
Mulai hari ini Yana sudah berada di rumah Abah, Yana akan membuka lembaran hidupnya yang baru, Yana akan mulai hidupnya dari nol lagi, tidak ada lagi kenangan yang lalu, Faizal sudah tidak ada lagi dalam kamus hidup seorang Yana, Yana akan membuka kisahnya yang baru.
Permulaan pertama Yana adalah dengan membeli alat pintar baru, dengan mendownload aplikasi berwarna biru Yana berselancar di sosmed, hari-hari Yana sudah berubah, dari yang pendiam jadi banyak bicara.
Hari ini Yana kebetulan ada janjian dengan temannya ke tempat air terjun yang ada berdekatan dengan kawasan rumah Yana, Yana dan temannya yang bernama Yeni sudah berencana pergi sesudah waktu zuhur, sejak berpindah ke rumah Abah, Yana semakin merubah hidupnya.
"Yeni...jadi ngak hari ini kita pergi ke tempat air terjun?" ujar Yana pada Yeni ketika Yana bertandang pergi ke Yeni.
Jarak antara rumah Yana dan Yeni tidak terlalu jauh, hanya selang dua buah rumah. Yeni seorang gadis yang masih gadis belum menikah, itu membuat mereka mudah mendekat.
"Jadi lah Yana, kamu emangnya mau batalkan janjian kita ya?
...Kalau kamu batalkan, aku akan marah sama kamu sampai jangka waktu setahun loh" rajuk Yeni lagi pada Yana.
"Woi...lama amat, kalau marah tu jangan lama-lama marahnya, dosa tau" sahut Yana sambil ketawa terkekeh.
Yeni masuk ke dalam rumahnya sementara Yana memilih pulang untuk bersiap-siap untuk pergi ke tempat yang akan menjadi tujuan mereka hari ini.
Dengan mengendarai motor Yana, mereka terus menyusur jalan kiri dan kanan di penuhi hutan, sesaat ketika sampai di area hutan tubuh keduanya terasa dingin sampai menusuk ke tulang belulang.
"Masih jauh ini Yana?" suara Yeni yang berada di jok belakang tubuhnya, tidak ada suara memecahkan suasana sepi di antara meraka, Yana dan Yeni masih fokus pada jalan yang mereka lalui, sedangkan motor terus melaju dalam perjalanan menuju ke tempat yang telah mereka sepakati bersama.
Akhirnya mereka sampai ke tujuan mereka, air terjun yang menjadi destinasi wisata Yana dan Yeni berada di dalam hutan, mereka tidak lupa berselfi ria tidak ketingalan juga untuk di posting di sosmed masing-masing, Yana yang berfoto dengan posisi meniarap di dasar sungai, Yana langsung memposting foto berbagai gaya, tanpa Yana sadar ada teman di fb yang menarik perhatiannya seseoarang pada postingan Yana.
Di layar sosmed Yana memasang fotonya ketika ini masih berada di dalam air.
"Lihat ini Yeni, ada yang komen di status ku tadi." ujar Yana pada Yeni sambil menunjuk kan hape nya pada Yeni.
"Peminat rahsia tu Yana, itulah kamu suka kali posting foto di sosmed, kena semprot keg gini nanti baru tahu rasa kamu...
__ADS_1
...Coba baca komentarnya Yana, penasaran aku komen apa dia" ujar Yeni sambil merapikan bajunya yang basah akibat bermain air tadi.
"Dengar ya aku baca...
'Kayak buaya berenang...hehehehe'
"Itu tulisannya Yeni." sambung Yana lagi.
"Kamu kenal ngak Yana itu siapa?" tanya Yeni pada Yana yang masih mengutak-atik layar alat pintarnya dengan wajah yang cemberut.
"Kalau kenal sudah aku maki dia, ini soalnya aku ngak kenal siapa dia" jelas Yana lagi.
