Perjalanan Berduri

Perjalanan Berduri
yana jualan


__ADS_3

yana dengan mata berkaca-kaca mengambil uang yang di kasih suaminya, yana menerima uang tersebut. yana terus memandang suami nya yang sudah menjauh pergi dengan motor nya, semakin lama semakin jauh, hingga hilang dari pandangan mata yana.


" emang nya bisa cukup ngak uang ni sampai minggu depan?" batin yana sendiri.


faizal yang sudah jauh entah ke mana ngak mau tahu apa uang nya cukup apa ngak, yana di beri uang satu lembar uang kertas lima puluh ribu, itu harus cukup untuk khamis depan nya lagi.


mulai sekarang yana harus belajar irit, demi anak nya tetap makan, lauk yang suami nya bawa pulang kemarin akan yana cukup kan, uang yang di kasih hanya untuk jajan anak-anak nya sehari-hari.


" assalamualaikum...kak!" panggil seseorang di pintu depan.


yana yang masih di kamar mandi keluar dengan cepat menuju ke arah suara yang memanggil nya tadi, ternyata anak tetangga sebelah nya yang memanggil nama yana.


" waalaikum salam...masuk dek!" yana mempersilakan anak tadi masuk.


anak tadi yang bernama mira segera masuk ke rumah yana yang serba sederhana, rumah yana dengan rumah mira jauh sekali beda nya, rumah yana hanya rumah bantuan dari pemerintah sedang kan rumah mira ibarat istana, yana agak minder dengan mira.


" anak-anak mana kak?" tanya mira basa basi membuka obrolan kecil antara mereka.


lantai rumah yana bersih, tapi yana tetap merasakan rumah nya kotor, ini yang membuat yana selalu minder dengan mira, lantai rumah mira bercahaya beda sekali dengan lantai rumah yana.


" yang kecil sudah tidur, azham sudah di panggil teman-teman nya tadi pergi ke musalla!" tutur yana sopan.


" maaf ya mira lantai rumah kakak agak kotor!" sambung yana lagi sambil mengibas lantai nya dengan kain yang di pegang di tangan nya.


" ngak lah kak, aku datang sini mau tanya sesuatu!" ujar mira dengan hati-hati.


Mira jarang sekali datang ke rumah yana kalau ngak ada yang penting, mira terlalu sibuk dengan hidup nya sehari-hari, mira sudah menikah dan mempunyai seorang anak laki-laki berusia satu tahun, mira juga seorang guru SD, waktu nya cukup terbatas, mira harus mengunakan waktu nya dengan baik.

__ADS_1


" mau tanya apa ya mira? kok kak yana jadi deg-degan ni!" sahut yana dengan nada bercanda.


keduanya pun ketawa terbahak-bahak dengan tingkah laku konyol mereka, yana sedikit tidak menyadari status sebagai seorang ibu yang tidak muda ketika ini, ketawa nya pecah di ruang tamu empat petak tersebut.


mira pun melanjutkan lagi sebab kedatangan nya ke sini, " gini kak, aku ada teman mau cari seorang pekerja di warung ayam nya, apa kak yana berminat?" mira langsung ke pangkalnya.


diana yang masih ada kedut-kedut akibat kelelahan ketawa menyusun setiap akan di jawab, agar tidak menyakiti hati orang yang berniat baik padanya.


" kak yana bukan ngak mau mirah, ini lah kesempatan untuk kak yana, tapi itulah, kak yana harus mencari orang yang mau mengasuh anak kak yana dulu....


..... mudah-mudahan kak yana bisa dapat orang yang mau menjaga anak kak yana!" ucap yana dengan sopan.


yana berterima kasih pada tetangga yang peduli dengan nasib keluarga nya, walaupun tidak membantu dengan materi memberi nya pekejaan pun satu kesyukuran untuk yana.


