Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
75


__ADS_3

Di stadion


Teriakan Para suporter menggema di seluruh stadion lebih tepatnya sampai terdengar dari luar juga. Para suporter teriak teriak bersamaan, menyanyikan lagu kebanggaan klub mereka masing-masing. Begitu pula dengan 7 orang yg ikut bernyanyi riang dengan begitu heboh.


Hanya 2 pria yg duduk termenung dengan pikiran frustasi melihat keadaan di sekitarnya.


"Kenapa mereka sangat bersemangat? " Tanya elo kepada afkan yg sedang pusing.


"Andai saja aku menolaknya kemarin" Gumam afkan menyesal.


"Apa maksudmu? " Elo terheran


Flashback on


Fidira dengan langkah letoy mendekati meja makan dimana afkan sedang bermain ponsel.


"Pak bos" Panggilnya mendapat deheman dari sang bos tanpa menatapnya sedikitpun.


"Gini...besok saya mau ke surabaya kan-"


"Ngapain? " Srobot nya to the point,afkan meletakkan ponselnya dan beralih menatap fidira.


Fidira mengerenyitkan kan dahinya "iya ini mau jelasin udah di srobot aja. Gini saya mau ke surabaya mau ke stadion nonton bola. Dan pak bos gak usah ikut ya? " Fidira menjelaskan terang terangan.


"Kamu naik apa? "


"Motor lah... Ya kale naik becak" Fidira memutar bola matanya jengah.


"Sama? "


"Sama ian, jojo, elma, nando, rafa" Ucap fidira bersemangat.


"Hm" Singkat beranjak dari duduknya


"Jadi gimana? Gak ikut kan? " Tanya fidira menyakinkan.


"Ikut lah" Singkat afkan berlalu pergi ke kamarnya.


Fidira terdiam "APA!? Kalo nggak mau juga gak maksa pak boss, gak usah ikut ya? " Fidira berteriak namun tak mendapat sahutan dari afkan.


Paginya...


"Eh udah siap semua kan? " Tanya ian mengabsen


"Udah" Jawab semangat ke 4 serangkai sedangkan fidira menjawab lesu dengan wajah yg masih di tekuk menatap afkan di sampingnya.


"Motor nya taruh garasi aja! " Suruh afkan dingin.


"Baiklah ayo kita berangkat!! " Ian berteriak heboh. Mereka bergegas memasukan barang barang ke dalam mobil afkan. Lebih ke makanan snack sih bukan barang.


Saat mobil afkan akan keluar dari halaman rumahnya, sebuah mobil lamborghini bewarna kuning menghadang nya.


Semua tampak ternganga melihat mobil keren di hadapannya. Namun afkan tidak terkejut, ia tahu siapa yg datang pagi pagi seperti itu.


"Heiii apa kau mau keluar? " Teriak ester saat keluar dari mobilnya di ikuti elo.


"Ester? " Gumam fidira terheran.


Afkan keluar dari mobil untuk sekedar basa basi pada kedua sahabatnya itu. Terlihat ester yg sedikit berekspresi tidak setuju kadang juga memelas membuat semua yg berada di dalam mobil terheran.


"Mereka bicara apa? " Tanya rafa yg kepo poll.


"Gak tau juga" Fidira mengangkat kedua bahunya


"Emang lo kenal fi? " Elma ganti bertanya


"Ya.. Mereka temen temennya pak bos"


"Syukur deh, suami lo masih punya temen fi" Jojo blak blakan


"Ya lumayan lah... Banyak kok temannya" Fidira mengangguk angguk. "tpi kok bisa gitu ya... Cuma ekspresi doank.. Suaranya gak kedengeran" Fidira dan yg lain terkekeh kecil. Sampai tiba tiba afkan masuk membuat kekehan mereka terhenti seketika.


"Ada apa pak bos? " Tanya fidira saat mobil Lamborghini itu perlahan pergi.


"Mereka ikut" Jawab afkan singkat.


"APA!!? " pekik semua orang yg berada di dalam mobil.


"Saya denger.. Jadi nggak usah sok syokk gitu" Ucap afkan santai dengan perlahan mobil afkan meninggalkan pekarangan rumahnya.


Flash back off


"Andai aku juga tidak mendukungnya waktu itu" Penyesalan elo


"Ini namanya takdir... Agar aku tidak merasakan nya sediri" Afkan tersenyum kecil


"Sejak kapan ester menyukai bola? " Tanya elo terheran.


