Perjalanan Berduri

Perjalanan Berduri
pertama berkerja


__ADS_3

Mas Bambang terkejut melihat seseorang yang tidak di kenal ada di warung nya, mas Bambang yang berpenampilan seperti pemulung bertanya pada istri nya siapa Yana, istri nya pun memberi tahu kan hal yang sebenarnya pada mas Bambang, mas Bambang menggangguk mengerti.


" Boleh tahu apa yang seharusnya saya lakukan di sini?" tanya Yana sedikit grogi dengan pandangan boa laki-laki.


Bambang memberi tahu kan apa yang harus Yana kerjakan, Yana harus mencuci piring, menyapu sampah dari depan sampai belakang, Yana juga harus memasak nasi uduk, merebus ayam untuk di penyet, lebih kurang nya semua perkerjaan harus Yana lakukan, Yana sanggup melakukan semua pekerjaan itu demi anak-anak nya.


" Kamu bisa kerja sekarang, aku akan mengajari kamu pelan-pelan ya?" ucap Bambang pada Yana yang mendengar serius nasihat bos nya.


" Iya mas!" jawab Yana dengan lembut.


Yana mulai berkerja di warung ayam penyet dengan penuh kesabaran, Yana mulai mengaduk nasi uduk sehingga kering atau mengental, kemudian nasi uduk tersebut di kuskus sampai matang, nasi uduk sudah siap kini Yana beralih ke ayam, Yana membersih kan ayam penuh cekatan, jangan ada darah yang tertinggal, apa lagi bulu ayam yang masih menempel di kulit nya, satu persatu kerjaan Yana siap.


" Sudah dulu kak! makan dulu siang dulu ya?" mas Bambang menyuruh Yana untuk istirahat dulu.


Mesjid di pusat kota sudah berkumandang, Yana minta izin untuk sholat dulu, tapi Yana agak ragu untuk sholat di tempat mas Bambang, apa lagi anak nya yang masih kecil selalu kencing di kasur merata tempat.


" Mas Bambang aku izin sholat dulu ke teman sebelah ya?" izin Yana pada bos nya.


Kebetulan Yana sudah berkenalan dengan teman-teman yang berkerja di warung berdekatan dengan warung yana bekerja.


" Di sini aja bisa juga sholat, ngak usah jauh-jauh." bantah mas Bambang lagi.


Yana jadi serba salah, mau sholat di warung, tapi hati nya ragu, mau pergi ke tempat teman ngak di izinkan kan.


" Ya udah, aku ngak sholat aja, baju pun kotor ni!" alasan Yana lagi pada bosa nya.


Yana menggoreng ayam untuk lauk siang nya, Yana tidak peduli mata istri bos nya yang asyik menjeling kan mata ke arah nya, Yana jadi sedikit kurang suka dengan pandang mata istri bos.


" Sudah makan nanti cuci piring nya ya kak?" ucap Eni pada Yana yang sedang menggoreng ayam di wajan.


" Allah hu akbar, belum aja makan sudah di suruh lain, aku tahu lah kerja aku ngak usah di suruh-suruh." batin Yana di dalam hati.


Yana melanjutkan pekerjaan nya yang belum selesai, berkerja di warung memang ngak ada waktu nya istirahat, selalu ada saja ada pelanggan yang datang, Yana melewati nya dengan sabar.

__ADS_1


Waktu pulang pun sampai, Yana di bekali sebungkus nasi ayam penyet oleh mas Bambang, nasi yang di bawa pulang bisa untuk anak nya di rumah nanti.


" Pulang dulu ya mas?" pamit Yana izin pulang.


Bambang menggangguk menoleh sekilas ke arah Yana, lalu melanjutkan lagi pekerjaannya yang Yana tinggal kan.


Yana membawa tubuh nya yang lemah, dengan langkah lontai Yana berusaha kuat untuk melanjutkan langkah nya dengan berjalan kaki menuju ke rumah nya.


" eh.. Umi sudah pulang!" sambut anak nya Azham yang berada di teras rumah tante nya.


Yana langsung ke rumah tante nya, Yana menitip kan anak-anak nya pada tante nya, lelah Yana langsung hilang ketika menatapi anak-anak nya di depan mata nya.


" Rindu Umi ngak Hafiz?" tanya Yana sambil memeluk anaknya.


" yindu Umi, Umi kemana tadi, lama sekali pulang?" oceh anak Yana Hafiz.


