Perjalanan Berduri

Perjalanan Berduri
Mas Bambang


__ADS_3

Azham seakan tidak percaya jajan nya hari, Yana bersyukur bisa mempunyai perkerjaan tetap, bisa membantu anak-anak nya hidup dengan layak seperti orang lain.


Azham terus mempercepat kan langkah nya, dia takut akan lambat sampai ke sekolah, Azham bangga mempunyai orang tua seperti Yana, gimana pahit hidup mereka Umi nya tidak pernah mengeluh atau menganggap meraka sebagai anak adalah beban.


Setelah Azham hilang dari pandangan mata Yana, dia melanjutkan lagi aktivitas pekerjaan rumah yang belum kelar, piring masih belum di cuci, di tambah lagi Hafiz belum Yana mandikan, tangan Yana yang hanya sepasang tidak bisa mengerjakan tugas nya serentak.


" Yana! kamu masih di dalam?" suara tante di balik pintu rumah Yana yang tertutup, Yana sengaja menutup pintu rumah nya, Yana ada di belakang, takut ada orang yang tidak di kenal masuk ke rumah tiba-tiba.


Yana yang masih di kamar mandi mencuci piring menjawab panggilan tersebut, " Iya tante! aku di dalam ni, masuk aja tante!" jerit Yana dari arah dapur nya.


klekkkk....


Pintu rumah Yana di buka, rumah Yana sekarang lebih rapi dari kemarin, terasa nyaman ketika kaki tante nya melangkah ke dalam, di jenguk anak Yana yang masih terlelap di kamar.


" Masih nyuci Yana?" tanya tante nya pas sampai ke kamar mandi di mana Yana berada. Yana sigap mendongak ke atas, melihat ke arah tante nya yang berdiri di hadapan Yana.


" Iya tante! bentar lagi siap kok ini." sahut Yana lagi sambil mempercepat kan cucian nya. Yana buru-buru mengerjakan perkerjaan rumah takut nya Yana akan lambat sampai ke tempat kerja, Yana berencana akan membeli sepeda jika Yana sudah mempunyai uang yang cukup, agar Yana lebih banyak waktunya di rumah bersama anak-anaknya, perjalanan dengan berjalan kaki membutuh kan waktu bukan sedikit. memakan waktu tiga puluh menit pergi dan tiga puluh menit pulang, jika menggunakan sepeda mungkin tidak akan selama itu.


" Hafiz belum bangun ya Yana?" tanya tante nya lagi.


" belum tan! emang kenapa tan?" Yana berhenti sebentar dari kerjaan nya.


" Ngak sih! cum tante pikir kamu pasti repot harus menghantar Hafiz ke rumah tante, kebetulan tante lewat, tante mampir saja, mungkin bisa tante sendiri yang membawa nya, eh malahan masih tidur dia." jelas tante nya panjang lebar.

__ADS_1


Yana menerus kan lagi pekejaan nya, sedang tante nya terus pulang sambil menggendong Hafiz , ringan lagi satu pekerjaan yang Yana harus buat, setelah ini Yana bisa langsung ke tempat kerja nya.


" Eh kak, tolong nyapu dulu ya? banyak sampah tu?" suruh Eni istri bos Yana pada Yana, Eni yang duduk santai di atas bangku kayu sambil menggoyang-goyangkan kan kaki nya ke bawah, di mata Eni Yana benar-benar seperti seorang babu, Yana mengikuti saja kemauan Eni, sebagai seorang bos Yana tidak bisa menolak perintah nya.


Penyapu yang ada di sudut warung di ambil Yana, Yana menyapu dari depan warung sampai lah ke belakang, sampah yang di kumpul di angkat oleh Yana, kemudian di buang dalam tong sampah yang sudah di sedia kan, lanjut pekerjaan seterusnya, wajan yang tergantung di dapur Yana isi dengan beras , santan, garam dan bahan lainya untuk di aduk menjadi nasi uduk, Yana tidak punya kesempatan istirahat jika pagi hari.


" Kak kalau sudah siap di depan pergi ke belakang ya? ayam nya belum di bersih kan lagi!" ucap mas Bambang dari arah belakang.


