
...~Happy Reading~...
"Kakaaaakkkkk!" pekik seorang gadis kecil yang masih memakai seragam sekolah nya langsung berlari menghampiri sang kakak yang ternyata baru pulang ke rumah.
Sementara itu, sang kakak yang merasa nama nya di panggil langsung berbalik dan tersenyum melihat adik kesayangan nya.
Brug!
Dengan cepat, gadis itu langsung lompat dan memeluk kakak nya dengan sangat erat. Hingga tanpa sadar ia meneteskan air mata karena teramat sangat merindukan sosok kakak nya.
"Kakak jahat hiks hiks hiks. Kenapa kakak jauh jauh dari rumah. Kenapa kakak gak pulang pulang, hiks hiks Clau benci sama kakak hiks hiks!"
Ya, dia adalah Claudya Arthajaya, putri kedua Stive dan Ella. Adik kandung Clayton, yang dulu ketika ia tinggalkan masih sangat kecil, namun kini sudah terlihat cukup besar. Walau masih mengenakan seragam sekolah dasar.
"Claudi, cepat masuk. Ganti pakaian mu!" ucap sang ayah membuat Claudya langsung melepaskan pelukan nya.
"Ihh, ayah mengganggu saja sih!" cetus Claudya dengan kesal.
__ADS_1
Saat ketika gadis itu hendak melangkah masuk ke dalam rumah, tiba tiba matanya menatap seorang wanita muda yang begitu cantik dan anggun. Wanita dengan rambut yang sedikit pirang dengan mengenakan sebuah dress berwarna kuning menyala berdiri tepat di samping pintu.
Perlahan mata Claudya menatap wanita itu, dari atas hingga bawah. Hingga matanya menatap pada jari manis wanita itu yang tersemat sebuah cincin. Karena penasaran, akhirnya Claudya kembali menatap sang kakak. Dan benar saja, keduanya memiliki cincin yang sama persis.
"Kakak sudah menikah!" pekik Claudya tiba tiba dengan mulut yang langsung ia tutup menggunakan tangan.
"Hem," jawab Clayton dengan wajah datar nya.
"Woaahh daebak! Claudi punya kakak ipar!" gumam nya tak percaya, "Tapi sepertinya dia bukan orang sini. Apakah dia bisa berbicara bahasa kita?" tanya Claudi sedikit berbisik kepada sang kakak.
"Iks, mulut kakak gak pernah berubah!" cetus Caudia seketika langsung memukul bahu sang kakak.
"Claudi!" tekan ayah Stive kembali, membuat sang empu nya langsung berlari memasuki rumah setelah sebelum nya ia tersenyum dan memeluk kakak ipar nya sekilas, walau tanpa mengucapkan kata apapun, namun Shiena juga membalas pelukan nya.
Seperginya Claudya, Stive segera membawa anak nya memasuki ruang kerja. Dimana ternyata di sana sang istri sudah menunggu kedatangan ketiga orang tersebut.
"Clay!" seru sang bunda langsung memeluk Clayton dengan sangat erat, ia menumpahkan segala kerinduan nya kepada putra nya.
__ADS_1
Sementara itu, Stive yang melihat istri nya memeluk putra nya begitu erat sampai menangis tersedu sedu hanya bisa menghela nafas nya dengan kasar dan pasrah.
"Bunda kangen sekali sama kamu. Kenapa kamu harus pergi hiks hiks." kata bunda Ella di sela isak tangis nya.
"Maaf Bun," ujar Clayton begitu lembut, "Dan sekarang, Clayton juga harus pergi lagi. Clayton tidak bisa berlama lama disini," imbuh nya membuat sang bunda semakin mengeratkan pelukan nya.
"Gak boleh! kamu gak boleh pergi lagi. Bunda mohon, jangan pergi lagi hiks hiks."
"Maaf Bunda. Kepulangan Clayton hanya untuk melihat keadaan Bunda. Dan sekarang, bunda sudah baik baik saja, jadi Clayton harus pergi," kata Clayton menghela nafas nya dengan berat hati.
"Sayang, ingat kata bunda. Jangan pernah memiliki niat jahat, jangan berfokus pada satu tujuan. Manusia hanya bisa berencana, tapi ingat Sayang Tuhan yang menentukan semua nya. Sebagaimana pun kamu berusaha dan mencegah suatu kejadian, bila tanpa campur tangan dari yang Kuasa, tentu itu semua tidak akan terjadi."
"Begitupun dengan kejadian yang lalu, ikhlaskan. Berdamai lah dengan hati mu. Perbaiki semuanya, tanpa harus membuat luka baru." ungkap bunda Ella panjang lebar.
"Ingat Clayton, semua sudah ada garis nya masing masing. Tugas kamu berusaha bukan menghakimi seseorang. Karena kamu bukan hakim, apalagi Tuhan."
Clayton hanya terdiam dan menganggukkan kepala nya, ia tidak berani menjawab apalagi mengiyakan. Walaupun ia tahu apa yang di katakan sang bunda benar adanya. Tapi dirinya tidak bisa berhenti sebelum mendapatkan apa yang ia mau dan cari.
__ADS_1