"Mungkin ada sifat yg belum kau ketahui tentangnya" Sahut afkan. "Kenapa kita tidak pesan yg VIP saja tadi?" Afkan bedecak kesal.


"Jika di VIP tidak akan puas mereka" Elo melirik fidira, ester dan kawan kawan. "Karena tidak seru"


"Tapi di sini sangat berisik, pusing kepala gue" Keluh afkan memijat pelan kepalanya.


Di luar stadion.....


"Iiihhhh kenapa harus seri sih? " Fidira kesal dengan bersedekap dada.


"Musuhnya pengen kali ku lempar" Ester berdecak kesal.


"Au ahh males deh" Elma menyahut.


"Udah gpp kali... Dari pada kalah yekan? " Ucap ian menenangkan ketiga perempuan yg sedari tadi memanyunkan bibir mereka.


"Jangan di sesali, emang belum jalannya kan? " Imbuh rafa agak ragu.


"Lain kali pasti menang kok" Jojo bersemangat.


"Gitu aja cemberut" Cibir nando memutar bola matanya malas.


"DIAM KAU!!" Bentak ketiga perempuan itu hingga semua terperanjak kaget.


"I-ya maaf" Ucap nando gagap.


"Baiklah ayo kita pulang! " Ajak afkan singkat.


"Tunggu! " Ucap ester menghentikan langkah semua beralih menatap nya. "Gue denger rumah fidira dekat dari surabaya, ayo kita berkunjung sekalian beristirahat" Ajak ester bersemangat.

__ADS_1


"Ah iya... Aku sangat lelah" Imbuh elo memijat pelan lehernya.


Fidira melirik afkan yg seakan santai saja.


"Hey kita boleh tidak kerumahmu? " Tanya ester menyadarkan fidira.


"Eh... Iya tentu saja, aku juga udah lama nggak ke rumah ibuk." Fidira canggung.


"Baiklah ayo kita ke rumah fidira" Teriak tiba tiba ke empat sahabat fidira semangat.


"Kayaknya semangat sekali kalian? " Fidira tersenyum menusuk pada keempat sahabatnya, dan itu berhasil membuat keempat sahabatnya itu tersenyum canggung.


"Baiklah ayo! " Afkan membuka pintu mobilnya namun terhenti saat elo mencegahnya.


"Ada apa? "


"Biar aku yg menyetir mobilmu, kau dan istrimu naiklah mobilku. Kau belum merasakan mobil baruku kan? " Tawarnya


"Tidak perlu" Singkat afkan


"Ayolah.... Biarkan aku menyetir mobil mu" Paksa elo memberi kunci mobilnya pada afkan.


"Cepatlah afkan, naik mobil elo! " Suruh ester berkacak pinggang.


Afkan menoleh ke dalam mobilnya, terlihat fidira sudah siap di dalam mobil dengan kawan kawannya. "Tidak perlu, mereka sudah siap di sini" Tolak afkan kembali.


"Baiklah.... " Ester bersiasat buruk "fidiraa.... " Panggilnya membuat fidira menoleh kearahnya.


"Hmm? " Sahut fidira dari dalam mobil. Ester mengayunkan tangan nya, meminta fidira untuk keluar mobil.


Dengan polosnya Fidira menghampiri mereka bertiga. "Ada apa? " Tanyanya polos.


"Tidak ada, aku hanya... " Ester berjalan kearah pintu mobil "sampai jumpa" Ucapnya bebarengan dengan elo yg juga masuk ke dalam mobil afkan dan segera melajukan mobil hingga menghilang dari area parkir stadion.


"Lah? " Fidira tertegun ia masih bingung dengan keadaan saat ini. "Kok gue di tinggal? " Tanyanya menoleh pada afkan.


"Sial! Sejak kapan dia mengambil kunci mobilku" Afkan berdecak kesal.


"Dan kita di tinggal?" Fidira memelas.


Di perjalanan...


Hening! Itulah suasana yg dirasakan fidira saat ini. Melakukan perjalanan bersama bos dingin membuatnya malas.


"Akuu bosaann... Mari kita vc tu kampret" Gumam fidira menekan tombol vidio call di ponselnya.


Tuut..


Tuutt...


Tuut..


"Asem tu kamprettt.... Malah gak diangkat" Fidira berdecak kesal.