Yana tidak pedulikan apa lagi komentar dari teman-teman sosmednya, layar alat pintar yang berada di tangannya langsung di nonaktifkan, layar alat pintar Yana langsung berubah menjadi warna hitam.
Waktu sudah mendekat masuk waktu magrib, Yana dan Yeni bersiap-siap untuk berangkat pulang, tubuh keduanya basah semua.
"Yana aku masih penasaran sama cowok yang komen kamu tadi, berani amat dia bilang kamu buaya" Yeni masih membahas masalah sosmed.
"Benar kamu ngak kenal laki-laki yang komen kamu tadi Yana?" akibat tidak ada jawaban dari Yana, Yeni masih juga bertanya akan siapa laki-laki yang komen status Yana.
"Emangnya ada untung jika aku bohong" sahut Yana judes pada Yeni.
Perjalanan singkat mereka akhirnya sampai ke rumah, gegas Yana menuju ke kamarnya untuk mencuci badannya yang beriman air tadi, sedangkan Yeni pulang ke rumahnya.
Sesusah mandi Yana kembali membuka layar alat pintarnya, ternyata di kotak masuk ada chat seseorang yang belum di baca.
'Assamualaikum buaya' isi chat yang masuk di aplikasi berwarna biru.
"Mau apa sebenarnya laki-laki ini, kenal tidak, tiba-tiba panggil aku buaya, dasar jantan gila." gerutu Yana sendiri sambil terus menatap ke layar alat pintarnya.
__ADS_1
Tidak ada keinginan untuk langsung Yana membalasnya, di dalam hati kecil Yana begitu benci dengan sosok yang belum Yana kenal.
Alat pintarnya di hempaskan ke atas ranjangnya, Yana berlalu keluar dari kamarnya.
"Abah mana Mak?" tanya Yana pas ada orang tuanya di ruang tamunya.
"Abah di pasar...kamu tanya Abah kenapa?" sahut Mak Yana
"Sengaja tanya keberadaan Abah...emangnya ngak bisa ya?
"Bisa aja...itu kan Abah kamu, Mak cuma kasih tau aja, kamu sudah bisa membantu Abah jualan, jangan sampai waktu Abah sudah tidak sanggup jualan lagi." jelas Mak Yana dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan kuatir Mak, aku pasti membantu Abah jualan, aku akan membantu Abah Mak." balas Yana sambil memeluk bahu Maknya.
Malam datang dengan cahaya indah yang terserlah keluar dari sinaran bulan, bintang ikut bertaburan bertambah memperindah suasana malam ini, bintang berkeliaran di kiri dan kanannya.
Yana masih memandang langit-langit kamar, Yana masih belum bisa melupakan komen yang membuatnya sakit hati, komen yabg di baca siang tadi bagi Yana adalah sebuah ejekan atau hinaan untuk Yana yang mempunyai bentuk tubuh yang memang Yana akui gemuk.
Tings...bunyi chat masuk lagi di aplikasi biru.
Alat pintar yang Yana letakkan di meja sisi ranjangnya segera di ambil, di buka layar dari hitam berubah menjadi berwarna, Yana terus klik di tombol chat.
'Assalamulaikum... belum tidur ya?' isi chat yang masuk lagi ke dua kalinya.
Kali ini Yana berencana membalas chat yang masuk kali ini.
'Waalaikum salam... belum ngantuk' balas Yana singkat.
'Ooo...pasti kecapean berenang tadi ya?' lanjut laki-laki itu lagi.
__ADS_1
Perbualan panjang terjadi di aplikasi biru, hingga tidka terasa malam makin larut, tapi mata Yana masih belum bisa terpejam, percakapan mereka semakin lama semakin rapat.
Pagi ini Yana bangun dengan wajah yang semuringah, Yana masih terbayang-bayang percakapan yabg mereka bincangkan tadi malam, Yana sudah bisa membuka hatinya lagi.