Perjalanan Berduri

Perjalanan Berduri
ayah pulang


__ADS_3

azham terkejut melihat umi nya dalam keadaan cemas, azham bagun cepat hari ni sebab sakit perut, dari pada tidur lagi azham langsung mengambil wudhu menunaikan sholat subuh.


" umi pikir kamu kemana tadi, umi sudah cek dalam rumah, kamu ngak ada, ternyata kamu di sini toh!" ucap yana sambil mengelus-elus dada nya akibat kaget.


" azham sakit perut tadi, maka nya azham ke WC terus, sesudah BAB ternyata sudah masuk waktu subuh, sekalian aja azham ambil wudhu." jujur azham pada umi nya kelihatan capek kerena mencari nya dari tadi.


yana berlalu masuk dapur, yana harus membereskan lauk untuk anak-anak nya hari ini, walau pun lauk seadanya yana tetap masih bersyukur, telor sisa bikin brownis kemarin masih ada dua butir lagi, cukup untuk yana goreng dadar, untuk membasah kan nasi hari ni yana ngak mempunyai mi instan yang bisa di olah.


"azham hari ni nasi nya pakai minyak goreng aja ya, ngak ada mi instan lagi sudah habis!" ucap yana dengan raut wajah tidak bisa di tebak.


kepala yana berputar-putar mencari solusi seandainya suami nya faizal ngak pulang hari ni, besok mau di kasih makan dengan apa anak-anak nya, uang hasil pesanan brownis kemarin sudah di di bayar pinjaman dari riki, ada sedikit sisa cukup untuk yana beli sekilo beras, untuk jatah nya tiga hari.


" umi ngak makan?" suara azham mengejut kan yana, sengaja azham memanggil umi nya sebab melihat yana melamun jauh.


" nanti aja umi makan dengan adik-adik mu kalau mereka sudah bangun." sebenarnya yana mau berhemat.


dua butir telor di potong menjadi empat bahagian, satu potong azham makan, tinggal tiga potong lagi, jika yana makan, nanti siang azham ngak mempunyai lauk makan siang, yana akan makan sekalian dengan anak bungsunya, satu potong telor di kongsi dua, jadi ada sisa satu lagi bisa untuk makan siang azham nanti.


" umi jangan kuatir, malam nanti ayah sudah pulang, semoga aja ayah ada rezeki ya umi!" azham memang anak yang sangat baik, beruntung yana mempunyai anak yang baik dan sopan seperti azham.


___________


dari pagi ke siang yana ngak ada pekerjaan lain di rumah, kios nya sudah lama di tutup sebab kekurangan modal, hasil jualan kios kemarin yana pergunakan untuk pusing kebutuhan brownis yana yang ngak di bayar beberapa hari, agar brownis nya berjalan lancar yana mengambil hasil kios, rencana nya jika uang brownis sudah di bayar yana akan membeli lagi barang kios nya.

__ADS_1


Rambut memang sama hitam tapi hati manusia ngak sama, yana di tipu tuan punya kantin, uang brownis nya ngak di bayar, kesusahan yana tidak bisa lagi membuka kios sebab ngak ada barang nya lagi.


" ayah sudah pulang umi? hari ni kan hari khamis?" azham ngak sabar menunggu kepulangan ayah nya.


yana berharap suami nya membawa uang yang cukup untuk kebutuhan anak-anak dan yana selama suami nya ngak ada di rumah. ngak lagi yang bisa harapkan, kios sudah di tutup ngak ada pemasukan sehari hari.


" mungkin malam nanti pulang ayah azham, jangan di sebut terus ayah nya, nanti tersedak ayah nya!" ucap yana sambil tersenyum ke arah azham yang duduk di luar.


senja makin menutup layar nya, kicauan burung berterbangan di langit-langit, yana menatap langit yang di penuhi burung yang terbang perkumpulan, yana menghitung satu-satu kumpulan ada berapa burung, yana di landa kebosanan tingkat tinggi, uang di saku lusuh nya hanya sisa tiga ribu rupiah, cukup untuk jajan azham besok, azham di kasih jajan satu hari tiga ribu, jauh sekali dengan anak-anak lain yang orang tua nya kasih banyak, azham tidak pernah mengeluh, bahkan azham kadang kala tersisa jika dia ngak belanja, uang sisa tersebut di cukup kan lagi untuk jajan besok.


