
...~Happy Reading~...
“Apakah masih sakit?” tanya Clayton sekali lagi ketika tidak mendapatkan jawaban dari Shiena.
Shiena pun segera menggelengkan kepala nya dan menghapus air mata yang sudah membasahi wajah nya, “Clay ..”
“Jangan katakan apapun. Jangan coba coba untuk pergi dari sini!” jawab Clayton dengan cepat dan spontan, tangan nya masih setia mengusap perut Shiena yang sudah sangat besar. Hanya tinggal menunggu beberapa minggu lagi. Dokter memperkirakan dua minggu lagi akan menghadapi persalinan.
Shiena menundukkan kepala nya, ia tidka tahu harus berkata apalagi. Bahkan dirinya tidak mengerti dengan apa yang ia rasakan saat ini, “A—aku ... “
“Segitu inginkah kamu pergi dengan laki alki itu hah!” bentak Clayton tiba tiba, emosi nya kini tiba tiba memuncak membayangkan bahwa Shiena akan pergi dengan Gerald. Namun menahan nya juga ia tidak tahu mengapa, karena ia masih belum mengingat siapa Shiena. Kenangan dimana dirinya bertemu atau apa yang ia lakukan dulu dengan Shiena dirinya masih belum mengingat.
__ADS_1
Clayton hanya mendengarkan cerita dari Davis tentang semua yang terjadi, namun semakin ia berusaha mengingat maka kepala nya akan semakin terasa sangat sakit. Dan itu hanya dirinya yang merasakan, ia selalu bersikap seolah tak sakit walau sebenarnya, ia selalu kesakitan.
Hanya dengan bersama Shiena, ia bisa meredakan rasa sakit itu. Walaupun tidak bisa mengingat, namun ia selalu merasa nyaman bila di dekat nya. Dan kini, wanita itu malah mau pergi meninggalkan nya? tentu saja hatinya tidak akan pernah rela.
“Jangan menguji kesabaran ku Shiena. Aku memang masih belum mengingat mu, tapi seharusnya kamu tahu bagaimana aku bila sudah marah, jadi tolong jangan pancing emosi ku!” ucap Clayton penuh penekanan.
“Hiks hiks hiks, lalu aku harus bagaimana?” tanya Shiena pada akhirnya, namun masih dengan kepala yang menunduk dan tangan saling meremas satu sama lain.
“Untuk apa? Kita tidak saling mencintai, untuk apa harus bersama?” tanya Shiena langsung mengangkat wajah nya dan menatap wajah Clayton begitu intens.
Deg!
__ADS_1
Cinta, benarkah di antara mereka tidak ada cinta sedikit pun? Batin Clayton. Meskipun dia tidak pernah merasakan bagaimana di cintai atau mencintai seseorang. Tapi ia yakin bahwa apa yang di rasakan oleh hatinya lebih dari sekedar rasa yang pernah ia rasakan untuk Naura.
Ya, hanya Naura, satu satunya wanita luar yang mampu mengobrak abrik perasaan nya, Namun itu sudah sangat lama. Masa dimana dirinya masih bersekolah, beberapa tahun silam. Dan kini ia merasakan hal itu lagi, dengan Shiena. Tapi ia yakin perasaan itu lebih, namun entah mengapa dirinya begitu sulit untuk mengakui. Hanya sekedar bersikap lembut atau senyum seperti apa yang dulu ia lakukan kepada Naura.
“Clay, aku janji tidak akan melarang kamu untuk bertemu anak kita nanti nya. Tapi tolong lepaskan aku, yah,” pinta Shiena memohon dan bahkan sampai mengantupkan kedua tangan nya di depan dagu.
“Sampai kapan pun, aku tidak akan melepaskan kamu!” kata Clayton lagi menolak keras permintaan Shiena, ia pun segera beranjak dari tempat tidur dan hendak pergi. Namun dengan cepat Shiena segera menahan tangan itu hingga kini posisi nya berlutut di atas tempat tidur sambil menggenggam tangan Clayton.
“Bolehkah aku merasa iri dengan semua wanita di bumi ini? Terkhusus bunda, Naura, bahkan Jesika. Iya, aku iri dengan mereka, salah kah aku?” tanya Shiena menahan tangis nya dan menatap Clayton dengan wajah yang begitu sendu hingga membuat hati Clayton ikut tersayat di buatnya.
Namun, meski begitu, ego nya masih begitu tinggi untuk mengakui perasaan nya. Clayton tidak tahu mengapa dirinya bisa bersikap seperti itu, ia begitu sulit mengakui walau sebenarnya ia tahu bahwa hatinya juga terluka ketika melihat wanitanya terluka.
__ADS_1