
"Itu enteng aja kak, kak Eni pasti bantuin aku." jawab Mira sambil mengernyitkan matanya ke arah Yana yang sudah emosi sejak tadi.
Dapur yang bisa di bilang mempunyai ruang yang terbatas membuat Yana dan Mira selaku berdempetan.
"Iya aku lupa, kamu kan adiknya Eni ya?" ujar Yana seolah menyindir Mira.
Mira yang tidak berapa mengerti ucapan Yana pun mengiyakan yang Yana ucapkan padanya, setelah Mas Bambang dan Eni pergi menghilang dari pandangan mereka, mereka pun bekerja dengan perasaan yang tidak enak sesama sendiri.
Malam harinya...
"Mpok Neng besok masuk lebih cepat ya?" ucap Mas Bambang ketika Yana izin pamit pulang.
Yana membalas dengan senyuman yang terukir di bibirnya, Yana masih berat meninggalkan Mas Bambang tapi perbuatan Eni pada Yana terbayang-bayang di pelupuk matanya, bagaimana Eni membuang sampah di atas kepala Yana ketika Yana mencuci piring, bagaimana ketika Eni menyuruh Yana mencuci piring ketika hujan turun dengan derasnya, bagaimana Yana sengaja menyenggol gelas tisu, sampai tisu berjatuhan ke lantai, Yana yang sedang makan siang di paksa kutip tisu tersebut, dengan terpaksa Yana menghentikan aktivitas makannya, bagaimana bisa Yana dengan sengaja meninggalkan piring kotor setalah dia habis makan, dengan terpaksa Eni yang harus membersihkannya.
"Eh Mpok Neng... kenapa melamun, di tanya kok ngak di jawab?" Yana tersentak pas Mas Bambang melibasnya dengan kain lap yang berada di estalase.
"Iya-iya besok aku masuk." ujar Yana sambil merebut jatah kreseknya dari tangan Mas Bambang.
Yana setiap hari akan di beri jatah nasi satu porsi dengan dua potong ayam, kadangkala Yana mendapatkan ayam lebih dari Mas Bambang.
Sedangkan Mira begitu bahagia hari ini, dia hanya berkerja sebagai anak bawang tapi bisa mendapatkan uang gaji yang lumayan, jika setiap hari seperti ini alangkah bahagianya hati Mira.
"Besok jangan lupa datang lebih cepat lagi ya?" Mas Bambang beralih pada Mira yang masih berdiri di samping Eni.
__ADS_1
"Sudah pasti itu, besok aku akan datang lebih cepat lagi." sahutnya sambil berlalu pergi dari arah warung.
Setalah kepulangan mereka Mas Bambang menarik pintu warungnya, hari ini jualan mereka laris manis, mereka bisa beristirahat lebih cepat dari biasanya.
Di rumah Yana terus membuka kantong kresek yang di bawa pulang tadi, Yana mencari isi dari hasil keringatnya hari ini, ketika kantong kresek di buka betapa terkejutnya Yana Ketika dia tahu gajinya hari ini jauh lebih rendah dari hari-hari sebelumnya, Yana pikir omongan Eni kemarin tidak separah yang di pikirkan.
"Ini bukan saja setengah, tapi banyak sekali kurangnya, semua pekerjaan aku yang kerjakan semua, kok bisa di kasih gaji segini." lirih Yana sendiri sambil melihat di telapak tangannya hanya selembar uang berwarna hijau.
Di sapu air mata yang mengalir di pipinya, mulai malam ini Yana sudah nekad akan menyusul Abahnya, Yana akan berhenti bekerja di warung, Yana sudah berkerja bertahun-tahun tapi di sebab kan seorang karyawan baru yang bisa mengambil hati istrinya, apa yang Yana buat selama ini hilang sekelip mata.
Besok pagi Yana tidak seperti biasanya yang sibuk mepersiapkan segala keperluan anak-anaknya ke sekolah, Yana masih bermalas-malasan di ranjangnya, Azham yang aneh melihat sikap Uminya pun mendekat.