Fidira beralih memandang afkan yg tetap fokus pada kemudinya. Fidira mengambil snack yg di belinya tadi.


"Pak bos mau?" Fidira menyodorkan snack nya membuat afkan menoleh "gak mau ya udah" Belum sempat afkan menjawab, fidira sudah menarik snack itu kedalam pelukannya.


Dengan sikap fidira yg tidak sopan itu afkan hanya geleng geleng kepala.


Hari semakin gelap karena perjalanan yg cukup jauh, serta kemacetan yg hakiki membuat mata fidira tak lagi kuat menahan kantuknya. Fidira pun tertidur dengan snack yg masih berada di tangannya.


Di perjalanan afkan seringkali melirik fidira yg tertidur, sesekali mengangkat kepalanya yg terbentur jendela dengan mata yg masih terpejam.


Afkan yg merasa kasihan menadahkan kepala fidira di bahunya, fidira sedikit terusik namun malah membenarkan posisi nya dengan memeluk lengan afkan. Yaaa fidira sangat menikmati tidurnya kali ini ditemani hujan deras yg baru mengguyur jalanan yg ramai membuat fidira nyaman.


Afkan tertegun, beberapa saat kemudian senyum tipis terkembang di bibirnya. Tanpa disadari mobil mereka masuk ke jalan yg sepi dan kurang pencahayaan dari lampu jalan.


Bahu afkan yg sudah merasa pegal membuatnya sedikit bergerak, itu membuat fidira yg tadinya terpejam perlahan membuka matanya.


"Belum sampek? " Tanyanya dengan suara khas bangun tidur Sembari mengucek matanya.


"Belum" Singkat afkan.


"Huuffff.... Kok sepi banget sih? Apa karena hujan deres ni? " Tanya nya menatap keluar jendela "gelap lagi... Ehhh pak bos ini bukan jalan biasanya deh? "


Afkan menoleh sebentar kearah fidira lalu fokus menyetir kembali "saya cari jalan yg emang agak jauh sih... Capek saya di jalan utama macet" Jelas afkan.


Fidira mengerenyitkan dahinya "emang pak bos tau jalan ini? " Tanyanya bingung.


"Kan ada maps jadi kita tinggal li-"


BLARRR


Suara ledakan yg cukup keras terdengar di dekat mereka. Menyadari ada sesuatu yg mengganjal pada mobil yg di kendarainya, afkan segera menepi. Afkan dan fidira saling pandang "apa pak bos? " Tanya fidira dengan suara yg bergetar.


"Hufff.... Tenanglah itu hanya ban meletus, tidak usah panik" Ucapnya mengelus bahu fidira.


"Haiisss.... Hujan-hujan gini. Gimana mau benerinnya? Gelap lagi" Gerutu fidira berteriak


Afkan mengambil ponselnya lalu menekan beberapa nomor di layarnya. "Ck. Tidak ada signal" Kesal afkan memukul stir mobil.


"Mungkin karena hujan deras, signal sedikit eror" Jawab fidira menurunkan kaca jendela yg saat tertidur tadi sempat di tutupnya.


"Deres banget lagi? " Gerutunya kembali "masak kita nunggu disini sampek pagi sih? " Beralih menatap afkan.


Afkan menyandarkan kepalanya ke kursi mobil dan memejamkan mata "mau bagaimana lagi? " Ucapnya pasrah.


Fidira cemberut "ini baru jam 7 dan nunggu sampek jam 7 pagi.... Lah ngapain aja gue selama itu. Tidur?.... Gue kan baru bangun. Aarrgggg" Fidira mengacak rambutnya frustasi.


Di tempat lain...


"Si fidira lama banget ya? " Tanya elma sembari menyeruput secangkir teh hangat miliknya.


"Iya kok belum dateng sih? "


"Mau nanya juga gak ada signal hujan deres begini" Jojo meletakkan ponselnya di meja.


"Yann... Lo gak minum teh dulu? " Tanya rafa memanggil ian yg sedari tadi berdiri di ambang pintu, dengan pandangan yg tak lepas dari arah jalan yg sepi.


"Ck. Si afkan kemana sih... Lama bangett" Umpat elo yg mulai kesal juga khawatir.


"Harusnya bener, kita gak usah maksa tadi" Ucap ester menyesal.


