Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
71


__ADS_3

Sore ini fidira duduk berjongkok di teras rumah sembari menatap bunga bunga yg bermekaran di pekarangan rumahnya.


"Kok gue baru tau ada bunga di sini? Kapan nanem nya?" Tanyanya pada diri nya sendiri. "Ternyata tiap weekend lari pagi lumayan kurus gue" Tambahnya tersenyum senang.


Sampai...


"Cengar cengir.... Ngapain kamu? " Suara yg tak asing membuyarkan lamunan fidira.


"Gak boleh apa bos? Situ gak rugi juga" Fidira mencebikan bibirnya.


"Di kira tetangga istri nya seorang CEO stres... Kayak orang tertekan" Afkan tiba tiba mengomel.


"Emang kemyataan kan? " Fidira menyaut "nyengir aja gak boleh ya tertekan jadinya" Imbuhnya yg tak kalah sadis.


"Rencana mau kemana kamu? " Tanya nya tiba tiba.


"Kemana? Gak kemana mana"


"Katanya kemarin mau ngajak kalo weekend" Afkan memancing mengingatkan.


"Oohhh itu gak jad-........ "


Terdiam sesaat...


"Ohh iya jadi... Anu... Jadi pak bos mau ni tak ajak? " Fidira sedikit salting karena kaget plus dadakan.


"Anu... Anu.. Apa? "


Fidira sedikit jual mahal "katanya kemarin gak mauu"


Afkan terdiam menatap gadis di depannya yg sangat egois itu dengan bersedekap dada.


"Apa...!!? " Sewot fidira merasa tidak enak dengan tatapan aneh afkan.


"Jadi jalan nggak? " Afkan buka suara.


Fidira pun tersenyum licik bahkan tertawa jahat di dalam hatinya.


"Jadi... Mau ni? " Fidira beranjak menghampiri afkan yg sedari tadi berdiri bersangga tembok rumahnya.


Sekarang mereka sudah saling berhadapan...


Dan juga saling menatap...


Terdiam..


"Jadi gimana?... Jadi ikut gak? " Fidira membuyarkan lamunan afkan yg baru akan terangkai.


"Ekhem... Ya- ya jadi lah" Afkan berusaha bersikap datar.


"Oke nanti jam 7 udah siap ya! " Fidira tersenyum senang.


"Malem? " Tanyanya sedikit kaget.


"Yakalee jam 7 pagi.. Udah lewat kali bang" Fidira menepuk bahu afkan dan berlalu.


"Tumben" Gumam afkan masuk ke dalam rumah.


Pukul 18.55 malam


Afkan sudah siap dengan pakaian yg terkesan keren dan mewah, menuruni tangga. mendapati fidira yg tengah asikk menonton tv dengan pakaian yg masih biasa biasa saja dan tak lupa camilan yg hanya tersisa toplesnya di atas meja.


Afkan menggeleng pelan sembari menghampiri.


"Fi! Jadi enggak? " Afkan bertanya langsung ke intinya.


"Apa? " Fidira menoleh "ekhem udah siap aja bos? " Fidira terkekeh kecil.


"Kamu kok belum siap? " Tanyanya balik.


"Jam berapa emang? " Fidira kembali menatap ke layar televisi besar itu.


"Jam 7 kurang 5 menit"

__ADS_1


Fidira menoleh dengan ekspresi biasa " Ihhh masakk? Jangan bohong bos! "


"Ck. Ngapain juga bohong sama kamu" Afkan membuang muka.


"Yaudah tunggu 5 mnt ni" Fidira dengan gercep berlalu ke kamarnya.


5 menit kemudian....


Fidira keluar dengan pakaian yg seperti biasa tidak ada perubahan hanya warna hoodi nya yg berbeda.


Fidira mendapati afkan yg sedang bermain ponsel dengan serius.


Fidira mendekat


"BOSS AYOKK!! " fidira berteriak heboh hingga afkan tersentak kaget.


"Hahahaha" Suara tawa fidira pecah melihat ekspresi afkan yg sedang terkejut.


Afkan dengan ekspresi datar menatap tajam kearah fidira, seketika tawa fidira terhenti.


"Eheheh... " Fidira menggaruk tengkuknya yg tidak gatal sembari tersenyum bodoh.


Merasa ada yg tidak beres dengan afkan fidira dengan sigap menggandeng tangan afkan dan membawanya ke parkiran rumahnya" AYOKK KITA BERANGKATT" Afkan terdiam,kekonyolan fidira sedikit mengukir senyum afkan dan meredakan amarahnya.


Di perjalanan


"Mau kemana? " Tanya afkan yg tengah mengemudikan mobilnya.


"Ke rumah papa sama mama" Fidira menjawab dengan ceria.


Seketika ekspresi wajah afkan menjadi dingin dan datar. Fidira yg menyadarinya memberanikan diri untuk menepuk bahu afkan.


"Kenapa ekspresinya berubah pak bos? ganteng nya ilang lo" Goda Fidira dengan tersenyum manis bahkan gula pun kalah.


Entah mengapa senyuman fidira membuat hati afkan sedikit hangat dan nyaman.


Setelah kurang lebih 30mnt mobil afkan berjalan,akhirnya sampailah mobil berwarna hitam nan mewah terparkir di halaman rumah besar nan elegan.


Dag dig dug


*tenang fi... Lo bisa* fidira menarik nafas panjang menetralkan jantungnya.


