
" Apa sih yang kamu pertahan kan dari suami kamu Yana, apa ngak cukup penderitaan kamu selama ini, kami tidak bisa setiap minggu harus mengisi ulang bahan dapur kamu, keenakan donk suami kamu!" Mak nya Yana dari tadi bicara terus tidak ada hentinya.
Yana tidak menjawab atau pun membantah, biara lah orang tua nya meluah kan isi hati nya, Yana membawa pemberian mak dan abah nya ke arah dapur, dapur Yana berada di hujung dapur, Yana memasak pakai kayu api, jadi tempat nya harus aman dari rumah.
" kamu mau pulang ke rumah Yana?" tanya abah yang sedih melihat tubuh kurus kering anak nya, padahal sebelum menikah tubuh Yana cukup berisi.
Yana hanya menunduk sambil menggeleng-gelengkan kepala nya, orang tua Yana tidak pernah memaksa kehendak mereka, mereka hanya menawar kan sekira nya Yana pingin pulang ke kampung.
" kenapa ngak suruh aja Faizal bekerja Yana, mana bisa hidup keg gini terus, anak makin lama makin besar, hari ini masih satu besok lusa sudah bertambah, mau kasih makan apa anak-anak nanti?" Abah Yana terus aja berbicara panjang lebar dengan Yana.
" entah lah Abah, aku pun sudah capek menyuruh bang Faizal berkerja, dia selalu menolak, alasannya dia takut aku sendiri di rumah." balas Yana lagi pada Abah nya.
perbincangan panjang lebar akhirnya selesai, Abah Yana pamit pulang, suasana sudah sore, matahari belum menutup sinar nya, masih bangga menunjuk cahaya nya yang panas. Yana menghantar orang tua nya keluar rumah.
pas sampai di pintu depan terlihat cucunya sudah pulang dari bermain.
" eh cucu kakek sudah pulang?" Abah terus menciumi wajah cucu nya yang di penuhi keringat.
azham pulang bermain bola bersama teman-temannya, badan azham basah di penuhi keringat, azham yang baru pulang mengajak lagi kakek dan nenek nya masuk ke dalam, sebagai seorang kakek yang sayang dengan cucu nya, Abah pun mengikuti kemauan cucu nya.
" Azham ngak sekolah hari ni?" tanya Abah pada cucu yang sudah duduk di pangkuan nya.
"ngak kakek, Ayah ngak ada uang jajan hari ni, tadi Ayah jual buah mangga, besok baru azham pergi sekolah, sebab sudah ada uang jajan!" jujur azham.
__ADS_1
azham selalu bertanya sama Ayah nya, kenapa Ayah nya tidak pernah berkerja, tapi Faizal menanggapi hanya dengan tersenyum. sebagai seorang anak Azham pun merasa heran melihat Ayah nya tidak seperti Ayah orang lain.
" Azham sudah makan?" Abah bertanya sambil mengelus-elus kepala cucu yang berada di pangkuan nya.
Azham berpikir dulu sejenak sambil terus memegang kepala nya, apa sudah makan apa belum, akibat keasyikan main sampai lupa kapan dia terakhir kali makan, dia hanya ingat dia makan tempe busuk yang di goreng.
" oh iya, Azham sampai lupa, tadi Azham makan nasi pakai tempe busuk yang di goreng Kakek!" suara polos Azham meluncur saja keluar.
Yana yang masih duduk di samping Mak nya, jadi salah tingkah, Yana sendiri tidak memberitahu kan masalah apa yang dia makan, tapi anak-anak kan selalu jujur kalau ngomog.
" Yana! bisa kamu jelas kan sama Abah, apa benar yang di bicarakan Azham?" tegas Abah dengan wajah yang marah.
