
" kenapa ngomog gitu nak, kan ngak baik azham tinggalkan ayah?" tuturku pada azham yang tiba-tiba mau yana meninggal kan ayahnya.
entah apa yang dipikirkan azham, hingga meminta yana meninggal kan faizal ayahnya. mungkin azham bisa membaca isi dalam pikiran faizal, sebab itu azham meminta umi nya berbuat hal demikian, insting anak kan lebih kuat.
kue yana masih banyak lagi yang belum siap, aktivitas yana berbalik lagi seperti sebelum nya, sebelum bang faizal pulang lagi ke rumah, bahkan lebih parah, sebelum ini yana hanya perlu mengisi perut yang kecil, tapi sekarang yana harus mengisi perut seorang pria
dewasa.
malam mulai berlatih menginjak pagi, yana masih betah menyiapkan segala keperluan kios dan kantin sekolah yang menampung dagangan nya. faizal dari pagi ke pagi lagi masih aja berbaring di bawah selimut, masih ngak habis pikir dengan sikapnya faizal yang ngak peduli dengan keadaan keluarga mereka.
yana banting tulang mencari sesuap nasi untuk anak-anaknya, bukan kemewahan yang di harapkan, tapi cukup lah jika ada nya meminta yana bisa memberikan.
azham dari tadi sudah izin tidur, seharian ini azham cuma berbaring di ranjang akibat demam yang menyerang tiba-tiba.
besoknya pagi menyinari bumi dengan hawa yang begitu panas, terlihat sekali bang faizal langsung membuka selimutnya akibat suasana yang panas dari luar.
"umi sudah siap kue nya? azham sudah lambat ni?" pekik azham dari dalam kamar sambik merapikan baju yang baru di pakai.
" jangan teriak azham, nanti adiknya bangun, kerjaan umi belum siap lagi ni!" tutur ku lagi pada azham yang masih belum keluar kamar.
tempat kue sudah yana sediakan jauh-jauh hari, biasanya yana memasukan kue ke dalam tempat yang bulat, tapi untuk brownis butuh tempat yang besar, yana harus mengeluarkan sedikit uang untuk modal usaha nya.
" sudah umi?" azham sudah pun menduduki kerusi yang ada di dapur.
" ini sudah semuanya dua puluh cup ya,?" azham mengangguk setuju dengan ucapan yana.
" umi! ayah sudah bangun belum?" sejak beberapa hari ni bang faizal menjadi orang yang sangat malas.
__ADS_1
untuk bangun saja dia malas, apa lagi untuk kegiatan lain.
yana terus saja menyusun brownis satu persatu di dalam bekas yang dia beli kemarin, brownis berbagai toping sudah siap di susun dengan rapi di tempatnya.
beberapa menitip brownis di kantin sekolah, yana bisa mendapat hasil sepuluh atau dua puluh ribu sehari, cukup lah makan yana dan anak-anak di rumah, aktivitas mereka berjalan lancar setiap hari, yana setiap hari bikin brownis, brownis nya berjalan lancar sehingga beberapa hari kemudian.
" umi orang punya kantin ngak kasih uang nya tadi!" ujar azham ketika pulang dari sekolah.
biasanya ketika azham pulang sekolah uang brownis selalu akan di bawa pulang, tapi sejak beberapa hari ini uang setoran nya sudah ngak di kasih lagi sama yang punya kantin. setiap kali azham keluar dari kelas yang punya kantinnya pasti sudah hilang.
" ngak apa-apa mungkin besok di kasih." ucap yana penuh harap.
" benci lah kalau begini umi, kita cari untuk makan umi, eh dia malah yang dulu ngak mau bayar uang kita umi." kemarahan azham Begitu terasa sebab uang nya ngak cukup untuk azham jajan besok.
" sudah jangan marah lagi, sekarang kamu buka baju kemudian keluar lagi untuk makan siang, besok kan di kasih lagi uangnya." padahal aku sendirian kuatir gimana kelanjutannya besok, apa yana akan memberitahu kepada yang akan tadi.
mereka lah penguat semangat yana selama ini, tanpa mereka entah gimana nasib yana, yana bisa berdiri kokoh hasil tumpangan kasih dari anak-anak nya.
" kak yana aku mau kue bolu donk?" di sela-sela obrolan yana dan azham tiba-tiba ada suara anak kecil berlarian di luar rumah.
gegas yana bangkit dari duduk di lantai ruang tamu menuju ke luar rumah, benar saja anak-anak sudah sibuk membelek-belek brownis yang di pajang yana di kiosnya, brownis berbagai toping menjadi incara anak kecil berangkat ke pengajian.
" kak yana aku mau yang coklat?" ucap anak perempuan kecil bernama nafisah.
" aku yang keju kak yana?" ucap anak perempuan satunya lagi.
kotak kue yang berisi brownis segara di turun kan yana biar lebih rendah sejajar dengan ketinggian mereka, mereka berusia lenih kurang enam atau pun tujuh tahun, masih kecil, masih imut-imut nya.
__ADS_1
" yang keju ngak ada sayang, yang ceres coklat mau ngak?" tawar ku menanggapi permintaan mereka.
yana sibuk melayani anak-anak yang sibuk melihat-lihat toping brownis, uang yang di bawa cukup untuk satu brownis, tapi mereka begitu takjub melihat toping brownis yang ada di depan mereka, kalau bisa mau di beli semua brownisnya.
sore sudah menutup layarnya, malam akab datang sebentar lagi, matahari yang tadi dengan senang menerangi bumi, kini sudah pergi undur diri, kalau ada umur panjang besok pasti akan berjumpa lagi. menjelang masuk waktu magrib jalan di depan rumah yana begitu sibuk dengan kendaran yang melewati depan rumahnya
" assalamualaikum...?" ucap salam seseorang di balik pintu kios yana.
yana yang masih sibuk di dalam kiosnya sontak kaget melihat ada orang yang datang menjelang waktu magrib.
" waalaikum salam...!"
perempuan tadi tersenyum ke arah yana, yana membalas dengan gerak yang sama, yana keluar dari kios nya yang sempit, ukuran kios yana cukup untuk satu orang di dalam.
" ada apa ya dek?" sahut yana lagi yang masih belum tahu maksud kedatangan tamu tersebut.
" kakak ada bikin brownis di rumah ya?" suara perempuan tadi pelan tapi yana bisa mendengar dengan jelas ucapan perempuan tadi.
" iya dek, brownis kecil-kecilan, ganggu anak-anak kecil aja dek." sahut yana agak ngak enak hati.
yana pikir perempuan tadi datang sebab mau belanja atau pun mau beli brownis, yana menjadi takut, takut brownisnya jadi memudaratkan orang lain, yana ngak mau orang sakit sebab makan brownis buatannya.
"ada apa ya dek?" tanya yana dengan wajah ketakutan yang tidak bisa di gambarkan dengan kata-kata.
" gini kak, besok kan anak aku mau ulangtahun, jadi aku mau kakak bikin brownis yang agak besar dikit untuk kue ulang tahunnya." yana masih tidak percaya dengan yang di dengar tadi, yana baru bikin brownis baru seminggu sudah di percayakan membuat kue ulang tahun.
" tapi kakak belum mahir bikin kue nya dek..
__ADS_1