Perjalanan Berduri

Perjalanan Berduri
flash back 1


__ADS_3

yana gak bisa membuat pilihan, yana harus menerima keputusan suami nya faizal, lebih penting nyawa anak dari ngak makan nasi berlauk.


" bang faizal ngak ada uang ya?" tanya ku pada bang faizal.


faizal ngak pernah memberi tahu kan berapa gaji nya di tempat kerja, bang faizal Hanya memberi jatah ku lima puluh ribu satu minggu, pasti ngak akan cukup dengan anak tiga orang, tapi selalu nya bang faizal akan belanja dulu kebutuhan dapur, uang lima puluh ribu hanya untuk jajan anak-anak, di irit-iritan biar cukup untuk minggu depan nya lagi.


tapi minggu ni bang faizal ngak belanja kebutuhan dapur, sedang kan dapur yana sudah bersih, bahan dapur yana semua sudah habis, tidak ada lagi yang bisa yana olah untuk besok hari.


" jadi kan sore ini kita pergi ke apotek, batuk rasya belum sembuh juga!" yana memberi tahu suami nya yang duduk santai di ruang tamu nya.


azham sudah berangkat ke sekolah pagi tadi dengan di hantar ayah nya faizal, rasya masih terbaring lemah di kamar, yana ngak tahu harus bagaimana lagi, faizal ngak ada usaha sedikit pun demi keluarga nya, yana ngak di kasih nafkah dengan layak.


" malam nanti aja kita pergi, sore cuaca nya masih panas." sahut faizal pada yana


yana hanya bisa pasrah, ngak tahu kapan yana bisa membahagiakan anak-anak nya, pingin sekali yana berpisah dengan faizal dan mengikut orang tua nya.


orang tua yana jauh dari kota yana tinggal, keluarga yana tidak menerima suami yana sebab sikap nya, yana di paksa harus memilih antara suami dan orang tua, tapi di sebab kan yana ngak mau menjadi istri nusyud yana memilih suaminya faizal dan meninggal kan orang tuanya.


FLASHBACK....



Rumah peninggalan orang tua faizal menjadi tempat tinggal keluarga kecil nya kini, faizal yang tidak mempunyai pekerjaan tetap hanya mondar mandir di kampung, sesekali ada orang yang minta tenaga nya untuk membantu, hidup faizal bergantung dengan pohon buah-buahan yang ada di sekitar halaman rumah nya.


" bang faizal kita mau makan apa hari ni, ngak ada apa-apa yang bisa aku masak!" ucap yana pada faizal yang berdiri di pintu belakang.


mata faizal bergerak-gerak mencari apa yang bisa di jual, biasanya faizal akan memanjat pohon kelapa, kelapa di ambil isi nya, kemudian di jual, hasil dari jualan tersebut bisa bertahan dua atau tiga hari, halaman rumah faizal di penuhi berbagai jenis pohon, dari pohon kelapa, jambu, rambutan, langsat, manggis, mangga, dan banyak lagi, hasil daru pohon-pohon tersebut keluarga yana dan faizal bisa menyambung hidup.

__ADS_1


" hari ni kita jual buah mangga, buah mangga pun banyak yang sudah matang!" ucap faizal lagi pada yana.


setiap hari ada saja yang faizal jual, faizal akan memeriksa buah apa saja yang sudah bisa di jual, mereka hidup begitu sederhana, faizal ngak mau bekerja, sehari-hari hanya berkeliaran di kampung.


" yana...yana...abah datang tu!" faizal memaggil yana yang lagi masak di dapur.


yana hanya masak telor dadar dua butir dan sayur labu hasil panen di belakangan rumah.


" iya bang, bentar aku matikan api nya dulu." sahut yana dari belakang.


yana masih memasak seperti orang dulu, yana memasak memakai kayu, yana tidak mempunyai kompor untuk memudahkan yana memasak, yana menerima keadaan nya dengan ikhlas, tidak pernah sekalipun yana mengeluh akan nasib nya.


"assalamualaikum...?" ucap abah pas sampai di teras rumah panggung yana.


faizal yang sudah melihat orang tua yana dari jauh menyambut kedatangan orang tua yana.


abah datang bersama, sesekali mereka akan datang menjenguk anak dan cucunya, faizal tidak pernah membawa yana pulang ke kampung nya sebab mereka tidak ada kendaraan.


"masuk abah, yana ada di dapur, lagi masak!" ujar faizal dengan ramah.


yana datang mendekat ke arah orang tua nya yang sudah duduk di lantai simen, faizal tidak mempunyai kemudahan apa-apa untuk melengkapi perabot dalam rumah.


" abah, mak, apa kabar?" tanya yana sambil terus menciumi tangan ke dua orang tua nya.


rumah yana begitu memprihatinkan, rumah yang yang sudah rosak sana sini, membuat abah yana sedih melihat anak nya yang tidak terurus, yana hanya memakai baju kaos yang sudah hilang warnanya, rok nya juga dalam keadaan yang sama, wajah yana yang sebelum menikah putih bersih berubah warna menjadi hitam.


" abah baru aja sampai, abah mau lihat azham, dia kemana yana?" tanya abah yana yang belum melihat cucunya dari tadi.

__ADS_1


abah yana datang membawa bermacam jenis bahan makanan, dari ikan mentah ada juga yang sudah di masak, tidak lupa abah membawa cabe, bawang, tomat, minyak dan banyak lagi untuk kebutuhan yana.


" mak!" panggil faizal.


mak yana menoleh ke arah nama nya di panggil.


" iya! ada apa, ada sesuatu ingin di beritahu kah!" mak yana bertanya pada faizal yang sudah memanggil nya tadi.


orang malas tidak mempunyai urat malu, itulah faizal, dia sedikit pun tidak mempunyai rasa malu pada kedua mertua nya, faizal ngak menafkahi yana dengan layak, setiap minggu keluarga yana akan membawa bahan-bahan dapur kebutuhan yana dan anak nya.


" hari ni ada pembagian beras murah di kantor desa, aku tidak mempunyai uang untuk menebus nya, apa mak bisa kasih aku pinjaman uang untuk ku tebus beras." faizal bicara sambil tersenyum.


mak tidak ada pilihan lain, kalau ngak di kasih dari mana anak dan cucunya bisa makan, uang kertas berwarna biru di hulur kan ke arah faizal.


" berapa emangnya?" mak yana bertanya sebelum melepas uang di tangan nya tadi.


" tiga puluh ribu mak!" sahut faizal dengan wajah ngak tahu malu.


" lebih nya kembali kan lagi ya?" sahut mak yana lagi.


faizal menggangguk sambil terus berlalu pergi ke balai desa dengan berbekal kan uang pemberian mak mertuaku tadi.


setelah kepergian Faizal keluarga yana bisa berbicara lebih bebas pada yana, yana memang seorang istri yang patuh, dia tak pernah minta apa-apa dari suaminya, pakaian yang di pakai selama ini, itu pakaian yana sebelum menikah, sudah lapan tahun yana menikah, pakaian yana tidak pernah berganti, bahkan pada hari lebaran.


" terbuat dari apa hati mu yana, kok kamu bisa bersabar seperti ini?" ucap mak yana dengan nada yang sedih.


mak yana ngak tahu apa yang membuat yana bisa bertahan sampai hari ini, mak yana setiap hari memujuk anak nya agar mau meninggal kan faizal.

__ADS_1


lanjut lagi ke bab yang lebih seru lagi....ada yang salah tolong di koreksi ya suhu....


__ADS_2