"Umi emangnya ngak kerja hari ini...Umi sakit ya?" tanya Azham yang penasaran dengan tingkah laku Uminya hari ini.
"Umi sehat, Umi sengaja libur hari ni, sesekali melepaskan capek." ujar Yana lagi pada anaknya, Yana tidak mau sampai anaknya berpikir yang bukan-bukan.
Azham yang tidak mau memaksa langsung merapikan baju sekolah yang sudah dia pakai, sedangkan Hafiz masih tidur di dalam kamar.
"Aku pergi dulu ya Umi." ucap Azham sambil memakaikan tas di punggungnya.
"Iya nak... hati-hati di jalan ya?
"Iya Umi, Assalamualaikum?" ucap Azham yang sudah duduk di bangku sepedanya.
__ADS_1
Azham terus berlalu meninggalkan halaman rumahnya, Yana yang masih berada di rumah tidak menggubris jam yang sudah pun menunjukkan pukul sembilan pagi, jam ini yang seharusnya Yana akan berangkat pergi bekerja.
Di luar rumah suara Tante Yana berteriak sekencang mungkin memanggil nama Yana dari arah luar rumah, Yana tidak tahu apa yang membuat Tantenya bisa bertindak senekad mungkin.
"Yana... kenapa ngak pergi ke warung hari ini, apa kamu masih tidur di dalam?" teriak Tante Yana dari balik luar pintu.
Yana yang semula tidak menggubris panggilan Tantenya terpaksa harus bangkit dari ranjang menuju ke arah pintu depan rumahnya, badan Yana yang lelah kerana kehujanan tadi malam di paksa berjalan menuju ke pintu.
Klekkkk.....
Pas pintu rumah di buka terpampang wajah Tante Yana yang penuh keheranan melihat Yana masih berada di rumah di jam segini, apa lagi melihat keadaan Yana yang kusut, bertambah penasaran Tante Yana padanya.
"Kamu Kenapa sih Yana...kamu demam ya?" tanya Tante Yana sambil memerhatikan tingkah laku keponakannya.
Selama ini Yana tidak pernah malas kalau bekerja, libur aja tidka pernah, apa lagi kalau Yana mau berhenti dari bekerja, itu pasti sesuatu yang tidak mungkin Yana lakukan, karena Tante Yana tahu, dia butuh uang untuk menghidupi kedua anaknya yabg butuh biaya untuk ke sekolah, Yana tidak mau membebankan orang tuanya, cukup lah Yana membebani orang tuanya selama ini, jangan sampai anaknya juga melakukan hal yang sama pada orang tuanya.
"Ngak ah Tante, aku baik-baik saja, cuma sekarang lagi malas aja, mungkin badan aku sudah lama ngak istirahat makanya sekarang lagi butuh istirahat." ucap Yana sambil berlalu bergerak masuk ke dalam rumahnya.
"Masuk dulu Tante!" ucap Yana lagi yang sudah berada di ruang tamu rumahnya.
Yana sengaja tidak memberitahu dulu pada Tantenya tentang rencananya yang akan berhenti bekerja, Yana tidak mau kabarnya nanti cepat menyebar sebelum Yana memberi kepastian terlebih dahulu pada Mas Bambang, anak Yana yang kecil hari ini libur sekolah, sebab Yana sendiri yang malas keluar hari ini, Yana takut akan bertemu dengan bosnya di pasar tempat bosnya berbelanja.
"Kamu sudah makan Yana?" tanya Tantenya yang penuh perhatian pada Yana, Tante Yana kasihan akan nasib keponakannya, cuma Tantenya tidak bisa membantu lebih, kerena dia oun orang yang tidak punya.
__ADS_1
"Sudah tadi Tante, aku baru aja makan, lauknya sisa aku bawa pulang dari warung tadi malam." ujar Yana lagi pada Tantenya.
"Ngak apa-apa emangnya kamu libur ni?" tanya Tante nya lagi.