
Riki masih menunggu keputusan dari kakak sepupu nya yana, biasanya yana setiap hari membeli tepung untuk kebutuhan nya bikin kue, makanya sengaja riki datang ke rumah yana.
" mau ngomog gimana ya riki?" ucap yana dengan wajah yang sangat sedih.
yana tidak mempunyai uang untuk membeli keperluan dagangannya, sedangkan yana butuh perlengkapan dagangannya.
" ngomog apa nya kak, ngomog aja jangan sungkan!" riki masih menunggu apa kemauan kakak nya.
yana duduk di bangku di teras rumah, sedang riki berdiri sambil memeluk tiang rumah berdekatan dengan yana duduk. warung yang sepi pembeli membuat mereka secara leluasa bisa fokus pada obrolan mereka.
eummm.....
yana mengeluarkan suara yang tersekat di kerongkongan nya terlebih dahulu, yana mempersiap kan kata-kata yang akab di suara kan sebentar lagi.
" sebenarnya kak yana mau belanja tepung, untuk bikin kue kak yana besok, tapi kak yana tidak mempunyai uang untuk membeli keperluan kak yana!" suara yana pelan tapi bisa di dengar oleh riki yang berdiri tidak jauh dari yana.
" alah itu aja kok repot kak yana?" sahut Riki setengah bercanda.
yana pun menceritakan masalah yang sebenarnya pada riki, riki mendengar ucapan dari mulut yana, riki mengusulkan yana pakai dulu uang nya, kalau besok uang brownisnya sudah di bayar, yana bisa mengembalikan uang nya Riki.
yana menyodorkan kertas catatan yang perlu riki belanja untuk dagangan yana besok.
" semoga saja besok tuannya kantin akan membayar brownis ku." batin yana sendiri.
besok nya....
yana sudah mempersiapkan dagangannya, rencananya hari ini yana akan berangkat bersama anaknya ke sekolah, hafiz dan rasya di titipkan sebantar sama mamaknya Riki, yana berjalan kaki menuju ke sekolah anaknya, pagi ini yana sendiri yang akan menagih uang brownisnya pada tuan kantin tersebut.
" azham masuk aja dulu, biar umi aja ke kantin?" ucap yana sambil menenteng tempat brownis yang di bawahnya ke sekolah.
azham mengangguk mengerti permintaan uminya, segera azham berlari masuk ke kelas yang ngak berapa jauh dari uminya berdiri.
__ADS_1
yana mendekat ke kantin yang di maksud, yana bisa melihat tuan punya kantin masih duduk santai meja nya, pagi-pagi begini belum ada yang membeli, makanya yang jualan masih santai pagi ini.
" ini ya kak brownis nya!" ucap ku sambil berdiri mematung berharap yang punya kantin bertanya sesuatu.
" iya, ada berapa semuanya ya?" tanya nya sambil menyusun brownis yana di meja jualannya.
yana tetap masih berharap yang punya kantin bertanya sesuatu, tapi nihil, ngak ada sepatah kata pun keluar dari mulut nya.
yana pun memberanikan diri untuk bertanya kepada yang punya kantin.
" uang kemarin-kemarin belum di kasih ya kak!" nada suara yana tadi di pelan kan agar ngak ada yang mendengar.
yang punya kantin pun tersenyum menanggapi pertanyaan yana.
. " iya, tapi uang nya nanti siang ya, sekarang belum ada yang beli, uang kemarin di simpan di rumah!" yana mengangguk pasrah.
tapi dia bersyukur sekurang-kurangnya yang punya kantin mengaku uang brownisnya belum di bayar selama beberapa hari.
yana pulang dengan langkah yang gontai, yana berpikir tadi sebelum pergi dia akan membeli jajan untuk anak-anaknya, yana pulang dengan tangan kosong, hatinya seakan mau menjerit mengenang nasibnya yang tidak pernah ada kebahagian.
yana kelelahan karena perjalan yang agak jauh, yana harus bolak-balik dalam waktu yang singkat.
