
"Oke sekarang waktu nya tiup lilin" Ajak fidira semangat
"Make wish dulu ya" Pinta ian
"Ya allah berikan diri ku ini umur panjang dan selalu bahagia. Dan buat fidira wanita yg berada di depan ku ini, beri ia kebahagiaan walau tidak bersama ku. Andai dia bisa menjadi milikku tuhan" Doa ian dalam hati
"Udah" Tanya fidira
Ian mengganggukan kepala nya.
"Okee kita tiup lilin sekarang" Ajak fidira semangat
"Yeeeeaaaa" Teriak mereka berdua saat lilin padam.
"Kita potong kue nya" Ajak fidira
"Oke kita potong bareng bareng ya? " Ajak ian
"Okey"
Fidira memegang pisau dan ian menaruh tangan nya diatas tangan fidira yg memegang pisau untuk memotong kue. kue pertama sudah terpotong
"Ini buat lo gua suapin" Pinta ian
"Aaaaeeemmm" Fidira membuka mulut dan memakan nya
"Oke sekarang gilirang gua nyuapin pria ganteng yg lagi ulang tahun ini" Kata fidira dengan tersenyum manis.
"Aaeeemmm.... Hmmm.. Enak juga, apa karena yg nyuapin cewek tomboi cantik ini? " Tanya ian menggoda fidira
Mereka melanjutkan makan, bercanda, bermain game. Namun tiba tiba ian berbicara hal yg tidak jelas
"Eh fi mau di kasih, tau rahasia nggak? " Tanya ian dengan tersenyum
"Hmm" Saut fidira cuek
"Gue kan punya temen deket kan, dia tu pacaran, tpi merencanakan putus sama pacarnya sendiri. Kayak menyusun rencana bareng gitu" Cerita ian
Cerita ian tadi sontak membuat fidira kaget, karena cerita itu persis rencananya dengan afkan.
"E-emang siapa temen lo tu? " Tanya fidira ragu
" Yaaa temen yg ada di samping gua sekarang" Jawab ian dengan menggoda
"Ma-maksud lo" Tanya fidira panik
__ADS_1
"Gue tau kok lo punya rencana putus sama bos afkan, pakek nyewa cewek bayaran lagi" Jawab ian sombong
" Lo jangan beri tau siapa siapa ya, soal semua ini... Please" Pinta fidira dengan manja
"Tpi ada syarat nya? " Jawab ian dengan rencana jahat nya
"Apa? " Fidira menghembuskan nafas pasrah
"Lo harus cium gue" Pinta ian dengan senyum menggoda
"Wahhh ni bocah ngerjain gua, gua bales lo" Petik dalam hatinya,,, "ooo di cium, pipi kanan apa kiri ni? " Tanya fidira dengan rencana jahat
Ian menunjuk pipi sebelah kirinya, fidira mulai mendekat tiba tiba
Plakkkkk
Tamparan kuat mendarat di pipi kiri nya.
"Auuu" Teriak ian sambil menglus pipi nya.
"Gimana enak nggak ciuman nya? " Tanya fidira Dengan tertawa jahat
"Apaan lo fi,, guakan cuma becanda sakit tau, pipi gua yg mulus kena tamparr lu" Keluh ian
"Hahaha gua juga becanda" Fidira tertawa terbahak bahak. "Jangan marah sayang" Lalu melanjutkan tertawa meledek ian
"Hmm"jawab fidira
"Gua mau nanya kok lo pura pura pacaran sih? " Tanya ian serius
" Ya gimana ya... Waktu itu terpaksa....... "
Fidira menceritakan semua pada ian masalah yg menimpanya waktu itu dan harus pura pura pacaran sama afkan.
"Kok lo gk cerita sama gue sih? " Tanya ian kesal
"Yaaa gitu deh" Jawab fidira cuek sambil memakan kue.
"Gue mau nanya sama lo fi, jawab jujur tpi ya? " Pinta ian dengan serius
" Hmmm apa? " jawab fidira
"Lo tu suka nggak sih sama gua? " Tanya ian
Setelah mendengar pertanyaan itu fidira menghentikan makan nya. Keheningan sesaat melanda.
__ADS_1
"Hehe... Kenapa lo nanya gitu? " Tanya fidira mengalihkan pembicaraan
"Jawab fi! " Ian memaksa
"Ya.... Su-suka sih,tpi ya gak suka suka banget" Jawab fidira ragu
"Kalo seumpama gue tembak lo giman" Tanya ian serius
"Ya mati donk" Jawab fidira dengan cuek
"Serius fi? Kalo gue minta lo jadi pacar gue gimana? " Tanya ian bersikeras
Fidira diam sejenak, lalu menjawab pertanyaan ian dengan agak ragu " Ya gk gimana gimana"
"Yaudah" Jawab ian singkat
"Ngapain? " Fidira merasa bingung
"Ya cuma nanya doankk" Jawab ian dengan tersenyum ala dirinya
"Dasarrr!!! Lo " Fidira memukul bahu ian
"Salah gua dimana coba? " Tanya ian dengan tertawa
"Au ahhh" Jawab fidira kesal
"Andai lo tau fi.. Gue pengen banget nembak lo, jadi pacar lo dan selalu ada buat lo. Tpi gue sadar, gue gk pengen sakitin lo di saat saat terakhir" Kata ian dalam hati
Karena ian dari tadi bengong fidira merasa bosan dan ngantuk.
Fidira berteriak kencang "IAAANN"
Sontak membuat ian kaget"apaan sih? Teriak teriak mulu dari tadi? "
"Lho bengong sih..!!! Gue cabut ya? Ngantuk ni" Pinta fidira manja
"Iyaaa makasih udah dateng, mau di anterin gak? " Tanya ian
"Gak ah gua bawa motor, nggak usah khawatir deh" Fidira tersenyum sambil menepuk pundak ian
"daaa sayang" Fidira melambaikan tangan.
"Byee"
**JANGAN LUPA
__ADS_1
LIKE VOTE DAN KOMEN**