
Pagi hari nya Yana berangkat kerja seperti biasa, Yana akan menghantar anak nya terlebih dahulu ke sekolah sebelum Yana masuk kerja, sebenarnya Yana berencana akan ke kampung halaman Faizal pagi ini, Yana akan melapor kan pada perangkat desa bahwa Yana sudah di cerai kan oleh Faizal via telepon, di sebab kan Yana ngak bisa libur, Yana harus membatalkan rencana nya dulu.
" Umi! nanti siang jadi kan kita pergi belanja?" ucap Hafiz pas sampai di pintu gerbang sekolah, Ibu guru yang sudah menunggu memerhati kan tingkah anak nya ngak mau turun dari motor sebelum mendapat kan jawaban dari Umi nya.
" Jadi lah, masak ngak jadi, tapi nanti siang, setelah bang Azham pulang sekolah ya, tapi janji jagan minta yang bukan-bukan ya?" ucap Yana pada anak nya lagi, Hafiz menggangguk setuju dengan ucapan Umi nya.
" Ya sudah! sekarang turun ya? Ibu guru sudah capek menunggu Hafiz masuk sekolah." ucap Yana lagi sambil menunjukan ke arah Ibu guru yang memang menatap mereka dari tadi.
Hafiz turun sambil menenteng tas nya, kaki kecil Hafiz berjalan menuju ke arah Ibu guru yang sudah menuggu Hafiz sejak tadi, Yana beruntung kerena mempunyai anak-anak yang patuh dan berani, sehingga Yana bisa bebas berkerja tanpa harus menemani dan menunggu Hafiz pulang sekolah seperti Ibu-ibu yang lain.
" Hai Mpok Neng baru datang kamu ya?" teriak Mas Bambang saat Yana pas sampai di depan warung tempat Yana berkerja.
" Lewat dikit aja Mas, coba lihat jam di dinding tu, lewat beberapa menit aja kan." sela Yana lagi pada bos nya, Yana dan Mas Bambang memang sudah dekat, sudah di ibarat kan saudara, Mas Bambang baik sebagai seorang Bos Mas Bambang tergolong bos yang tidak pelit, beda sekali dengan istri nya Eni yang kurang sopan.
Iya sekarang panggilan Yana adalah Mpok Neng, entah di mana awal cerita sampai Yana bisa di panggil Mpok Neng Yana sendiri tidak tahu, bos nya tiba-tiba memaggil Yana sebutan Mpok Neng , sehingga daerah sekitar Yana bekerja memanggil nya nama yang sama.
" Mpok Neng hari ni kita ada pesanan tiga ratus cup loh, Mpok sanggup ngak?" tanya mas Bambang pada Yana yang sedang menyapu warung, Yana menyapu dari depan sampai belakang.
" Siapa yang takut, aku bahkan bisa sendiri loh tanpa bantuan Mas." ucap Yana dengan begitu percaya diri yang tinggi.
Eni dari jauh hanya menatap Yana dengan pandangan tidak suka, Eni kurang suka pada Yana sebab Yana di percaya kan mas Bambang untuk mengelola keuangan, setiap Eni mengambil uang di kasir, Yana harus melapor kan pada Bos nya, ini yang membuat Eni tidak bisa mengambil uang seenaknya aja.
__ADS_1
" Beras nya mau di cuciin berapa kilo ni Mas?" sebab hari ni ada pesanan yang lumayan banyak, Yana bertanya dulu sebelum beras nya di cuci, Yana sendiri sudah menghafal berapa aja basi di masak setiap hari, kecuali kalau ada banyak pesanan seperti ini.
Mas Bambang yang sedang lewat di depan pun menjawab, " Semua tu aja Mpok Neng, cuci aja semua." jawab Mas Bambang sambil berlalu dari depan Yana.
Yana lalu mengambil beras di dalam karung menggunakan mangkok plastik, mengisinya ke dalam ember kemudian Yana mencuci nya sampai bersih sebelum Yana memasak nya, Yana sudah tahu semua pekerjaan tanpa di suruh-suruh lagi, setelah semua nya siap, barang di atas rak pun sudah di susun, Yana beralih ke bahagian gelas yang sudah Yana susun sejak pagi tadi.
