Perjalanan Berduri

Perjalanan Berduri
anak sakit


__ADS_3

bos yana menghulur kan selembar uang kertas berwarna hijau, yana menatap hiba dengan jumlah yang yana dapatkan hari ini.


di pegang uang hasil keringatnya, yana berpikir sendiri apa uang ini sepadan dengan keringat yang yana keluar hari ini, yana mulai menghitung apa saja perkejaan yang yana lakukan.


yana harus membawa perlengkapan jualan dengan berjalan kaki, barang nya di bawa dengan susah payah, setelah memasang keperluan jualan nya, yana mangkal di tempat yang begitu panas, matahari terkena pas di atas kepala nya, dengan keringat yang di keluarkan tidak sesuai dengan gaji bos berikan.


"assalamualaikum...?" yana bagi salam dengan wajah yang tersenyum.


yana ngak mau anak-anaknya tahu kepahitan yang yana lalui hari ini, anak-anak yana, yana titip kan sama tantenya, hanya untuk separuh hari, separuh hari lagi azham yang mengambil tugas menjaga adik-adik nya.


" waalaikum salam...!" jawab mereka serentak.


hore...hore...hore....


anak-anak bersorak gembira melihat yana sudah pulang, seharian mereka tidak bertemu umi nya, sekarang mereka melepaskan kerinduan sejak siang tadi.


" umi! gimana jualan hari ni? capek ngak?" azham yang perhatikan wajah umi nya yang kelelahan.


" perkerjaan mana yang ngak capek azham, tidur aja capek kan?" bukan menjawab malah yana bertanya lagi pada anaknya azham.


azham tersenyum sumbing dengan ocehan umi nya. azham yang bertugas menjaga adiknya dari siang tadi, harus mengorbankan waktunya untuk bermain, tapi tidak menjadi masalah untuk azham.


"adik-adik sudah makan azham?" yana terus masuk ke dalam rumah sambil mengendong si kecil di pinggang nya.


aktivitas yana yang dulu sibuk sekarang sudah tidak ada lagi, yana sekarang sudah jadi pengangguran, tidak ada pemasukan untuk anaknya sehari-hari.


" azham jaga adik-adik sebentar ya? umi mau masak dulu?" ucap yana sambil berlalu ke arah kamarnya terlebih dahulu.


yana menganti pakaian yang di pakai sejak pagi tadi, dapur yang masih bersih belum di gunakan sejak pagi tadi, yana memasak apa yang ada, beras yang hanya tinggal sedikit, yana jadi kepikiran setelah ini yana ambil di mana beras untuk anak-anak nya makan.


" yok makan, sudah siap ni?" yana memanggil anaknya makan malam.

__ADS_1


menu sudah di susun di lantai, menu mereka seperti biasa, telor dadar dan mi instan, anak-anak yana ngak pernah mengeluh dengan menu yang sama setiap hari.


************


"uang yang bang faizal titip tinggal dikit lagi, apa bang Faizal pulang ngak hari ni?" batin yana sendiri.


di tangan yana uang nya hanya tersisa sedikit, tidak cukup jajan untuk anak-anaknya besok, di ranjang kamarnya yana terus menatap loteng kamar nya.


kamar yana hanya ada ranjang tanpa lemari atau perlengkapan lain nya, hidupnya begitu memperihatinkan, tidak ada tempat yana bisa minta bantuan.


" umi ada uang ngak?" azham biasanya akan bertanya dulu sebelum meminta.


" ada tapi cuma segini azham!" yana menunjukkan sisa uang yang ada di telapak tangan kanannya.


azham yang menoleh langsung tersenyum bahagia, akhirnya dia bisa membeli adik-adik jajan, uang yang ada di tangan yana berpindah hak milik ke tangan azham.


" azham ke kios dulu ya, mau beliin adik jajan, dari siang tadi adik-adik belum jajan!" ucap azham sambil berlalu keluar dari rumah menuju ke kios yang tidak berapa jauh dari rumah nya.


" assalamualaikum...?" ucap sesorang di balik pintu ketika kami sedang bercekarama di ruang tamu.


azham membuka pintu yang sudah di kunci rapat sejak tadi magrib, pintu yang sudah terbuka luas menampak orang yang tersembunyi di balik pintu tadi.


" ayah sudah pulang?" suara keras azham mengangget kan adik-adik nya yang asyik bermain dengan yana.


" ayah pulang umi?" seru adik yang lagi yang nombor dua.


mereka berlarian memeluk ayah nya, ayah nya yang berdiri di depan pintu membuka tangan nya lebar-lebar menunggu hempasan tubuh dari anak-anak nya.


" satu-satu donk, ayah akan peluk semua!" ucap bang faizal lembut.


anak-anak berebutan memeluk ayah mereka secara bersamaan, masing-masing ngak mau mengalah, bang faizal mengendong anaknya bersamaan, yang kecil sebelah kanan, yang nombor sebelah kiri.

__ADS_1


" ayah bawa kue banyak ya yah?" ucap mulut polos hafiz ketika melihat isi kantong plastik yang ayah nya bawa pulang.


aku berpikir bang faizal akan membawa pulang belanja dapur seperti minggu kemarin, tapi hari ini tidak terlihat perlengkapan dapur yang bang faizal bawa pulang.


"bang faizal beberapa hari ini rasya asyik batuk aja, apa perlu kita bawa ke rumah sakit?" tanya ku pada bang faizal yang masih melayani kerenah anak-anak nya.


" parah ngak sih, aku lihat biasa aja!" sahut bang faizal lagi.


batuk yang menyerang tubuh rasya akan datang saat rasya terlelap, jika di lihat waktu begini sepeti tidak ada apa-apa.


" parah sih ngak, cuma mau tidur tu susah dikit." jelas ku lagi pada bang faizal.


beberapa hari ini rasya sering batuk saat waktu tidur, hingga tidurnya terganggu oleh batuk. yana yang tidak mempunyai uang yang cukup untuk membeli obat untuk anaknya, cuma berharap faizal pulang membawa uang yang cukup.


" besok, kalau tidak sembuh juga kita bawa dia ke rumah sakit." faizal berucap sambil bangkit menuju ke kamar.


anak-anak sudah di bawa kamarnya masing-masing, untuk di tidurkan, yana masih bertahan belum menunjukkan tanda-tanda akan mengantuk.


" azham sudah tidur nak?" tanya yana melihat anak nya belum tidur sejak dia masuk tadi.


azham kurang dekat dengan ayah nya, sejak kepulangan nya ayah magrib tadi, azham terus mengunci diri nya di dalam kamar nya, yana yang melihat nya duduk mematung diam kamar langsung mendekati nya.


" kamu kenapa nak? apa kamu marah sama ayah mu atau kamu punya masalah sama ayah?" tanya yana pelan.


" ngak umi , aku ngak tahu apa yang akan terjadi selanjut nya.


masing-masing diam dengan meredakan kesusahan mereka sendiri di dalam hati.


malam sudah berlabuh di pelabuhan kegelapan, yana masih belum bisa untuk memejam kan mata, banyak yang berserabut di kepala yana, banyak yang harus yana pikirkan, yana melirik rasya anak nya yang terbaring di samping yana sesekali terdengar kekeh kecil keluar dari mulut nya, sejak kemarin batuknya belum juga hilang.


" bisa kan besok beli kan obat dia, yana lihat batuknya belum mereda." ucap yana singkat.

__ADS_1


" boleh, tapi uang hak jatah kamu aku kurang kan ya?" tanya bang faizal tegas


__ADS_2