Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
eps.27


__ADS_3

"Lo!! Tau apa tentang gua?,nuduh nuduh lagi. Gak usah sok tau deh, urusin hidup lo sendiri! " Jelas fidira dengan berteriak lalu pergi. Ian langsung mengikuti fidira.


Sedari tadi ada sepasang mata yg melihat kejadian ini dari jauh.


"Berani juga" Gumamnya


Fidira berlari ke toilet dan mencuci muka nya, ian berada di belakang fidira.


"Fi... Lo gpp kan? " Tanya ian sambil menepuk bahu fidira.


Tanpa aba aba fidira berbalik langsung memeluk ian erat. Ian pun menyambut hangat pelukan fidira. Lalu melepas pelukan. Ian mendekap kedua pipi fidira. Walaupun fidira tidak menangis namun dia tetap sakit hati.


"Lo kuat fi!! gua tau, nyatanyalo nggak nangis? " Jelas ian memberi semangat


"Iya gue kuat, karena gua punya lo. Temen terbaik gua" Ucap fidira tersenyum.


"Lo nggak mau nangis apa? " Tanya ian menggoda fidira


"Lah kok malah disuruh nangis? " Tanya fidira bingung


"Ya kan gua nggak pernah liat lo nangis, ya biar bahu gua jadi sandaran gitu. Sebelum lo jadi milik orang" Ucap ian seraya tersenyum


"Huh!! Nggak nangis boleh kali nyandar? Ayok!! " Ajak fidira. Mereka pun kembali ke ruangan masing masing. Mereka kembali bekerja seperti biasa.


Fidira bekerja seperti biasa, hari yg menurutnya sangat membosan kan, bekerja dengan pandangan mata semua karyawan dengan berbeda kecuali ian yg setia mendukungnya. itulah yg membuat fidira bertahan. Dan yg semakin membuat fidira bosan yaitu sikap afkan yg suka marah marah nggak jelas.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu ruangan fidira, dengan langkah malas fidira membuka pintu pelan. Dan... Kaget


"Eh pak indra dan bu nanda, silahkan masuk!! " Ajak fidira agak sedikit kaget dengan keadaan.


"Saya panggilkan pak bos dulu pak" Jelas fidira lalu diangguk i pak indra.


Di ruangan afkan.


Fidira nyelonong masuk begitu saja.


"Upss!! " Fidira lupa mengetuk pintu, afkan menoleh.


"Aduh! Maaf pak, hehe ada itu....bpk nya pak bos" jelas fidira sambil menunjuk pak indra yg berdiri di depan meja fidira.


"Suruh masuk ke sini aja!" suruh afkan dengan pandangan yg tidak teralih dari layar laptopnya.


"Haisss!!" kesal fidira menuju pintu keluar.


***

__ADS_1


"Pak indra bu nanda silahkan masuk ke ruangan pak afkan!" ajak fidira seraya tersenyum.


"Iyaa...oh fi kamu ikut masuk juga ya! Dan jangan panggil pak bu, panggil aja papa mama walau di kantor ya!?" pinta pak indra dengan berjalan menuju pintu ruangan afkan yg berada di samping fidira.


*harus segera kabur ni gua* batin fidira.


Tiba tiba bu nanda menarik tangan fidira. "Masuk bareng yuk?" ucap bu nanda seraya tersenyum.


"Sa-saya mau bikin minum dulu buk!" jelas fidira tersenyum kikuk.


"Nggak usah mama tadi udah beli di depan tadi" jelas bu nanda dengan menarik tangan fidira lalu masuk.


*asem!! Gagal gua,pasrah deh! * batin fidira


***


Di ruangan afkan.


Afkan menyambut pak indra dengan hangat. Mereka pun duduk, fidira hanya berdiri karena bingung.


"Ehem" deheman afkan membuat fidira duduk di samping nya. Kode lah.


"Gini fi... Papa mau pernikahan kalian di adain minggu depan. Bareng sama pertunangan nya. Gimana?" tanya pak indra serius


"Apa!!? Minggu depan?" tanya fidira yg sontak kaget. Lalu menoleh pada afkan. Namun afkan malah cuek.


"Hmm..? U-udah pak tpi dadakan banget?" jawab fidira ragu


"Lebih cepat lebih baik kan?" tanya bu nanda seraya tersenyum. Fidira hanya tersenyum kikuk.


"Emang ibuk saya udah tau?" tanya fidira dengan ide mendadak


"Udah kok!! ibu kamu udah setuju" jelas pak indra


*gagal dah* batin fidira


"Jadi kalian nikah tgl 15 juni ya?, dan kalian tema pernikahan nya apa?" tanya bu nanda.


"Terserah" jawab fidira dan afkan kompak.


" kompak bener?" goda pak indra. Afkan dan fidira hanya membuang muka.


"Pak yg penting jangan mewah mewah ya?" pinta fidira dengan wajah memelasnya.


"Iyaa, yg penting jangan panggil pak tpi paa....oke?" jelas pak indra


Fidira menggangguk lalu tersenyum.

__ADS_1


"Jadi lamaran nya malam sebelum nikah, ijab khabul nya di rumah fidira jam 9 pagi. Resepsinya malem.Oke? Dan ini buku daftar buat kalian mau ngundang siapa aja boleh. Besok kalian harus cari cari baju nikah dan resepsi." ujar pak indra dengan memberi buku daftar.


*panjang banget* batin fidira


"Yaudah papa sama mama pulang dulu. Ini tadi mama beli in" ujar bu nanda dengan memberi dua es coklat.


"Makasih buk..." ucap fidira tersenyum


"Eh?" bu nanda menatap fidira tajam lalu tersenyum " mama ya sanyang!" ucap bu nanda


"Iya maaf...ma" ucap fidira


"Afkan papa pergi dulu, jaga in calon mu!" ucap pak indra di angguk i oleh afkan. Yaa afkan emng gk banyak bicara.


Setelah kepergian papa dan mama afkan.


Fidira mengambil satu es coklat lansung menyruputnya. Sedangkan afkan terlihat pusing.


Fidira berniat kembali bekerja tapi...


"Mau kemana?" tanya afkan


"Kerja donk" jawab fidira santai dengan menyruput es di tangan nya


"Nggak usah kerja dulu, sini duduk. Kita bahas rencana selanjutnya" jelas afkan, fidira menurut jika membahas tentang rencana yg akan membebaskannya.


"Jadi?" tanya fidira


"Nggak tau" jawab afkan singkat.


"Hak elah!!!" fidira menepuk jidat nya.


Mereka terdiam sesaat.


" kita cari baju dulu aja!" ajak afkan frustasi


"Nggakk!! Saya nggak mau nikah sama pak bos!" ketus fidira


"Harus nya saya yg bilang gitu, mana mau saya sama kamu. Rugi kegantengan saya" jelas afkan yg membuat fidira ternganga.


"Sombonge rek!! Kalo gitu ya batalin donkk!" jawab fidira


"Kita nikah aja!" jawab afkan singkat


"Katanya bukan selera?" jawab fidira agak sombuong


"Terlanjur...yuk cari baju, nanti dimarahin lo!" ancam afkan

__ADS_1


Hai gess🙂bantuin aku ya buat novel ini menjadi lebih baik. Maaf masih acak acakan.


__ADS_2