Sudah dari 1 jam yg lalu rombongan elo dkk sampai di rumah fidira. Mereka disambut hangat oleh bu tria dan melati.


"Sudahlah kalian jangan khawatir, fidira pasti dateng. Mungkin jalanan banjir maka dari itu mereka berhenti dulu" Ucap bu tria menenangkan semua, walau di lubuk hatinya juga sangat khawatir.

__ADS_1


"Kita berdoa aja mereka pasti baik baik aja" Ucap nando bijak


Sementara itu...


"Ayokk pak boss!! Lebih kuat lagii!! Dikit lagiii"


"Iya tapi ini licin banget"


Dengan sekuat tenaga afkan dan fidira secara bergantian melepas baut ban mobil yg sangat licin, karena hujan deras yg mengguyurnya.


Ya aksi mereka terbilang nekat. Siapa juga yang mau hujan hujan nan malem malem cuma mau ganti ban, kalo bukan karena paksaan fidira, afkan tidak akan mau basah basahan.


Sekitar 15 mnt bergulat dengan baut ban mobil, akhirnya semua baut berhasil terlepas. Fidira dengan cepat memasang ban ganti yg sudah di siapkan.


"NICE" teriak fidira setelah ban mobil telah terpasang sempurna.


"Ayo cepat kita bereskan ini" Afkan mulai membereskan semua peralatan yg telah di gunakan tadi, di ikuti dengan fidira yg juga membantu.


"Pak bos... " Panggil fidira lirih


"Hmm? " Afkan menoleh.


"Terima kasih" Fidira tersenyum manis, afkan dibuat heran karena sikapnya itu "yaa... Terima kasih buat akhir akhir ini gak tau juga sih pak bos kesambet apa. Yg biasanya sering marah sekarang jarang marah sama saya. Dan kali ini juga pak bos nggak marah waktu saya tarik buat hujan hujanan kayak gini. Maaf juga" Fidira sedikit cengengesan.


Afkan menatapnya dalam, fidira juga menatapnya. Cukup lama mereka saling pandang di bawah guyuran hujan deras. Menyadari sesuatu yg berbeda dengan afkan biasanya, fidira sedikit salting saat melihat afkan yg begitu mempesona di bawah guyuran hujan malam itu.


*lah ngapain gue salting sih* batin fidira heran.


"Emm... Pak-pak bos mending kita langsung pulang aja! " Fidira terbata memecah keheningan.


Afkan mendekati fidira perlahan, sikapnya semakin membuat jantung fidira berdisko "Hmm? Kenapa buru buru? " Jawaban yg tak terduga dari afkan membuat fidira melotot.


"Emm... Sa-saya udah kedinginan, dari pada masuk angin mending kita gercep" Ucap fidira terbata lalu dengan cepat masuk ke dalam mobil.


Afkan terkekeh saat melihat tingkah fidira yg sedikit salting karnanya. " I like it" dengan senyum menyeringahi afkan masuk ke dalam mobil.


BREUUMMM


Suara mobil masuk ke halaman rumah fidira. Semua orang yg berada di ruang tamu menyadari suara khas dari mobil balap itu.


Mereka semua keluar untuk memastikan, dan ternyata benar sebuah mobil lamborghini mewah sedang melakukan parkir.


"Alhamdullillah" Teriak semua orang saat melihat fidira dan afkan keluar dari mobil.


"Syukurlah lo baik baik aja fii... Gue khawatir banget tau! " Ucap ian dengan tiba tiba memeluk fidira yg masih basah kuyup. Sikap itu sempat menarik perhatian elo dan ester namun mereka tidak terlalu mengambil pusing soal itu, mereka berusaha berfikir positif karena mereka mendengar fidira dan ian seperti adik kakak.


"Iann... Gue gak papa" Ucapnya menenangkan ian yg sangat khawatir.


"Lo kemana aja sih? " Omel ester khawatir melihat keadaan afkan yg basah kuyup.


Afkan tidak menjawab, ia malah melirik fidira yg masih berdebat dengan ian "Cepat masuk kau pasti kedinginan" Ucapan afkan sempat membuat fidira dan kawan kawannya berhenti beradu mulut, sedangkan elo dan ester merasa bahagia karena sahabatnya yg dingin sekarang jadi sangat peduli pada istrinya.


"Emm.. Ba-baiklah" Fidira sedikit terbata.