" Iya mas, sebentar lagi ya?" sahut Yana sambil terus mempercepat pekerjaan nya menyusun bahan-bahan untuk ayam penyet di rak jualan, timun, tempe, daun selada, sampai saus dan sambal sudah Yana susun dengan rapi, sekarang giliran Yana ke belakang.


Yana terus berkerja tanpa lelah, satu perkejaan ke satu nya lagi sampai lah masuk waktu sholat zuhur, di atas bangku kayu Yana meluruskan kan kaki nya yang kecapean.


" Kak ayam penyet satu!" ucap seseorang yang membeli nasi ayam penyet.


begitulah perkerjaan Yana yang harus di kerjakan setiap hari, bos Yana hanya membantu Yana di pagi hari, usai azan zuhur bos nya beserta istri akan tidur sampai sore, Yana di tinggal sendiri di warung, Yana tidak bisa komplain atau pun membantah.


" Kak pergi dulu sebentar ya? tolong tengok kan warung ya?" ucap mas Bambang ketika sudah berada di atas jok motor nya. Yana hanya bisa mengangguk setuju dengan permintaan bos nya tersebut.


" Setiap hari keg gini mati lah aku." ngadu Yana pada tetangga yang sama-sama jualan. Beda nya Yana sama orang tersebut, dia punya sendiri, Yana berkerja sama orang.


" Kalau ngak sanggup berhenti aja! jangan banyak ngeluh, orang suruh kamu kerja pun sebab mau santai-santai." jawaban tetangga Yana tersebut membuat hati Yana sakit, " Apa salah aku mengeluh, memang aku capek." batin Yana sendiri.


Yana duduk diam mengerjakan apa yang bisa, asal bisa meringankan kerja Yana besok nya, cabe yang akan di giling buat sambal besok, Yana peti sampai habis, bawang yang berada dalam kantong plastik juga di kupas Yana sampai habis, Yana mengerjakan di sela-sela Yana melayani pelanggan yang datang, akhirnya semua siap, besok kerjaan Yana agak berkurang dikit.

__ADS_1


Allah hu Akbar.....


Azan magrib sudah berkumandang mas Bambang da istri nya belum menampak kan batang hidung nya lagi.


" Kemana sih bos ni? kok belum pulang lagi!" Yana menatap ke arah jalan, mencari-cari kelibat bos nya kadangkala lewat, nihil bos Yana belum juga pulang.


Yana masih sibuk menggoreng ayam ketika bos nya pulang, kerjaan Yana di selesaikan dulu sebelum pulang, bos Yana suka sama dia sabab Yana seorang yang bertanggung jawab.


" Kok lama kali pulang mas?" ucap Yana lembut memandang ke arah bos nya yang sudah mengambil alih perkejaan Yana.


" Aira tadi ngak mau turun dari perosotan." alasan mas Bambang. mas Bambang mempunyai anak perempuan yang bernama Aira berumur dua tahun.


Nasi untuk bekal anak Yana di rumah sudah siap, Yana terus berjalan di suasana yang gelap, di dalam hati nya berdoa semoga anak-anak nya tidak apa-apa, Yana takut jika anaknya yang kecil akan mencari nya sebab Yana belum pulang lagi.


Di rumah nya Azham terus duduk di bangku yang ada di teras rumah tante Yana, hati nya kuatir sampai jam ini Umi nya belum pulang.


" Kok Umi belum pulang ya nek?" tanya Azham pada tante Umi nya yang di panggil nenek. Hafiz sudah terlelap dari tadi, dia kecapean menuggu Umi nya belum pulang-pulang.


" Kita tunggu aja ya? mungkin sebentar lagi Umi kamu pulang, sabar aja dulu." ucap tante nya Yana sambil mengelus-elus pundak Azham.


" Ya Allah, lindungi lah Umi ku di mana juga dia berada, berilah dia keselamatan dan permudah kan lah jalan Umi untuk mencari rezeki untuk kami anak-anak...Amin." Azham mendoakan keselamatan untuk Umi nya dengan air mata sudah mengalir di pipi Azham.


" Azham!" panggi tante " Iya." sahut Azham dari luar rumah.

__ADS_1


" Masuk dulu, banyak nyamuk tu di luar." sambung tante nya Yana lagi.


__ADS_2