluh makan sayul, ya gak akan mau kan?" cerita Claire panjang lebar, yang membuat Clayton semakin bingung karena sejujurnya Clayton kurang memahami bahasa Claire.
Hanya Shiena dan Claudya saja yang paham dan mengerti dengan apa yang di katakan oleh Claire.
__ADS_1
"Claire, itu Sheshen mau diet, makanya dia harus makan sayur! kalau dia makan daging terus yang ada dia makin besar!" saut Claudia yang akhirnya ikut mendekati kakak dan keponakan nya.
"Diet itu apa?" tanya Claire mengerutkan dahi nya menatap sang tante.
"Astaga ini apaan sih, diet diet yang di bahas. Kamu juga By, pulang kerja bukan nya langsung masuk!" omel Shiena yang sejak tadi menunggu kedatangan suaminya untuk masuk namun tak kunjung masuk.
"Nah kan, mami nya marah," ucap Clayton sedikit berbisik ke telinga putri nya.
"Mami kan malahin Papi, bukan malahin Clai, iya kan Mi?" tanya Claire dengan wajah polos nya menatap sang ibu yang sedang berkacak pinggang di ambang pintu.
"Iya Sayang," jawab Shiena langsung tersenyum kepada putrinya.
'Harusnya yang ku ganti nama bukan kucing ku, tapi istriku!' gumam Clayton dalam hati.
Bukan tanpa sebab, Clayton berkata seperti itu. Sejak kepindahan Sheshen ke Indonesia dengan nama baru. Kucing besar itu sudah tidak segalak dulu, bahkan lebih terkesan anteng dan semakin menurut. Terlebih ketika sedang bersama kedua sahabat Clayton. Maka dari itu, Clayton bisa berfikir mungkin nama Shiena memang ditakdirkan untuk galak.
...Bonus untuk yang kangen sama akang Kulkas...
__ADS_1