Perjalanan Berduri

Perjalanan Berduri
Tanpa restu orang tua


__ADS_3

'Badaruddin dengar kan ucapan Mak mu ni baik-baik ya?


'Jika kamu tetap kekeuh dengan pilihan mu itu, maka kamu ngak usah lagi pulang ke rumah Mak, Mak ngak kan mengakui kamu anak Mak lagi.' ancaman Mak Badaruddin begitu menghancurkan hatinya.


Badaruddin diam seketika belum bisa menjawab apa yang Rukiah ucapkan, otak Badaruddin berputar-putar memikirkan apa yang sudah mereka lalui selama beberapa tahun terakhir ini.


Bagaimana bisa dia harus memilih antara Yana dan Mak kandungnya sendiri, biarpun Yana dan Badaruddin tidak saling mengenali secara langsung tapi ikatan cinta di batin mereka sudah terlalu kuat, tidak pernah sehari pun mereka tanpa mengabari aktivitas masing-masing, Badaruddin yang bekerja sebagai pegawai pabrik akan rutin mengabari setiap aktivitas yang di lakukan setiap hari, jam, menit bahkan detik sekalipun.


'Tapi kenapa Mak?' suara pertanyaan Badaruddin masih di talian telpon dengan Rukiah.


'Kamu pikir aku tidak tahu apa... Yana tu bukan gadis atau perawan tapi seorang janda anak dua kan?' tegas Rukiah lagi.


Badaruddin memang belum bercerita tentang status Yana pada Rukiah, Badaruddin berpikir dia akan bercerita jika bertatapan langsung dengan Rukiah jika dia pulang nanti, bahkan Badaruddin sudah izin libur kerja beberapa hari untuk pulang ke kampung halamannya.


Dia begitu yakin Rukiah pasti akan menerima Yana apa adanya, tapi entah siapa dalang yang menceritakan lebih dulu pada orang tua Badaruddin di kampung, dia sendiri tidak tahu.


'Sudah! kamu jangan telpon Mak lagi jika kamu masih berhubungan dengan Yana...


...dan lagi satu, jangan pernah kau jejak kan kaki mu di rumah atau kampung halaman Mak jika kamu memang nekad menikahi janda gatal itu.' belum sempat Badaruddin menjawab Rukiah, talian telpon pun terputus sepihak.


Hati Badaruddin yang bahagia sebelum menelpon Maknya kini sudah berubah wajah, Badaruddin tidak bisa memutuskan hubungan dengan Yana, tidak mungkin juga Badaruddin menjadi anak yang durhaka kepada orang tuanya.


Beberapa hari kemudian Badaruddin menghubungi Yana secara serius, biasanya sehari-hari mereka akan membicarakan tentang hal-hal yang kosong, tapi hari ini Badaruddin sengaja menelpon Yana untuk membicarakan hal yang serius tentang hubungan mereka.


Yana yang berpikir Badaruddin akan membicarakan tentang kelanjutan hubungan mereka ke jinjang pernikahan, Yana berdebar-debar menunggu panggilan dari kekasih hatinya yang di kenali melalui sosmed.


Tepat jam seperti biasanya Badaruddin menelpon, alat pintar Yana pun berdering hebat di atas meja di depan Yana.

__ADS_1


'Abang...baru pulang atau sudah mandi ni?' basa basi Yana menjawab telpon dari Badaruddin.


'Kasih salam dulu Yana... gimana sih, sudah tua masih di kasih tahu terus.' sahut Badaruddin dengan nada lembut.


Yana yang terlalu bahagia sampai lupa kasih salam sebelum menanyakan keadaan kekasihnya tersebut.


'Iya-iya...maaf, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh?' ucapan salam Yana sengaja di panjangkan.


'Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.' jawab Badaruddin sambil terkekeh geli mendengar suara Yana yang sedikit ngambek.


'Ya sudah...mau bicara tentang hal masalah apa Abang? sepertinya serius amat ni.' Yana terus ke masalah yang sebenarnya.


Badaruddin masih belum menjawab, dia coba menyusun kata-kata terlebih dahulu, dia tidak mau sampai Yana merasa sakit hati dengan kata-kata yang akan keluar dari mulutnya.