Yana mengendong anak nya, lalu Yana membawa anak nya pulang ke rumah, Yana izin sama tante. tangan Azham di pimpin Yana, sedang Hafiz di gendong, Yana berjalan dengan langkah cepat, Yana ingin segera merebahkan tubuhnya di ranjang secepat nya.


" Hore! bawa pulang ayam dek!" jerit Azham melihat isi nasi bungkus yang Yana bawa pulang.


Anak-anak Yana makan dengan lahap, selama ini mereka hanya makan telor dadar setiap hari, baru kali ini mereka makan enak.


" Besok Umi kerja lagi ngak? kalau Umi kerja enak donk, kita bisa makan enak setiap hari." ucap Azham dengan wajah yang tersenyum gembira.


Yana tidak menghiraukan lagi ank nya makan, badan Yana gerah kerena seharian bekerja, Yana bergegas menuju ke kamar mandi, air yang dingin menjadi tujuan utama Yana kali ini.


Guyuran demi guyuran air membasahi tubuh Yana, air yang dingin menambah kan lagi tenaga Yana yang hilang tadi. Sekarang pikiran Yana bukan lagi untuk suami nya, yang ada dalam pikiran Yana sekarang adalah kebahagiaan anak-anak nya.


Di ruang tamu anak-anak sudah menghabis kan nasi yang Umi nya bawa pulang, mereka kekenyangan dengan sebungkus nasi bisa di habis kan berdua dengan adik nya.


" Eh! sudah habis nasi nya?" tanya Yana melihat anak-anak nya sudah tergeletak di lantai karena kekenyangan.


" Iya Umi! capek banget ni aku, besok Umi bawa pulang lagi ya." ucap Azham sambil tersenyum lebar ke arah Umi nya.

__ADS_1


Tidak jauh dari posisi Azham terlihat Hafiz sudah tergolek tidur di lantai akibat kekenyangan makan nasi yang Umi nya bawa pulang.


" Awas dulu bentar ya nak, Umi angkat adik dulu tidur di dalam." ujar Yana pada anak nya Azham.


Sejak Rasya meninggal Hafiz tidak tidur lagi bersama Azham, Hafiz di bawa ke kamar Yana, kamar Yana masih seperti dulu, masih ada ayunan Rasya di dalam nya.


Lampu di kamar Yana mati kan, yang sisa hanya lampu teras dan lampu ruang tamu, Yana tidak mematikan lampu keseluruhan nya, sebab Yana yang sendiri di rumah membuat Yana harus berhati-hati.


kukuku uuukkkk...


Suara ayam bersahutan di luar, ayam saling membalas sahutan di antara rumah ke rumah yang lain nya. Yana harus bangkit cepat hari ni, banyak kerjaan yang menanti nya hari ini, apa lagi hari ini Yana ada pekerjaan baru, Yana sudah mulai bekerja dengan serius.


" Azham! hari ini mau bawa bekal nak?" tanya Yana pada Azham yang sudah berpakaian rapi.


" Ada lauk emangnya Umi? kalau ada Azham mau!" jujur Azham lagi.


Yana tahu anak nya sering kelaparan jika ke sekolah, jajan yang Yana kasih tidak cukup untuk kebutuhan anak nya di sekolah.


" Ada, kan kemarin Umi bawa banyak ayam goreng ke rumah." sahut Yana sambil tersenyum manis ke arah anak nya.


" Yang benar Umi?" Azham masih tidak percaya dia bisa bawa bekal hari ini.


Selama ini Azham hanya melihat teman-teman nya membawa bekal, Azham pingin juga membawa seperti mereka, tapi Azham tahu Umi nya tidak mempunyai lauk lebih untuk nya bawa bekal.


" Iya Azham! mulai hari ini Azham sudah bisa bawa bekal ya!" timpal Yana lagi pada anak nya.


Azham langsung memeluk Yana, Azham begitu bahagia bisa membawa bekal ke sekolah, selama ini Azham selalu berangan-angan membawa bekal ke sekolah akhir nya kesampaian.


" Terima kasih ya Umi!" ucap anak nya sambil memeluk dan mencium Yana tanda ucap terima kasih nya.


" Iya nak sama-sama.." jawab Yana.


Tidak ada kebahagian yang di ingin kan Yana kecuali melihat anaknya bisa bahagia dan tersenyum manis menjalani hidup mereka.

__ADS_1


" Ini uang jajan untuk Azham ya?" Yana menghulur kan sejumlah uang untuk anak nya jajan.


" Yang benar ni Umi...?


__ADS_2