"Baiklah ayo kita masuk, fidira sama pak bos pasti kedinginan" Ajak elma diangguki oleh semua.


Setelah bersalaman dengan bu tria, fidira dan afkan membersihkan diri lalu ikut bergabung menikmati teh bersama kawan kawan.


"Tadi kalian kemana aja sih? " Tanya ester yg sudah tidak sabar menanti info.


"Haiiss... Siapa suruh juga kalian ninggalin kita? " Fidira sedikit sadis.


"Ehh maaf... Itu ide gue sih... Yaa biar gercep sampeknya kan. Soalnya kan macet banget" Jojo menggaruk kepalanya yg tidak gatal.


"Gara gara kalian kan... Kita kejebak... Tu mobil ban nya meledak tau gak" Fidira bercerita dengan hebohh.


"MELEDAK? " Tanya mereka semua yg tak kalah heboh.


"Bukan meledak tapi bocor"afkan membenahi perkataan fidira.


" Tapi kan meletus pak bos... Ada suaranya kok" Fidira sedikit protes.


"Emang iya... Tapi kan nggak meledak juga. Emang kompor? " Afkan mencibir, baru kali ini fidira melihat afkan yg ikut campur pada masalah sepele. Biasanya sih bodo amat.


"Trus... Gimana? " Tanya rafa bingung.


Semua menoleh kearah rafa "ya maksudnya kalian-itu ban nya gimana? " Rafa terbata.


"Lo tau raf... Tu ban udah gue makan habis" Fidira sedikit kesal.


"Wahh mengerikan" Ucap mereka semua dan diakhiri tawa terbahak bahak.


Pukul 11 malam


Karena rasa kantuk dan lelah setelah perjalanan jauh mereka memutuskan untuk beristirahat dan tidur.


Jojo, ian, rafa, nando dan elo tidur di depan televisi, elma dan ester tidur di kamar melati, melati tidur bersama ibu tria, sedangkan afkan dan fidira tidur di kamar fidira. Sebenarnya fidira memilih untuk tidur dengan elma dan ester tapi tempat tidur yg kecil tidak dapat menampung mereka bertiga, dan terpaksa deh.


"Pak bos berhubung ni tempat tidur cuma 1....saya ikhlas kan untuk pak bos aja deh" Ucap fidira penuh arti.


"Ya" Singkat afkan menempati kasur fidira.


*lah kok begitu sih... Gue nyesel bilang gitu. Apa dia nggak nanya gue mau tidur dimana gitu?* batin fidira kesal.


Pukul 2 dini hari...


Fidira masih stay di kursi gaming nya, sesekali ia menguap pertanda dirinya sudah lelah. "Tidur di mana ni? " Gumamnya menatap afkan yg sudah tertidur pulas.


Tiba-tiba senyum terukir di wajahnya "hehe pak bos ganteng juga kalo tidur" Fidira terkekeh "trusss...... Gue sekarang tidur di mana? " mengacak rambutnya yg sudah tidak rapi, dari tadi pulang sih.


Di tengah tengah kebingungan nya, tiba tiba fidira mendengar suara lirih dan samar samar yg membuatnya bergidik ngeri. Suara itu semakin jelas terdengar di telinga nya, fidira mulai panik.


Tapi tiba-tiba....


"Mama" Suara itu terucap dari mulut afkan yg sedang tertidur, fidira mendekati afkan yg masih terlelap.


Tapi fidira heran dengan tubuh afkan yg sedikit bergetar, ia memberanikan diri untuk menyentuh dahi afkan. "Panas" Fidira berpikir sejenak apa yg harus di lakukan nya.


Fidira berinisiatif mengambilkan minum. Dengan sangat hati-hati fidira melewati teman temannya yg sedang tertidur pulas.


Setelah berhasil, fidira segera mengambil air lalu kembali. "Huff" Gumamnya sembari menutup pintu pelan.


Fidira menaruh gelas di atas nakas "pak bos pak bos" Fidira membangunkan afkan pelan.


Merasa terganggu afkan mulai membuka matanya, mendapati fidira yg tengah duduk di sampingnya. "pak bos nggak papa? " Fidira menyentuh dahi afkan kembali.


"Hmm? " Afkan masih belum tersadar sepenuhnya.

__ADS_1


"Ni minum dulu. Biar agak mendingan" Fidira menyodorkan segelas air.


__ADS_2