Badaruddin begitu mencintai Yana, begitu juga yang sebaliknya, Yana juga mencintai Badaruddin dengan sikapnya bisa menerima Yana apa adanya.


'Tapi kenapa harus di tunda Abang? bukankah Abang sudah dapat izin libur kerja dari pabrik?' cerca pertanyaan dari Yana lagi.


Yana sudah tahu Badaruddin sudah dapat izin libur pulang ke kampung untuk menikah, mereka sudah merencanakan ini sudah lama.


'Apa Abang ada masalah lain yang Yana tidak tahu?' tanya Yana pada bada di sebrang telpon.


'Ngak... Abang ngak ada masalah apa-apa kok!' sahut Badaruddin sengaja menutup hal yang sebenarnya yang telah terjadi sesuatu padanya.


'Abang kasih tahu aja yang sebenarnya...kalau berbohong tidak baik untuk hubungan kita, siapa tahu kita bisa selesaikan masalah kita ini bersama.' saran Yana membuat Badaruddin tidak berpikir dua kali untuk memberitahukan pada Yana.


'Orang tua Abang tidak merestui hubungan kita Yana.' suara Badaruddin seperti di sambar petir di siang bolong.

__ADS_1


Deghhhhh...jantung Yana seakan mau copot mendengar ucapan Badaruddin, Yana sendiri tidak menyangka bahwa selama ini hubungan mereka tidak mendapatkan restu dari orang tua kekasihnya.


'Yana...Yana, kamu masih di sana kan?' tanya Badaruddin begitu suara Yana tidak lagi terdengar di talian telpon.


'Masih Abang.' sahut Yana seperti tidak pernah ada masalah apa-apa.


'Kasih Abang waktu beberapa hari atau minggu lagi, Abang akan memujuk orang tua Abang untuk menerima kamu sebagai menantunya.' kata-kata semangat dari kekasihnya tersebut.


'Apa Abang yakin orang tua Abang akan menerima Yana sebagai menantunya, Yana kan janda Abang.' suara Yana seperti orang sudah berputus asa menghadapi semua ujian ini.


'Yakin lah Yana, batu yang keras jika setiap hari di timpa air hujan pasti akan pecah juga, apa lagi hati manusia yang begitu lembut, jangan lupa kamu berdo,a ya?' suara Badaruddin sudah serak, seakan-akan dia sudah menangis di sebrang telpon.


Yana juga merasakan hal yang sama, Yana tidak mau menikah tanpa restu dari orang tua, karena Yana yakin restu orang tua lah yang akan membuat keluarga mereka bahagia suatu hari nanti, tanpa restu dari orang tua rumah tangga takkan pernah sempurna.


'Iya..' jawab Yana singkat sambil terus memutuskan talian telpon dengan Badaruddin.


Badaruddin dengan semangat akan membuat keluarganya menerima Yana, Badaruddin akan berusaha untuk mewujudkan kebahagiaan yang sudah di mimpi kan bersama dengan Yana.


Berbeda pendapat dengan Yana, jika hari ini orang tua Badaruddin menolaknya, maka akan selamanya seperti itu, tidak ada orang tua yang mau jodoh anaknya yang sudah janda, apa lagi Badaruddin seorang anak muda yang pekerjaan tetap pasti orang tua Badaruddin ingin yang terbaik untuk anaknya.


Jika suatu hari nanti mereka menerima Yana sebagai menantunya, itu sudah terpaksa sebab Yana yakin Badaruddin sendiri yang akan memaksa orang tuanya untuk menerima Yana sebagai menantunya.


__________


'Janda gatal, ngak sadar diri, Badaruddin sudah ada calon woi' status terpasang di akun seorang perempuan yang turut disertakan nama Badaruddin di sana.


hati Yana sakit dan hancur, mungkin selama ini orang belum tahu akan statusnya sebagai janda anak dua, tapi setelah kejadian penolakan dari orang tua Badaruddin, semua sudah tahu hal yang selalu Badaruddin sembunyikan.

__ADS_1


__ADS_2