" ya sudah kak yana! aku pamit dulu ya ya kak?" pamit mira yang sudah terlalu lama duduk di rumah yana.


malam mulai menampakkan gelapnya, anak-anak yana semua sudah masuk ke dalam rumah, malam yang sepi tidak menjadi masalah untuk keluarga yana, mereka sudah biasa melalui malam yang sepi tanpa ada tifi untuk di tonton.


azham yang fokus masih fokus belajar malah mendiam kan diri, dia belum menjawab pertanyaan umi nya yang masih duduk menatap nya, anak yana yang bungsu duduk santainya di pangkuan umi nya, seakan ngak mau berganjak turun walau pun hanya sedetik.


azham menoleh ke arah umi nya, uminya yang masih menatapnya tersenyum saat mereka berpandangan, " kalau umi pikir sanggup azham ngak larang sih, cuma kasihan umi pasti capek, adik siapa yang akan menjaganya umi!" akhirnya azham menjawab.


yana berencana akan meminta bantuan tante nya untuk menjaga anak-anak nya, pasti akan di kasih upah yang yana mampu, jika pekerjaan sesuai dengan gaji yana akan menerima nya.


tepat hari yang di janjikan yana bertemu dengan yang akan menjadi bos nya, yana bukan ingin membicarakan masalah gaji, pantang bagi yana menanyakan gaji sebelum bekerja.


orang yang akan menjadi bos yana seorang laki-laki yang begitu muda, yana begitu kagum pada sosok bos nya walaupun masih berusia muda tapi bos nya sudah bisa membuka beberapa cabang.

__ADS_1


" jadi besok bisa masuk kerja ya?" tanya bos yana saat mereka bertemu mendapatkan kesepakatan bersama.


sesuai perbincangan mereka akhirnya yana setuju untuk berkerja, bekerja dari jam sembilan pagi pulang nya jam enam, gaji bukan masalah bagi yana, asal kan yana bisa mendapatkan pemasukan setiap hari.


" azham bantu umi hantar adik dulu ke rumah mimi!" tutur yana pada anaknya azham.


mimi yang yana maksud kan adalah tante nya yana, azham sebelum berangkat ke sekolah menghantar adik nya terlebih dulu, yana mempersiap kan kebutuhan anak-anak nya, anaknya pulang nanti.


dengan berjalan kaki yana menempuh perjalanan yang agak jauh, tangan yana menenteng payung untuk di gunakan di gerobak ketika berjualan, banyak lagi perlengkapan barang jualan yang harus yana bawa .


sampai saja di tempat tujuan yana, dengan langkah terengah-engah yana membuka semua yang di bawa tadi, tempat alat jualannya di susun rapi di gerobak, payung yang di bawa yana tadi di buka, yana membelek-belek payung yang ngak pernah dilihat selama hidupnya.


" pada siapa ya aku mau harus minta bantuan sebentar, aku tidak bisa ni pasang payung ni." rintih yana sendiri.


kebetulan di samping yana jualan ada orang laki-laki yang juga berjualan di tempat yang sama.


" bang! bisa bantu aku sebentar?" tanya yana pada laki-laki yang tidak yana kenal.


yana memberanikan diri meminta bantuan, dia tidak bisa memasang payung tersebut, laki-laki tersebut dengan senang hati membantu yana.


seharian yana bekerja di bawah terik panas nya matahari, payung yang di pasang kan tadi tidak sedikit membuat suasana yang teduh, jarak antara payung dan gerobak terlalu jauh posisi nya, itu yang membuat payung tidak bermanfaat bagi yana.


capek dan lelah itulah yang yana rasakan, dagangan nya laris manis, dagangan yana cepat sekali habis, yana bisa pulang sebelum waktunya.


"gimana kak yana, habis jualan hari ini?" bos yana tiba-tiba lewat di depan lapak mangkal yana.


" Alhamdulillah, habis, ini hasik jualan hari ni!" yana menyetor kan uang dagangan nya pada bos.

__ADS_1


yana berharap gaji nya setimpal dengan lelah nya hari ini, bisa membantu mencukupi kebutuhan anak-anak nya di rumah.


" ini kak yana uang nya....


__ADS_2