"Assalammualaikum" Salam fidira saat tiba di ruang tamu yg sangat luass.


"Waallaikumsalam" Mama nanda datang menyambut mereka.


Fidira segera mencium punggung tangan mama mertuanya itu. Sedangkan afkan hanya cuek, mulai mengeluarkan aura aura dingin. Tanpa niat bersalaman afkan langsung duduk di sofa.


Fidira dan mama mertuanya saling pandang. Mama nanda pun menggeleng pelan lalu tersenyum.


"Ayo! " Ajak nanda kepada anak menantunya itu.


Fidira pun tersenyum dan mengikuti duduk di sofa.


"Kalian mau minum apa? " Tanya mama nanda yg sudah siap pergi ke dapur.


"Aku Air putih aja maa" Fidira tersenyum.


"Afkan? " Mama nanda beralih bertanya.


Namun tidak ada jawaban dari afkan, ia malah bermain ponsel.


Fidira mulai mencolek pinggang afkan namun tidak ada jawaban. Fidira kembali mencolek pinggang afkan untuk kedua kalinya disertai dengan bisikan.


"Jawab pak bos! Kalo enggak rasain akibatnya" Bisik fidira kembali mencolek pinggang afkan. Namun lagi lagi afkan tidak merespons.


*ternyata nantang gue* batin fidira dengan senyum sinisnya.


Fidira dengan sigap merebut ponsel afkan, tindakannya membuat afkan menoleh dengan tatapan penuh amarah.


Fidira tersenyum " Mau minum apa afkan sayangg....? " LLeemmbutt, itulah perasaan yg dirasa afkan saat menatap gadis kecil di depannya bersikap sangat imut.


"Mau minum apa? " Tanya fidira kembali membuat lamunannya buyar.

__ADS_1


"Ekm... Teh aja! " Afkan sedikit grogi namun berusaha bersikap datar.


"Yaudah mama ke dapur dulu ya! Enjoy kalian" Mama nanda tersenyum dan berlalu.


"Haisss! Tinggal jawab gitu aja sulit bener pak bos" Fidira mulai mengomel dengan nada yg tak imut lagi.


"Mana hp saya? " Afkan menadahkan tangannya.


"Ni.. " Fidira menyerahkan ponselnya, namun saat akan diambil oleh afkan tiba tiba "eittss!! Bentar deh" Fidira menarik kembali ponsel afkan.


"Apa!? Cepetan! " Afkan memijat pelan keningnya.


"Bukannya pakbos gak suka teh ya? " Fidira menebak dengan teliti.


"Emang"


"Lha tadi kok pesenya teh? "


"Mana ada? Saya dimana mana pasti pesenya kopi" Afkan tidak menyadarinya.


"Masak kuping gue sih yg salah? " Gumam fidira menggaruk tengkunya yg tidak gatal.


"Eh kalian udah lama? " Tanya seseorang mengagetkan mereka.


Fidira tersenyum "baru sampek kok pa" Fidira mencium punggung tangan papa indra begitu pula dengan afkan.


Papa indra mendudukan dirinya di sofa depan fidira dan afkan "mama kalian kemana? "


"Itu tadi ke dapur paa.... Eh itu mama" Mama nanda datang dengan beberapa cangkir minuman.


"Silahkan" Mama nanda menyajikan minuman lalu duduk.


Fidira melirik cangkir afkan yg berisi teh. Fidira tersenyum dan terkekeh kecil melihat ekspresi afkan yg sedikit bingung dengan minumannya yg berisi teh.


Afkan yg menyadari ledekan fidira, dengan berat hati ia berusaha bersikap datar dan mulai menyruput tehnya.


"Jadi kita mau kemana ini ? " Tanya papa indra membuat fidira dan afkan menoleh.


Afkan melirik kearah fidira, fidira malah mengedipkan salah satu matanya.


"Jadi rencana kita gak jadi paa hehe" Fidira sedikit cengengesan.


"Lho? Terus? " Papa indra terkejut.


"Jadi kita ubah,,,,rancangan nya kita ganti rayain di rumah aja" Imbuh mama nanda dengan bersemangat.


"Kita ke ruang tengah sekarang gimana? " Tawar mama nanda diangguki oleh fidira.


Fidira beranjak,,,sedangkan afkan tetap stay di duduknya. Fidira dengan sigap menggandeng tangan afkan "ayookk! " Entah sejak kapan afkan menjadi menurut pada fidira.


Sesampainya di ruang tengah....


Mata fidira berbinar saat melihat ruangan itu telah di dekorasi dengan banyak balon dan tak lupa kue coklat yg sudah tertata di meja.


"Supriese!! " Teriak mama nanda dan anak menantunya dengan heboh.


Mama nanda yg sigap mengambil kue dan membawa nya di hadapan afkan.


"Selamat ulang tahun sayang semoga kamu selalu bahagia selalu ya" Ucap mama nanda penuh ketulusan.


Afkan diam membisu.


"Selamat ya afkan, semoga kamu selalu di beri kebaikan" Papa indra menepuk bahu afkan.


"Happy birthday afkan


Happy birthday afkan


Happy birthday happy birthday


Happy birthday afkan"


Fidira bernyanyi dengan senyum dan tepuk tangan yg meriah. Alay ya alay... Kata yg yg terlintas di pikiran pria dingin itu.

__ADS_1


BRAKK!!


__ADS_2