Abah marah sebab dia ngak bisa bayang kan anak cucunya makan tempe busuk, sebelum Yana menikah, Abah tidak pernah memberi Yana makan makanan yang tidak layak, Abah selalu berusaha demi memberi anak dan istrinya makan, Abah tidak pernah lelah dari bekerja untuk keluarga nya.
setiap hari Faizal akan membawa pulang tempe orang yang tersisa dari jualan yang ngak habis, Yana akan goreng tempe tersebut untuk lauk nya sehari-hari.
" kamu tahu Yana, tempe yang sudah hitam busuk ngak baik untuk kesehatan, ngak bisa di makan lagi, kamu ngak pikir apa, anak mu kenapa-kenapa jika makan tempe tersebut?" terlihat raut kemarahan di wajah Abah Yana.
sebisa mungkin mencoba menahan air mata agar jangan keluar, tapi air mata Yana sudah tidak bisa di tampung, dia tetap mau keluar, Yana tidak mau Abah dan Mak Yana membenci suami nya Faizal.
" kenapa kamu nak? Apa yang membuat mu begitu kekeuh mau bersama Faizal, apa kamu mau mati kelaparan!" celah Mak Yana lagi sambil nangis-nangis mengenang nasib anak dan cucunya.
Mak Yana bergegas bangkit dari duduknya menuju ke dapur Yana, Mak Yana mau cek apa aja barang yang ada di dapur anak nya, selama ini Mak Yana cuma diam menghormati menantu nya, tapi kali ini, batas kesabaran nya sudah hilang, dia ngak mau lagi bersabar.
__ADS_1
" Apa ini Yana? kok kosong semua, tidak ada apa-apa pun di dapur kecuali barang yang kita bawa tadi, kamu masak apa Yana?" bentak Mak Yana yang geram dengan sikap keras kepala Yana.
seluruh dapur sampai ke belakang di cek, Mak Yana sampai geleng-geleng kepala melihat keadaan rumah Yana.
" Apa dosa kita Abah sehingga ank kita bisa bernasib begini, miris sekali nasib mu Yana!" Mak Yana meraung-raung dalam rumah.
Azham yang tidak tau apa-apa cuma mematung melihat tingkah orang dewasa, tanpa ada kejadian apapun tiba-tiba sudah menangis.
" Nenek ada yang terluka ya? kok Nenek menangis?" tanya Azham dengan sikap polos nya.
Mak Yana menghapus air mata nya, dia ngak mau sampai cucu nya bertambah lagi penasaran nya, kali ini Mak Yana akan bersikap keras pada Yana, Mak Yana akan mengancam Yana kali ini.
" sampai kapan kamu begini Yana? kalau kamu bisa menerima apa yang Faizal bawa pulang, bagaiman dengan Azham, dia masih kecil." tambah Mak Yana lagi.
Abang bangkit dari duduk nya, lalu berjalan ke depan pintu sambil menggendong cucu nya, Mak Yana mengekor dari belakang suami nya yang terus berjalan menuju ke arah luar, di mana motornya di parkir.
" Abah akan bawa pulang a
Azham, besok Abah akan ke sekolah nya untuk minta izin libur beberapa hari!" Abah tidak meneruskan kan lagi ucapan nya.
Abah terus memutar otak agar bicara nya kali ini akan Yana dengar, bukan niat meruntuhkan kan mesjid anak nya bina, tapi Abah ngak sanggup melihat penderitaan Yana selama ini, Faizal bukan tidak mempunyai pekerjaan, tapi memang dia sendiri ngak mau berkerja.
" Yana dengar sini ya? kamu bisa ikut Abah, tapi kamu harus tinggalkan suami kamu, tapi jika kamu masih tetap mau bersama suami kamu, maka mulai detik ini Abah takkan datang lagi membawa kebutuhan kamu lagi, Abah akan datang hanya melihat keadaan kamu, tidak akan membawa kebutuhan apa-apa lagi." ujar Abah panjang lebar.
__ADS_1
lanjutkan lagi bab yang selanjutnya....