" mereka ada di dalam, lagi nonton kartun!" jawab tante sambil terus menatap wajah ku yang sedih.
" kamu kenapa yana?" tante merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan yana.
yana yang sudah duduk di kursi sambil terus menggenggam tangan nya sendiri dengan erat.
ibarat jatuh di timpa tangga begini lah nasib yana sekarang, kemarin yana sudah meminjam uang Riki untuk berbelanja. sekarang malah begini.
" Tante! uang brownis ku sudah berhari-hari ngak di bayar, sekarang aku tidak mempunyai modal lagi mau bikin kue!" lirih yana pada tante sambil menangis.
__ADS_1
"kamu susul aja ke sekolah minta di bayar, kalau bisa kamu laporin aja ke pihak sekolah, seenaknya aja ngak mau bayar hak orang." gerutu tante yana.
kemarahannya meluap-luap mengingat kan nasib keponakan nya, mau di bantu tante yana sendiri juga ngak mempunyai pemasukan, setiap hari tante yana cuma menunggu dari pekerjaan suaminya yang serabutan.
" sudah tante, tadi pas aku ke sekolah, yang punya kantin tangguh sampai siang ini, tadi pagi uang nya ngk mencukupi untuk membayar brownis ku." tangisan yana sudah mereda.
yana kembali mengingatkan anak nya yang diam sejak tadi, biasanya mereka sudah bermain kejar-kejaran. ni kok tumben diam di tempat, yang biasa nya sikap mereka begini.
" anak-anak kok diam tante, emangnya mereka lagi ngapain sih di dalam?" anak yana masih betah diam di dalam rumah tante uminya.
yana jadi kepikiran sama anaknya, yana bangkit dari duduknya menuju ke dalam ke ruang di mana anaknya berada, yana berjalan sambil memerhati kiri kanan, mana tau anak nya datang tiba-tiba.
" kalian ngapain sih?" sergah yana melihat anaknya santai du salah satu ruang di rumah tante yana.
anak-anak yana tidak peduli kehadiran umi mereka, mereka masih fokus pada acara yang ada di tifi, mereka sedang menyaksikan tayangan kartun kesukaan mereka.
mendengar suara yana yang keras, membuat tante yana terkejut, spontan tante yana berlari ke dalam, menuju ke arah keberadaan yana dan anak-anak nya.
" kamu kenapa sih yana? biarkan saja mereka di sini, bentar lagi kamu pergi lagi ke sekolah kan?" tante yana bernama putri marah besar ketika melihat yana membentak anaknya.
" kamu pulang aja dulu, nanti kalau sudah bosan mereka akan pulang sendiri!" ujar putri lagi dengan perasaan kasihan pada anak-anak yana.
sekembali yana dari rumah tante nya, yana membereskan pekerjaan rumah yang terbengkalai sejak pagi tadi, yana ngak sempat membereskan rumah nya karena mau pergi ke sekolah azham terlebih dulu.
yana kembali lagi ke dua kalinya ke sekilah azham, yana sendiri capek harus bolak-balik ke sekolah azham, tapi yana tidak mempunyai pilihan lain selain harus pergi juga ke sekolah azham untuk menagih uang brownisnya yang sudah tertunggak beberapa hari, mungkin uang tersebut cukup untuk yana bayar kan hutangnya pada Riki hari ini.
" sudah mau pulang ya kak?" tanya yana, saat yana melihat yang punya kantin sedang merapikan meja jualannya.
kakak yang punya kantin mengangguk menanggapi pertanyaan yana.
" jadi berapa uang brownisnya ya?" tanya kakak punya kantin dengan tersenyum ke arah yana yang berdiri di depannya.
__ADS_1
" hari ini aku titip dua puluh, semua habis kan, uang kemarin empat hari kakak." ucap yana dengan polos nya.
" eh..uang kemarin sudah aku kasih sama anak mu...