" hore....ayah pulang...hore...!" anak yana yang nombor dua melompat kegirangan melihat ayah nya sekarang di depan mata.


anak yana nombor dua dekat dengan ayah nya, beda sekali dengan anak yang bungsu, biar pun kecil dia ngak pernah meminta ayah nya mengendong nya, jika ayah nya gendong dia ngak menolak.


" iya nak, ni kue ayah bawa kongsi sama adik dan abang ya? abang nya mana kok ngak ada?" tanya faizal melihat anak sulung ngak ada di rumah.


tangan faizal di penuhi kantong kresek yang di penuhi banyak barang, yana makin lebar senyum nya melihat banyak barang yang akan memenuhi dapur nya hari ini, perlengkapan bahan dapur yana sudah lama kosong, yana menggoreng telor hanya memakai garam, ngak ada cabe atau pun bawang, yana tidak mengeluh atau pun menyesali akan nasib nya.


" ambil ni yana, bawa masuk dulu?" ujar faizal pada yana yang masih duduk dekat faizal di luar rumah.


pemandangan rumah yana begitu damai jika sore hari, rumah yana yang kecil mempunyai halaman yang begitu luas, di depan rumah yana ada kebun orang yang di penuhi bermacam jenis sayur, yana tidak pernah meminta atau pun di kasih jika orang tersebut panen.


" barang apa ni bang faizal?" tanya yana setelah membawa barang tersebut terasa berat banget.

__ADS_1


" sampai di dapur nanti di buka apa barang nya di dalam." yana pun mengangguk mengerti akan perintah suami nya faizal.


di dapur yana melotot melihat barang yang di bawa suami nya faizal, seakan yana mau melompat kegirangan mendapat kan barang sebanyak itu, ada tiga jenis sayur, tiga jenis ikan di kantong yang berbeda, ada bawang, tomat, cabe, minyak, gula, garam dan telor sepuluh butir, yana begitu bahagia melihat dapur nya penuh hari ini.


ikan yang di pisah kan dari plastik nya di pisahkan, di masuk kan dalam plastik yang berbeda, rencananya ikan tersebut aku di masuk kan dalam kulkas tante nya, yana akan ambil jika ikan di rumah nya Habis.


yana terus bergulat di dapur menyiap kan menu malam mereka, yana sedikit terlambat menyiap kan lauk nya, yana harus membersih kan ikan yang agak banyak malam ini, sampai kewalahan yana membersihkan ikan.


" mari makan semua, lauk nya sudah siap!" pekik yana dari dapur.


azham yang sudah pulang sejak magrib tadi gegas berlari ke arah umi nya yang sibuk menyusun piring dan mangkok kuah di lantai ruang tamu, azham ngak kalah mau diam, dia pun membantu umi nya menyusun gelas dan keperluan makan mereka.


" wah umi, enak kali ikan nya besar-besar ya?" ucap anak yana yang nombor dua.


hafiz terkejut melihat mata ikan menatapnya, hafiz pun melompat dari duduk nya, berlari kepangkuan ayah nya, faizal yang sibuk menyodok nasi, sontak kaget dengan tingkah anak nya tersebut.


"eh... kenapa ni nak, kenapa melompat?" tanya faizal kaget.


" aku takut ayah makan ikan tu, ikan tu hidup lagi, lihat matanya menatap ku ayah!" satu rumah ketawa terbahak-bahak dengan tingkah laku anak nya itu.


selesai aktivitas makan, yana dan anak-anak nya ke kamar masing-masing, yana sekarang sudah ngak ada aktivitas lagi, dia hanya mengurus anak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.


besok pagi nya faizal sudah harus pulang lagi ke kampung nya, dia hanya libur satu hari, besok nya harus masuk kerja lagi, waktu dengan anak dan istri sudah terbatas.

__ADS_1


" ini uang nya untuk kamu seminggu!" faizal menghulur kan uang kertas dari tangan nya.


yana terkejut melihat jumlah yang di kasih suami nya faizal...


__ADS_2