Lelah dengan perkejaan Yana segara beralih untuk bikin segelas teh hangat untuk menghilangkan rasa lelah nya sejak pagi tadi berkerja, Mas Bambang tidak pernah membatasi pekerjaan Yana, apa yabg Yana lakukan Mas Bambang tidak pernah protes.
" Mpok Neng gimana sudah di goreng ayam nya?" Yana sendiri sontak kaget mendengar suara bos nya dari arah belakang badan nya, Yana sedang menggoreng ayam untuk pesanan tiga ratus cup tadi, harus di hantar setelah sholat insya, Yana sudah menyiapkan semua nya, hanya tinggal nasi yang belum di isi lagi.
" Sudah Mas! tinggal nasi aja lagi, bentar lagi aku isi ya setelah aku habis goreng ayam." sahut Yana sambil terus membolak-balik ayam di dalam wajan.
" Mas! kapan pesanan ini perlu di hantar?" Yana bertanya tanpa menoleh ke arah bos nya yang masih berdiri menatap nya.
" Malam ini, habis insya, emang nya kenapa Mpok Neng?" Mas Bambang masih berada di tempat yang sama di posisi nya berdiri.
" Mas! aku mau izin sebentar aja habis aku goreng ini, bisa ya mas?" ucapan Yana setengah memohon pada bos nya Mas Bambang.
" Mau kemana emang nya, penting banget ya?" Mas Bambang belum mendapatkan jawaban yang pas.
Yana bisa saja tidak pergi, tapi Yana tidak mau anak-anak nya kecewa, Yana tahu anak-anak nya pasti sedang menunggu nya di rumah saat ini, Yana tidak pernah membawa anak nya jalan-jalan, Yana setiap hari harus bekerja, tidak ada waktu untuk membawa anak-anak nya.
__ADS_1
" Mau bawa anak beli keperluan sekolah Mas, kasihan banyak perlengkapan sekolah mereka sudah habis." jelas Yana lebih terperinci lagi, Bos nya tahu Yana mempunyai suami tapi tidak ada di tempat, untuk status Yana yang sekarang tidak ada yang tahu.
" Pergi aja, tapi harus pulang ke sini sebelum magrib ya, kalau lambat nanti kita ngak sempat!" ujar Mas Bambang sambil terus pergi ke kamar, seperti biasa mas Bambang jam segini akan tidur sampai sore.
Tubuh Yana sakit semua setelah menghantar pesanan pelanggan, Yana harus bolak-balik ke tempat tersebut sebab tidak bisa di bawa untuk sekali hantar, kini Yana sudah berada di rumah nay, anak-anak sudah pun tidur, mereka juga merasa lelah seharian mereka jalan-jalan mencari kebutuhan mereka sendiri
Yana keingat akan perangkat desa kampung suami nya, Yana harus memberi tahu kan tentang masalah mereka, tidak bisa di diam kan saja, takut-takut akan jadi masalah suatu hari nanti, bab agama ngak bisa di buat main.
Hape yang ada atas meja di ambil Yana, di cari nombor yang sudah dia simpan pas ketemu perangkat desa pas Yana cari Faizal kemarin, setelah yang di cari benar terus saja Yana menekan tombol berwarna hijau.
tot...tot..tot...
Akhir nya pnggilan ke tiga kali tersambung juga ke perangkat desa yang ada di kampung bang Faizal.
[ Assalamualaikum Pak ] salam Yana pembuka obrolan setelah hape nya tersambung ke nombor di tuju.
[ Waalaikum salam...ini siapa ya? ] tanya perangkat desa tersebut, mungkin dia tidak menyimpan nombor nya sebab itu dia ngak kenal.
[ Ini aku Riza Yana Pak! mantan istri nya bang Faizal ] sambung Yana lagi.
[ Kok mantan sih? emang kapan cerai nya? ]
__ADS_1